Riau Nihil Hotspot, BMKG Prediksi Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah
Ilustrasi. Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News - Kabar baik datang dari pemantauan titik panas di Provinsi Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat tidak ada hotspot yang terdeteksi di wilayah Riau berdasarkan pembaruan data hingga Selasa (9/6/2026) pagi.
Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah pada sore hingga malam hari.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Deby C, menjelaskan bahwa pada pagi hari kondisi cuaca di Riau umumnya udara kabur hingga cerah berawan. Berdasarkan pantauan radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, dan Kota Dumai.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, serta Kota Dumai dan Kota Pekanbaru.
Pada malam hari, hujan ringan diprakirakan masih berpeluang turun di Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Sementara pada dini hari, potensi hujan ringan masih terjadi di sebagian wilayah Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
"BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, serta Kota Dumai dan Kota Pekanbaru pada sore hari," ungkapnya.
Secara umum, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10–36 kilometer per jam.
"Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah" imbuhnya.
Sementara itu, jumlah hotspot di Pulau Sumatera tercatat sebanyak 78 titik. Provinsi Sumatera Selatan menjadi daerah dengan titik panas terbanyak yakni 47 titik, disusul Aceh 13 titik, Sumatera Utara 6 titik, Lampung 6 titik, Bengkulu 4 titik, dan Jambi 2 titik.
"Untuk wilayah Riau, hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan nihil hotspot," tandasnya. (R-05)

