SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Puluhan Tahun Macet Tak Tersentuh, Kini Flyover Raksasa Siap Mengubah Padang Lua

      Puluhan Tahun Macet Tak Tersentuh, Kini Flyover Raksasa Siap Mengubah Padang Lua

      08/06/2026  ❘  12:57 WIB
    • Polsek Pujud Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMAN 1, Bentengi Generasi Muda dari Penyalahgunaan Narkotika

      Polsek Pujud Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMAN 1, Bentengi Generasi Muda dari Penyalahgunaan Narkotika

      08/06/2026  ❘  12:31 WIB
    • Kapolsek Bagan Sinembah Tanamkan Semangat Anti Narkoba kepada Pelajar, Edukasi Langsung di SMAS Pembangunan Bagan Batu

      Kapolsek Bagan Sinembah Tanamkan Semangat Anti Narkoba kepada Pelajar, Edukasi Langsung di SMAS Pembangunan Bagan Batu

      08/06/2026  ❘  12:27 WIB
    • Beli Pertalite 25 Liter Terancam 6 Tahun Penjara! Hakim Curiga Polisi Rekayasa Penangkapan

      Beli Pertalite 25 Liter Terancam 6 Tahun Penjara! Hakim Curiga Polisi Rekayasa Penangkapan

      08/06/2026  ❘  11:31 WIB
  • Nasional
    • Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit, Mentan Amran Laporkan 300 Perusahaan ke Kapolri

      Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit, Mentan Amran Laporkan 300 Perusahaan ke Kapolri

      08/06/2026  ❘  13:46 WIB
    • KPK Bongkar Fakta Baru Koruptor RI: Pelaku Makin Muda, Duit Haram Disimpan di Kripto dan Ani-Ani

      KPK Bongkar Fakta Baru Koruptor RI: Pelaku Makin Muda, Duit Haram Disimpan di Kripto dan Ani-Ani

      08/06/2026  ❘  12:55 WIB
    • Said Iqbal Beri Sinyal Masuk Kabinet Prabowo, Tunggu Pengumuman Resmi Istana

      Said Iqbal Beri Sinyal Masuk Kabinet Prabowo, Tunggu Pengumuman Resmi Istana

      08/06/2026  ❘  08:49 WIB
    • Prabowo Beri Motivasi Korban Perundungan Saat Kunjungi Sekolah Rakyat di Bali

      Prabowo Beri Motivasi Korban Perundungan Saat Kunjungi Sekolah Rakyat di Bali

      08/06/2026  ❘  08:47 WIB
  • Ekonomi
    • Harga Batu Bara Dunia Jadi Penentu, Bahlil Pastikan Aturan Baru Tak Ganggu Investasi Tambang

      Harga Batu Bara Dunia Jadi Penentu, Bahlil Pastikan Aturan Baru Tak Ganggu Investasi Tambang

      08/06/2026  ❘  12:40 WIB
    • Amran Ngamuk! 300 Perusahaan Sawit Disorot Usai Harga TBS Rontok Disaat CPO dan Dolar Melambung

      Amran Ngamuk! 300 Perusahaan Sawit Disorot Usai Harga TBS Rontok Disaat CPO dan Dolar Melambung

      08/06/2026  ❘  12:37 WIB
    • Rupiah Tumbang ke Rp18.150! Dolar AS Menggila, Pasar Keuangan Berguncang

      Rupiah Tumbang ke Rp18.150! Dolar AS Menggila, Pasar Keuangan Berguncang

      08/06/2026  ❘  10:20 WIB
    • IHSG Nyungsep Parah! Senin Berdarah Hajar Investor Sampai Dompet Menangis

      IHSG Nyungsep Parah! Senin Berdarah Hajar Investor Sampai Dompet Menangis

      08/06/2026  ❘  10:03 WIB
  • Politik
    • Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      08/06/2026  ❘  11:49 WIB
    • Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      06/06/2026  ❘  19:35 WIB
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
  • Hukrim
    • Ambulans Pembawa Harapan Jadi Kuburan Berjalan, Tiga Tewas di Tol Pekanbaru-Dumai

      Ambulans Pembawa Harapan Jadi Kuburan Berjalan, Tiga Tewas di Tol Pekanbaru-Dumai

      08/06/2026  ❘  12:01 WIB
    • Pangeran Hidayat Geger Lagi! Polisi Bongkar Transaksi Sabu di Pinggir Jalan

      Pangeran Hidayat Geger Lagi! Polisi Bongkar Transaksi Sabu di Pinggir Jalan

      08/06/2026  ❘  09:49 WIB
    • Kepergok Saat Bongkar Kabel PJU, Komplotan Ini Kabur Tinggalkan Motor dan Parang

      Kepergok Saat Bongkar Kabel PJU, Komplotan Ini Kabur Tinggalkan Motor dan Parang

      08/06/2026  ❘  09:36 WIB
    • 260 Batang Kayu Ilegal Meluncur ke Pekanbaru, Polisi Hadang di Tengah Jalan!

      260 Batang Kayu Ilegal Meluncur ke Pekanbaru, Polisi Hadang di Tengah Jalan!

      08/06/2026  ❘  09:22 WIB
  • Umum
    • Hari Ini Penerimaan Murid Baru SMA-SMK Negeri di Riau Dimulai, Ini Jadwal dan Tahapannya

      Hari Ini Penerimaan Murid Baru SMA-SMK Negeri di Riau Dimulai, Ini Jadwal dan Tahapannya

      08/06/2026  ❘  08:32 WIB
    • BPOM Bongkar Kopi Lokal Berbahaya, Bisa Picu Gagal Ginjal hingga Kematian

      BPOM Bongkar Kopi Lokal Berbahaya, Bisa Picu Gagal Ginjal hingga Kematian

      07/06/2026  ❘  18:09 WIB
    • Duduk Terlalu Lama dan Stres Kerja Bisa Bikin Gemuk, Ini Temuan Mengejutkan Peneliti Dunia

      Duduk Terlalu Lama dan Stres Kerja Bisa Bikin Gemuk, Ini Temuan Mengejutkan Peneliti Dunia

      07/06/2026  ❘  08:08 WIB
    • Sering Makan Daging Merah Malam Hari? Studi Ungkap Dampaknya Bikin Tubuh Tak Bisa Istirahat

      Sering Makan Daging Merah Malam Hari? Studi Ungkap Dampaknya Bikin Tubuh Tak Bisa Istirahat

      06/06/2026  ❘  08:15 WIB
  • Riau
    • Wawako Pekanbaru Lepas Pawai Ta

      Wawako Pekanbaru Lepas Pawai Ta'aruf Tahfiz Alquran MDTA Az-Zikra di Binawidya

      08/06/2026  ❘  12:21 WIB
    • SPMB Riau 2026 Dibuka Hari Ini! Salah Klik Bisa Gagalkan Masuk SMA Atau SMK Negeri

      SPMB Riau 2026 Dibuka Hari Ini! Salah Klik Bisa Gagalkan Masuk SMA Atau SMK Negeri

      08/06/2026  ❘  12:16 WIB
    • Pencarian Warga Bandung Tenggelam di Sungai Kampar Diperluas Hingga Radius 3 Km

      Pencarian Warga Bandung Tenggelam di Sungai Kampar Diperluas Hingga Radius 3 Km

      08/06/2026  ❘  12:15 WIB
    • BMKG Prakirakan Hujan Masih Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah, Hotspot Riau Tersisa 18 Titik pada 8 Juni 2026

      BMKG Prakirakan Hujan Masih Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah, Hotspot Riau Tersisa 18 Titik pada 8 Juni 2026

      08/06/2026  ❘  08:01 WIB
  • Sport
    • Jhon Arias Menggila! Kolombia Hajar Yordania, Alarm Bahaya Piala Dunia 2026 Mulai Berbunyi

      Jhon Arias Menggila! Kolombia Hajar Yordania, Alarm Bahaya Piala Dunia 2026 Mulai Berbunyi

      08/06/2026  ❘  11:20 WIB
    • Haaland Dibungkam, Odegaard Menyelamatkan Muka! Norwegia Nyaris Tumbang dari Maroko

      Haaland Dibungkam, Odegaard Menyelamatkan Muka! Norwegia Nyaris Tumbang dari Maroko

      08/06/2026  ❘  09:09 WIB
    • Luka Modric Belum Habis! Kroasia Menang Dramatis Jelang Perang Besar Piala Dunia 2026

      Luka Modric Belum Habis! Kroasia Menang Dramatis Jelang Perang Besar Piala Dunia 2026

      08/06/2026  ❘  08:53 WIB
    • Petaka di Hungaria! Veda Ega Dihukum, Poin Melayang, Posisi Klasemen Ambruk

      Petaka di Hungaria! Veda Ega Dihukum, Poin Melayang, Posisi Klasemen Ambruk

      07/06/2026  ❘  19:06 WIB
  • Opini
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
  • Internasional
    • Sah! Belgia Resmikan PSK Jadi Pekerja Formal, Kini Bisa Dapat Pesangon dan Asuransi

      Sah! Belgia Resmikan PSK Jadi Pekerja Formal, Kini Bisa Dapat Pesangon dan Asuransi

      08/06/2026  ❘  07:50 WIB
    • Konflik Iran Memanas, Paus Leo XIV Tolak Pembenaran Perang AS

      Konflik Iran Memanas, Paus Leo XIV Tolak Pembenaran Perang AS

      07/06/2026  ❘  13:52 WIB
    • Gila! Pemuda Ini Nginap di Hotel Mewah Rp19 Juta Semalam Cuma Bayar Rp160 Doang

      Gila! Pemuda Ini Nginap di Hotel Mewah Rp19 Juta Semalam Cuma Bayar Rp160 Doang

      05/06/2026  ❘  11:14 WIB
    • Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      04/06/2026  ❘  12:55 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Amran Ngamuk! 300 Perusahaan Sawit Disorot Usai Harga TBS Rontok Disaat CPO dan Dolar Melambung

08/06/2026  ❘  12:37 WIB • Ekonomi
Bagikan :
Amran Ngamuk! 300 Perusahaan Sawit Disorot Usai Harga TBS Rontok Disaat CPO dan Dolar Melambung

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memimpin rapat gabungan membahas harga TBS di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026. (sumber: kementerian pertanian)

JAKARTA, SabangMerauke News - Harga sawit Indonesia mendadak menjadi sorotan nasional. Tandan buah segar (TBS) sempat anjlok di berbagai daerah. Petani pun mulai mempertanyakan penyebabnya.

Situasi tersebut terasa janggal. Harga minyak sawit mentah dunia sedang naik. Nilai tukar dolar Amerika Serikat menguat. Rupiah bahkan sempat menyentuh Rp18.000 per dolar.

Dalam teori pasar, kondisi itu seharusnya menguntungkan. Harga sawit domestik mestinya ikut terdorong. Petani seharusnya menikmati kenaikan pendapatan. Fakta di lapangan justru berbeda.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akhirnya buka suara. Ia menyampaikan pandangannya dalam rapat gabungan di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Senin, 8 Juni 2026. "Ya anomali, tulis anomali," tegas Andi Amran Sulaiman,

Kata anomali menjadi pusat perhatian. Sebab kondisi pasar tidak berjalan normal. Harga dunia naik cukup tinggi. Harga petani malah bergerak turun.

Fenomena tersebut muncul setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Perusahaan itu dirancang menjadi eksportir tunggal produk sawit nasional. Setelah pengumuman tersebut, pasar langsung bereaksi.

Di sejumlah daerah penghasil sawit, harga TBS melemah. Keluhan bermunculan dari petani. Banyak yang merasa kehilangan pendapatan. Beberapa daerah mencatat penurunan yang cukup tajam.

Amran melihat kondisi itu tidak masuk akal. Menurutnya, tidak ada alasan ekonomi kuat. Harga seharusnya bergerak ke arah sebaliknya. Petani justru semestinya menikmati momentum. "Harusnya harga naik, bukan turun," ujar Andi Amran Sulaiman.

Ia menjelaskan bahwa kondisi global sedang mendukung. Harga Crude Palm Oil (CPO) meningkat. Nilai tukar dolar juga naik secara signifikan. Kombinasi itu biasanya mengangkat harga sawit.

Bahkan menurut perhitungan Kementerian Pertanian, harga sawit berpotensi naik sekitar 10 persen. Selisih kurs dolar menjadi faktor utama. Momentum tersebut seharusnya menguntungkan petani. Kondisi lapangan malah berbeda.

Menariknya, Amran baru kembali bekerja setelah menunaikan ibadah haji. Begitu tiba di Indonesia, isu sawit langsung menjadi prioritas. Tidak ada waktu terbuang. Rapat besar segera digelar.

Rapat itu mempertemukan banyak unsur. Petani swadaya hadir. Pengusaha sawit ikut datang. Asosiasi industri juga duduk bersama.

Satgas Pangan ikut terlibat. Perwakilan kepolisian hadir dalam forum. Pimpinan pabrik kelapa sawit mengikuti pembahasan. Suasana rapat berlangsung serius.

Tujuan utama rapat cukup sederhana. Pemerintah ingin mengetahui penyebab penurunan harga. Semua peserta diberi kesempatan untuk menjelaskan. Fakta lapangan dikumpulkan satu per satu.

Hasilnya cukup mengejutkan. Tidak ada jawaban pasti. Tidak ada alasan ekonomi yang kuat. Banyak peserta justru sepakat bahwa harga seharusnya naik. "Kenapa turun? Kami tanya, tidak ada yang bisa jawab," kata Andi Amran Sulaiman.

Dalam forum tersebut muncul kesepakatan bersama. Harga sawit harus kembali normal. Seluruh unsur menyetujui langkah tersebut. Tidak ada penolakan dalam rapat.

 

Meski begitu, pekerjaan belum selesai. Kementerian Pertanian menemukan fakta lain. Masih ada ratusan perusahaan yang belum mengikuti penyesuaian harga. Data itu langsung menjadi perhatian.

Jumlahnya tidak sedikit. Sekitar 270 hingga 300 perusahaan tercatat belum menaikkan harga. Sebagian besar merupakan PKS dan refinery. Nama-nama perusahaan sudah dikumpulkan.

Langkah berikutnya cukup tegas. Data perusahaan dikirim ke kepolisian. Surat tembusan juga diarahkan ke Kapolri. Pemerintah ingin ada pemeriksaan lanjutan. "Ada sekitar 300 perusahaan yang belum menaikkan harga," ujar Andi Amran Sulaiman.

Penyelidikan juga menyasar mata rantai perdagangan. Dugaan permainan harga mulai muncul. Tengkulak menjadi salah satu fokus perhatian. Keluhan petani banyak mengarah ke sana.

Dari Sulawesi Selatan muncul cerita menarik. Seorang petani mengeluhkan harga di lapangan. Menurutnya, harga acuan daerah sering diabaikan. Harga pembelian berubah sesuai kondisi pasar lokal. "PKS sering membuat harga sendiri," ungkap seorang petani sawit asal Sulawesi Selatan.

Cerita serupa datang dari Kalimantan Tengah. Harga memang mulai membaik. Akan tetapi, kenaikan belum dirasakan merata. Tengkulak disebut masih mendominasi perdagangan.

Di Riau situasinya juga menarik. Harga di pabrik mulai naik. Angka pembelian mencapai sekitar Rp3.400 per kilogram. Petani kebun belum menikmati kenaikan maksimal.

"Di pabrik memang sudah naik," kata Wawan, petani sawit asal Riau. "Harga petani belum banyak berubah," lanjutnya.

Sementara itu, kondisi Banten lebih memprihatinkan. Harga sawit masih rendah. Nilainya berkisar Rp2.500 per kilogram. Kenaikan hampir tidak terasa.

Masalah lain muncul dari sistem penetapan harga. Sejak beberapa tahun terakhir, belum terbentuk tim penetapan harga. Akibatnya, petani tidak memiliki acuan kuat. Posisi tawar menjadi lemah.

Ketua Umum APKASINDO, Gulat Manurung, ikut memberikan pandangan. Menurutnya, kondisi di Sumatera mulai membaik. Sekitar 70 persen harga sudah pulih. Akan tetapi, persoalan belum selesai. "Dari survei empat provinsi, masalah masih ada," kata Gulat.

Ia melihat persoalan utama berada di rantai perdagangan. Harga CPO dari pabrik dibeli terlalu murah. Efeknya menjalar hingga ke petani. Nilai tambah tidak sampai ke bawah.

Di sisi lain, pengusaha sawit memiliki penjelasan berbeda. Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menilai pasar mengalami kepanikan. Situasi itu terjadi setelah pengumuman DSI.

Menurut Eddy, pembeli luar negeri langsung bereaksi. Banyak importir menunggu kepastian. Sebagian memilih menunda transaksi. Efek psikologis pasar langsung terasa. "Kami juga ditanya pembeli dari Uni Eropa," ujar Eddy Martono. 

Ia mengungkapkan harga CPO Dumai sempat turun tajam. Sebelum pengumuman, harga berada di kisaran Rp15.300. Dalam hitungan jam langsung turun. Nilainya menyentuh sekitar Rp14.500.

Perubahan cepat tersebut membuat industri terkejut. Banyak pelaku usaha memilih berhati-hati. Aktivitas perdagangan melambat sementara. Harga TBS ikut terdampak.

 

Meski begitu, kondisi mulai membaik. Setelah awal Juni, transaksi kembali bergerak. Tender sawit meningkat lagi. Aktivitas ekspor mulai stabil.

Kementerian Pertanian tetap memandang situasi tersebut sebagai anomali. Data menunjukkan harga CPO dunia meningkat sekitar 47 persen. Nilai dolar juga menguat tajam.

Dalam kondisi seperti itu, harga sawit petani semestinya meningkat. Perhitungan Kementerian Pertanian menunjukkan potensi kenaikan cukup besar. Kenyataannya justru terjadi penurunan.

Di sinilah pemerintah melihat kejanggalan. Sebab hukum pasar tidak berjalan normal. Ada rantai yang diduga bermasalah. Investigasi pun diperluas.

Amran menegaskan petani tidak boleh dirugikan. Pengusaha tetap harus memperoleh keuntungan. Pemerintah mengambil posisi penengah. Keseimbangan menjadi tujuan utama. "Kita harus saling menguntungkan," kata Andi Amran Sulaiman.

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting. Industri sawit merupakan sektor strategis nasional. Jutaan keluarga bergantung pada komoditas ini. Stabilitas harga menjadi kebutuhan utama.

Data pemerintah menunjukkan sekitar 15 juta petani terkait industri sawit. Mereka tersebar di berbagai provinsi. Sumatera dan Kalimantan menjadi pusat produksi terbesar. Kehidupan ekonomi mereka sangat dipengaruhi oleh harga TBS.

Kini perhatian tertuju pada hasil penyelidikan. Satgas Pangan mulai bergerak. Direktorat Kriminal Khusus ikut dilibatkan. Pemeriksaan data terus dilakukan.

Bagi petani, harapan mereka cukup sederhana. Harga kembali normal. Nilai jual mengikuti kondisi pasar dunia. Keuntungan tidak berhenti di tingkat industri.

Sementara itu, pemerintah memberi sinyal tegas. Harga sawit tidak boleh terus berada di bawah kewajaran. Jika ditemukan praktik yang merugikan petani, langkah hukum akan ditempuh.

Di tengah naiknya harga CPO dunia, anjloknya harga TBS menjadi misteri yang sedang dibongkar. Pertanyaannya kini bukan lagi mengapa harga turun. Pertanyaan besarnya adalah siapa yang paling diuntungkan saat petani sawit kehilangan pendapatan? R-02

Editor: Krisman
Tags :Harga TBSAmran SulaimanHarga CPODolar ASPKS NakalPetani Sawit

BERITA TERKAIT :

  • Rupiah Tumbang ke Rp18.150! Dolar AS Menggila, Pasar Keuangan Berguncang

    Rupiah Tumbang ke Rp18.150! Dolar AS Menggila, Pasar Keuangan Berguncang

    Ekonomi •
    08/06/2026 ❘ 10:20 WIB
  • Rupiah Bangkit Tipis, Ancaman Rp19.000 per Dolar Masih Mengintai

    Rupiah Bangkit Tipis, Ancaman Rp19.000 per Dolar Masih Mengintai

    Ekonomi •
    05/06/2026 ❘ 19:11 WIB
  • Mata Uang Garuda Terdesak! Rupiah Masuk Zona Merah, Pasar Dibayangi Krisis Kepercayaan

    Mata Uang Garuda Terdesak! Rupiah Masuk Zona Merah, Pasar Dibayangi Krisis Kepercayaan

    Ekonomi •
    05/06/2026 ❘ 10:01 WIB
  • Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

    Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

    Ekonomi •
    04/06/2026 ❘ 18:53 WIB
  • Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

    Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

    Ekonomi •
    04/06/2026 ❘ 09:59 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    03/06/2026  ❘  10:05 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • SF Hariyanto Mutasi 77 Kepala SMAN, SMKN, dan SLB se-Riau, Ini Daftar Kepsek Baru

    SF Hariyanto Mutasi 77 Kepala SMAN, SMKN, dan SLB se-Riau, Ini Daftar Kepsek Baru

    26/05/2026  ❘  19:40 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan