SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Di Panti Asuhan Baitul Yatama Bupati Inhu Komitmen Tingkatkan Perlindungan Anak

      Di Panti Asuhan Baitul Yatama Bupati Inhu Komitmen Tingkatkan Perlindungan Anak

      28/07/2026  ❘  10:03 WIB
    • Detik-Detik Kakek Selamatkan Cucu Berakhir Tragis di Gedung Sekolah Methodis

      Detik-Detik Kakek Selamatkan Cucu Berakhir Tragis di Gedung Sekolah Methodis

      28/07/2026  ❘  07:37 WIB
    • Setelah Lumpuh Berbulan-bulan, Lembah Anai Kini Kembali Hidup Sepenuhnya

      Setelah Lumpuh Berbulan-bulan, Lembah Anai Kini Kembali Hidup Sepenuhnya

      28/07/2026  ❘  07:23 WIB
    • Wacana Pemekaran Kembali Menguat, Mahmuzin Taher: Provinsi Riau Pesisir Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

      Wacana Pemekaran Kembali Menguat, Mahmuzin Taher: Provinsi Riau Pesisir Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

      27/07/2026  ❘  22:41 WIB
  • Nasional
    • Ancaman PHK Meluas, Menaker Pastikan Perusahaan Tak Bisa Bertindak Sembarangan

      Ancaman PHK Meluas, Menaker Pastikan Perusahaan Tak Bisa Bertindak Sembarangan

      28/07/2026  ❘  13:37 WIB
    • Audit BPKP Ungkap Pemborosan Program MBG Tembus Rp 10 Triliun per Tahun

      Audit BPKP Ungkap Pemborosan Program MBG Tembus Rp 10 Triliun per Tahun

      28/07/2026  ❘  12:31 WIB
    • Tito Desak Purbaya Segera Cairkan DBH, Nasib Gaji Pegawai Daerah Jadi Sorotan

      Tito Desak Purbaya Segera Cairkan DBH, Nasib Gaji Pegawai Daerah Jadi Sorotan

      28/07/2026  ❘  09:19 WIB
    • BPDP Gelar Lomba Riset Mahasiswa Kupas Sawit dan Kelapa 2026, Ini Syarat Mendaftarnya

      BPDP Gelar Lomba Riset Mahasiswa Kupas Sawit dan Kelapa 2026, Ini Syarat Mendaftarnya

      28/07/2026  ❘  09:04 WIB
  • Ekonomi
    • BI: Ekonomi Riau Tumbuh 4,89 Persen di Triwulan I 2026

      BI: Ekonomi Riau Tumbuh 4,89 Persen di Triwulan I 2026

      28/07/2026  ❘  11:30 WIB
    • Pasar Saham Masih Gelisah, IHSG Bangkit Tipis Setelah Awal Perdagangan Memerah

      Pasar Saham Masih Gelisah, IHSG Bangkit Tipis Setelah Awal Perdagangan Memerah

      28/07/2026  ❘  09:49 WIB
    • Rupiah Kembali Tersungkur, Sentimen Dalam Negeri Jadi Sorotan Investor

      Rupiah Kembali Tersungkur, Sentimen Dalam Negeri Jadi Sorotan Investor

      28/07/2026  ❘  09:39 WIB
    • Semua Mata Uang Asia Menguat, Rupiah Malah Terjun Bebas

      Semua Mata Uang Asia Menguat, Rupiah Malah Terjun Bebas

      27/07/2026  ❘  18:27 WIB
  • Politik
    • Wacana Lama Muncul Kembali: Riau Pesisir Siap Berdiri Sendiri

      Wacana Lama Muncul Kembali: Riau Pesisir Siap Berdiri Sendiri

      26/07/2026  ❘  12:25 WIB
    • Golkar Riau Susun Barisan Baru, SF Hariyanto Masuk Dewan Pertimbangan

      Golkar Riau Susun Barisan Baru, SF Hariyanto Masuk Dewan Pertimbangan

      24/07/2026  ❘  18:25 WIB
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
  • Hukrim
    • Kasus Korupsi Pelepasan Kawasan Hutan, KPK Periksa 11 Orang Termasuk Ketua DPRD Kuansing Jufrizal, Ini Daftar Lengkapnya

      Kasus Korupsi Pelepasan Kawasan Hutan, KPK Periksa 11 Orang Termasuk Ketua DPRD Kuansing Jufrizal, Ini Daftar Lengkapnya

      28/07/2026  ❘  14:08 WIB
    • Bukti Chat Perkuat Dugaan Korupsi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

      Bukti Chat Perkuat Dugaan Korupsi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

      28/07/2026  ❘  13:34 WIB
    • Disnaker Riau Ungkap Pekerja PKS Tanjung Medan PTPN IV PalmCo yang Tewas Ternyata Tak Miliki Lisensi K3

      Disnaker Riau Ungkap Pekerja PKS Tanjung Medan PTPN IV PalmCo yang Tewas Ternyata Tak Miliki Lisensi K3

      28/07/2026  ❘  12:22 WIB
    • Kubur 7 Kg Sabu di Kebun Sawit, Tiga Pengedar di Rupat Ditangkap

      Kubur 7 Kg Sabu di Kebun Sawit, Tiga Pengedar di Rupat Ditangkap

      28/07/2026  ❘  10:04 WIB
  • Umum
    • Jangan Remehkan Kunyit, Minuman Sederhana Ini Menyimpan Banyak Manfaat

      Jangan Remehkan Kunyit, Minuman Sederhana Ini Menyimpan Banyak Manfaat

      28/07/2026  ❘  07:50 WIB
    • Gakkum Kemenhut Dalami Aktivitas di Eks Konsesi PT Sumatera Sylva Lestari yang Diungkap Yayasan Riau Madani, Izin Sudah Dicabut 26 Januari 2026

      Gakkum Kemenhut Dalami Aktivitas di Eks Konsesi PT Sumatera Sylva Lestari yang Diungkap Yayasan Riau Madani, Izin Sudah Dicabut 26 Januari 2026

      27/07/2026  ❘  11:25 WIB
    • Sering Buang Air Kecil? Hati-hati Itu Bukan Tanda Umur, Tapi Masalah Ginjal

      Sering Buang Air Kecil? Hati-hati Itu Bukan Tanda Umur, Tapi Masalah Ginjal

      27/07/2026  ❘  07:35 WIB
    • Tujuh Manfaat Ajaib Kelor yang Jarang Diketahui Orang

      Tujuh Manfaat Ajaib Kelor yang Jarang Diketahui Orang

      26/07/2026  ❘  12:12 WIB
  • Riau
    • Plt Gubri Terima Audiensi IDI Riau, Begini Pembahasannya

      Plt Gubri Terima Audiensi IDI Riau, Begini Pembahasannya

      28/07/2026  ❘  16:03 WIB
    • Di Tengah Tekanan Fiskal, Untuk Pertama Kalinya, PPPK Paruh Waktu di Kepulauan Meranti Akan Terima Gaji ke-13 dan 14

      Di Tengah Tekanan Fiskal, Untuk Pertama Kalinya, PPPK Paruh Waktu di Kepulauan Meranti Akan Terima Gaji ke-13 dan 14

      28/07/2026  ❘  15:57 WIB
    • Bupati Inhu Tegas! Perusahaan Sawit Belum Urus HGU Diimbau Segera Patuh, IUP Bisa Dicabut

      Bupati Inhu Tegas! Perusahaan Sawit Belum Urus HGU Diimbau Segera Patuh, IUP Bisa Dicabut

      28/07/2026  ❘  15:31 WIB
    • Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027! YBM PLN UP3 Rengat Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 85 Anak Dhuafa

      Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027! YBM PLN UP3 Rengat Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 85 Anak Dhuafa

      28/07/2026  ❘  12:15 WIB
  • Sport
    • PSPS Pantau Talenta Piala Soeratin untuk Perkuat Skuad EPA

      PSPS Pantau Talenta Piala Soeratin untuk Perkuat Skuad EPA

      27/07/2026  ❘  15:44 WIB
    • Tikung PSG, Real Madrid Sukses Gaet Bintang Muda RB Leipzig

      Tikung PSG, Real Madrid Sukses Gaet Bintang Muda RB Leipzig

      27/07/2026  ❘  07:23 WIB
    • Kamboja Optimis Menang 200 Persen, Garuda Waspada Perubahan Gila!

      Kamboja Optimis Menang 200 Persen, Garuda Waspada Perubahan Gila!

      26/07/2026  ❘  20:29 WIB
    • Mourinho Desak Real Madrid Rekrut Rodri, Transfer Besar Siap Meledak

      Mourinho Desak Real Madrid Rekrut Rodri, Transfer Besar Siap Meledak

      24/07/2026  ❘  07:09 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Harga Minyak Dunia Turun Lima Persen Setelah Ketegangan AS dan Iran Mereda

      Harga Minyak Dunia Turun Lima Persen Setelah Ketegangan AS dan Iran Mereda

      27/07/2026  ❘  10:24 WIB
    • Perang Berhenti Tiba-tiba! AS dan Iran Sepakat Menahan Diri

      Perang Berhenti Tiba-tiba! AS dan Iran Sepakat Menahan Diri

      27/07/2026  ❘  07:54 WIB
    • Resmi Bertambah Jadi 7! Ini Nama-Nama Calon Sekjen PBB Pengganti António Guterre

      Resmi Bertambah Jadi 7! Ini Nama-Nama Calon Sekjen PBB Pengganti António Guterre

      26/07/2026  ❘  20:50 WIB
    • Wow! Hacker Asal Perawang Riau Ini Terima Penghargaan dari NASA Usai Temukan Celah Sistem Keamanan

      Wow! Hacker Asal Perawang Riau Ini Terima Penghargaan dari NASA Usai Temukan Celah Sistem Keamanan

      24/07/2026  ❘  19:38 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Amran Ngamuk! 300 Perusahaan Sawit Disorot Usai Harga TBS Rontok Disaat CPO dan Dolar Melambung

08/06/2026  ❘  12:37 WIB • Ekonomi
Bagikan :
Amran Ngamuk! 300 Perusahaan Sawit Disorot Usai Harga TBS Rontok Disaat CPO dan Dolar Melambung

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memimpin rapat gabungan membahas harga TBS di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026. (sumber: kementerian pertanian)

JAKARTA, SabangMerauke News - Harga sawit Indonesia mendadak menjadi sorotan nasional. Tandan buah segar (TBS) sempat anjlok di berbagai daerah. Petani pun mulai mempertanyakan penyebabnya.

Situasi tersebut terasa janggal. Harga minyak sawit mentah dunia sedang naik. Nilai tukar dolar Amerika Serikat menguat. Rupiah bahkan sempat menyentuh Rp18.000 per dolar.

Dalam teori pasar, kondisi itu seharusnya menguntungkan. Harga sawit domestik mestinya ikut terdorong. Petani seharusnya menikmati kenaikan pendapatan. Fakta di lapangan justru berbeda.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akhirnya buka suara. Ia menyampaikan pandangannya dalam rapat gabungan di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Senin, 8 Juni 2026. "Ya anomali, tulis anomali," tegas Andi Amran Sulaiman,

Kata anomali menjadi pusat perhatian. Sebab kondisi pasar tidak berjalan normal. Harga dunia naik cukup tinggi. Harga petani malah bergerak turun.

Fenomena tersebut muncul setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Perusahaan itu dirancang menjadi eksportir tunggal produk sawit nasional. Setelah pengumuman tersebut, pasar langsung bereaksi.

Di sejumlah daerah penghasil sawit, harga TBS melemah. Keluhan bermunculan dari petani. Banyak yang merasa kehilangan pendapatan. Beberapa daerah mencatat penurunan yang cukup tajam.

Amran melihat kondisi itu tidak masuk akal. Menurutnya, tidak ada alasan ekonomi kuat. Harga seharusnya bergerak ke arah sebaliknya. Petani justru semestinya menikmati momentum. "Harusnya harga naik, bukan turun," ujar Andi Amran Sulaiman.

Ia menjelaskan bahwa kondisi global sedang mendukung. Harga Crude Palm Oil (CPO) meningkat. Nilai tukar dolar juga naik secara signifikan. Kombinasi itu biasanya mengangkat harga sawit.

Bahkan menurut perhitungan Kementerian Pertanian, harga sawit berpotensi naik sekitar 10 persen. Selisih kurs dolar menjadi faktor utama. Momentum tersebut seharusnya menguntungkan petani. Kondisi lapangan malah berbeda.

Menariknya, Amran baru kembali bekerja setelah menunaikan ibadah haji. Begitu tiba di Indonesia, isu sawit langsung menjadi prioritas. Tidak ada waktu terbuang. Rapat besar segera digelar.

Rapat itu mempertemukan banyak unsur. Petani swadaya hadir. Pengusaha sawit ikut datang. Asosiasi industri juga duduk bersama.

Satgas Pangan ikut terlibat. Perwakilan kepolisian hadir dalam forum. Pimpinan pabrik kelapa sawit mengikuti pembahasan. Suasana rapat berlangsung serius.

Tujuan utama rapat cukup sederhana. Pemerintah ingin mengetahui penyebab penurunan harga. Semua peserta diberi kesempatan untuk menjelaskan. Fakta lapangan dikumpulkan satu per satu.

Hasilnya cukup mengejutkan. Tidak ada jawaban pasti. Tidak ada alasan ekonomi yang kuat. Banyak peserta justru sepakat bahwa harga seharusnya naik. "Kenapa turun? Kami tanya, tidak ada yang bisa jawab," kata Andi Amran Sulaiman.

Dalam forum tersebut muncul kesepakatan bersama. Harga sawit harus kembali normal. Seluruh unsur menyetujui langkah tersebut. Tidak ada penolakan dalam rapat.

 

Meski begitu, pekerjaan belum selesai. Kementerian Pertanian menemukan fakta lain. Masih ada ratusan perusahaan yang belum mengikuti penyesuaian harga. Data itu langsung menjadi perhatian.

Jumlahnya tidak sedikit. Sekitar 270 hingga 300 perusahaan tercatat belum menaikkan harga. Sebagian besar merupakan PKS dan refinery. Nama-nama perusahaan sudah dikumpulkan.

Langkah berikutnya cukup tegas. Data perusahaan dikirim ke kepolisian. Surat tembusan juga diarahkan ke Kapolri. Pemerintah ingin ada pemeriksaan lanjutan. "Ada sekitar 300 perusahaan yang belum menaikkan harga," ujar Andi Amran Sulaiman.

Penyelidikan juga menyasar mata rantai perdagangan. Dugaan permainan harga mulai muncul. Tengkulak menjadi salah satu fokus perhatian. Keluhan petani banyak mengarah ke sana.

Dari Sulawesi Selatan muncul cerita menarik. Seorang petani mengeluhkan harga di lapangan. Menurutnya, harga acuan daerah sering diabaikan. Harga pembelian berubah sesuai kondisi pasar lokal. "PKS sering membuat harga sendiri," ungkap seorang petani sawit asal Sulawesi Selatan.

Cerita serupa datang dari Kalimantan Tengah. Harga memang mulai membaik. Akan tetapi, kenaikan belum dirasakan merata. Tengkulak disebut masih mendominasi perdagangan.

Di Riau situasinya juga menarik. Harga di pabrik mulai naik. Angka pembelian mencapai sekitar Rp3.400 per kilogram. Petani kebun belum menikmati kenaikan maksimal.

"Di pabrik memang sudah naik," kata Wawan, petani sawit asal Riau. "Harga petani belum banyak berubah," lanjutnya.

Sementara itu, kondisi Banten lebih memprihatinkan. Harga sawit masih rendah. Nilainya berkisar Rp2.500 per kilogram. Kenaikan hampir tidak terasa.

Masalah lain muncul dari sistem penetapan harga. Sejak beberapa tahun terakhir, belum terbentuk tim penetapan harga. Akibatnya, petani tidak memiliki acuan kuat. Posisi tawar menjadi lemah.

Ketua Umum APKASINDO, Gulat Manurung, ikut memberikan pandangan. Menurutnya, kondisi di Sumatera mulai membaik. Sekitar 70 persen harga sudah pulih. Akan tetapi, persoalan belum selesai. "Dari survei empat provinsi, masalah masih ada," kata Gulat.

Ia melihat persoalan utama berada di rantai perdagangan. Harga CPO dari pabrik dibeli terlalu murah. Efeknya menjalar hingga ke petani. Nilai tambah tidak sampai ke bawah.

Di sisi lain, pengusaha sawit memiliki penjelasan berbeda. Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menilai pasar mengalami kepanikan. Situasi itu terjadi setelah pengumuman DSI.

Menurut Eddy, pembeli luar negeri langsung bereaksi. Banyak importir menunggu kepastian. Sebagian memilih menunda transaksi. Efek psikologis pasar langsung terasa. "Kami juga ditanya pembeli dari Uni Eropa," ujar Eddy Martono. 

Ia mengungkapkan harga CPO Dumai sempat turun tajam. Sebelum pengumuman, harga berada di kisaran Rp15.300. Dalam hitungan jam langsung turun. Nilainya menyentuh sekitar Rp14.500.

Perubahan cepat tersebut membuat industri terkejut. Banyak pelaku usaha memilih berhati-hati. Aktivitas perdagangan melambat sementara. Harga TBS ikut terdampak.

 

Meski begitu, kondisi mulai membaik. Setelah awal Juni, transaksi kembali bergerak. Tender sawit meningkat lagi. Aktivitas ekspor mulai stabil.

Kementerian Pertanian tetap memandang situasi tersebut sebagai anomali. Data menunjukkan harga CPO dunia meningkat sekitar 47 persen. Nilai dolar juga menguat tajam.

Dalam kondisi seperti itu, harga sawit petani semestinya meningkat. Perhitungan Kementerian Pertanian menunjukkan potensi kenaikan cukup besar. Kenyataannya justru terjadi penurunan.

Di sinilah pemerintah melihat kejanggalan. Sebab hukum pasar tidak berjalan normal. Ada rantai yang diduga bermasalah. Investigasi pun diperluas.

Amran menegaskan petani tidak boleh dirugikan. Pengusaha tetap harus memperoleh keuntungan. Pemerintah mengambil posisi penengah. Keseimbangan menjadi tujuan utama. "Kita harus saling menguntungkan," kata Andi Amran Sulaiman.

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting. Industri sawit merupakan sektor strategis nasional. Jutaan keluarga bergantung pada komoditas ini. Stabilitas harga menjadi kebutuhan utama.

Data pemerintah menunjukkan sekitar 15 juta petani terkait industri sawit. Mereka tersebar di berbagai provinsi. Sumatera dan Kalimantan menjadi pusat produksi terbesar. Kehidupan ekonomi mereka sangat dipengaruhi oleh harga TBS.

Kini perhatian tertuju pada hasil penyelidikan. Satgas Pangan mulai bergerak. Direktorat Kriminal Khusus ikut dilibatkan. Pemeriksaan data terus dilakukan.

Bagi petani, harapan mereka cukup sederhana. Harga kembali normal. Nilai jual mengikuti kondisi pasar dunia. Keuntungan tidak berhenti di tingkat industri.

Sementara itu, pemerintah memberi sinyal tegas. Harga sawit tidak boleh terus berada di bawah kewajaran. Jika ditemukan praktik yang merugikan petani, langkah hukum akan ditempuh.

Di tengah naiknya harga CPO dunia, anjloknya harga TBS menjadi misteri yang sedang dibongkar. Pertanyaannya kini bukan lagi mengapa harga turun. Pertanyaan besarnya adalah siapa yang paling diuntungkan saat petani sawit kehilangan pendapatan? R-02

Editor: Krisman
Tags :Harga TBSAmran SulaimanHarga CPODolar ASPKS NakalPetani Sawit

BERITA TERKAIT :

  • Rupiah Tumbang ke Rp18.150! Dolar AS Menggila, Pasar Keuangan Berguncang

    Rupiah Tumbang ke Rp18.150! Dolar AS Menggila, Pasar Keuangan Berguncang

    Ekonomi •
    08/06/2026 ❘ 10:20 WIB
  • Rupiah Bangkit Tipis, Ancaman Rp19.000 per Dolar Masih Mengintai

    Rupiah Bangkit Tipis, Ancaman Rp19.000 per Dolar Masih Mengintai

    Ekonomi •
    05/06/2026 ❘ 19:11 WIB
  • Mata Uang Garuda Terdesak! Rupiah Masuk Zona Merah, Pasar Dibayangi Krisis Kepercayaan

    Mata Uang Garuda Terdesak! Rupiah Masuk Zona Merah, Pasar Dibayangi Krisis Kepercayaan

    Ekonomi •
    05/06/2026 ❘ 10:01 WIB
  • Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

    Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

    Ekonomi •
    04/06/2026 ❘ 18:53 WIB
  • Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

    Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

    Ekonomi •
    04/06/2026 ❘ 09:59 WIB
HAN 2026 Lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Menhut Terancam Diberhentikan Gegara Tak Eksekusi Kebun Sawit 1.200 Ha di TNTN Gugatan Yayasan Riau Madani, Ketua PTUN Pekanbaru Kirim Surat ke Menpan

    Menhut Terancam Diberhentikan Gegara Tak Eksekusi Kebun Sawit 1.200 Ha di TNTN Gugatan Yayasan Riau Madani, Ketua PTUN Pekanbaru Kirim Surat ke Menpan

    27/07/2026  ❘  16:10 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • 6 Jam Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Tim Kejati Angkut 3 Kotak Dokumen Usut Kasus Proyek Rp 9,6 Miliar

    6 Jam Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Tim Kejati Angkut 3 Kotak Dokumen Usut Kasus Proyek Rp 9,6 Miliar

    23/07/2026  ❘  20:30 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
  • Dana Asing Kabur, IHSG Tetap Bertahan! Ini Fakta yang Mengejutkan Investor

    Dana Asing Kabur, IHSG Tetap Bertahan! Ini Fakta yang Mengejutkan Investor

    13/07/2026  ❘  09:49 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan