Kepergok Saat Bongkar Kabel PJU, Komplotan Ini Kabur Tinggalkan Motor dan Parang
Ilustrasi pencurian kabel bawah tanah. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Pekanbaru kembali dihadapkan pada aksi yang mengincar fasilitas publik. Dugaan pencurian kabel bawah tanah berhasil digagalkan petugas Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru saat patroli rutin berlangsung di Jalan Perkutut, Kecamatan Bukit Raya, Senin, 8 Juni 2026.
Peristiwa itu terjadi ketika sebagian besar warga masih tertidur. Jam menunjukkan sekitar pukul 02.50 WIB. Udara malam masih terasa dingin saat tim Penerangan Jalan Umum atau PJU menyusuri sejumlah ruas jalan.
Patroli malam tersebut awalnya berjalan biasa. Petugas memantau kondisi lampu jalan dan jaringan pendukungnya. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan hingga mereka tiba di kawasan Jalan Perkutut.
Dari kejauhan, beberapa sosok terlihat bergerak di sekitar tiang lampu jalan. Aktivitas itu langsung menarik perhatian petugas. Apalagi lokasi tersebut berada tepat di area jaringan kabel bawah tanah.
Saat kendaraan patroli mendekat, kondisi di lapangan mulai terlihat jelas. Tanah di sekitar tiang sudah terbuka. Bekas galian tampak baru dan masih berserakan di tepi jalan. Petugas lalu menghampiri lokasi. Dalam hitungan detik, suasana berubah tegang. Orang-orang yang berada di sana mendadak berhamburan melarikan diri.
Mereka meninggalkan seluruh aktivitas yang sedang dilakukan. Tidak ada kesempatan membawa peralatan. Semua ditinggalkan demi menyelamatkan diri dari kejaran petugas.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengatakan aksi tersebut pertama kali diketahui tim PJU yang sedang berpatroli. "Petugas PJU yang sedang patroli memergoki mereka yang diduga melakukan pencurian kabel bawah tanah," kata Masykur Tarmizi, Senin, 8 Juni 2026.
Setelah lokasi diamankan, petugas mulai memeriksa area sekitar. Hasilnya cukup mencengangkan. Pelaku ternyata sudah bekerja cukup jauh sebelum kepergok. Tanah digali hingga kedalaman sekitar 30 sentimeter. Galian itu dibuat pada beberapa titik dekat tiang PJU.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas sudah berlangsung beberapa waktu. Bila tidak terhenti malam itu, kabel bawah tanah berpotensi raib. Kerugian tidak hanya menyangkut material. Fasilitas penerangan jalan juga dapat terganggu.
Di tengah pemeriksaan lokasi, petugas menemukan sebuah petunjuk penting. Sebuah sepeda motor Honda Beat putih tertinggal di dekat area galian. Kendaraan itu diduga digunakan pelaku menuju lokasi.
Motor bernomor polisi BM 5052 XC tersebut langsung diamankan. Kendaraan itu menjadi salah satu barang bukti utama. Dari sanalah petugas menemukan banyak petunjuk lain. Di sekitar lokasi juga ditemukan satu gunting besi. Alat tersebut diduga digunakan saat menjalankan aksi. Letaknya tidak jauh dari bekas galian.
Pengejaran sempat dilakukan beberapa saat setelah pelaku melarikan diri. Petugas berusaha mengikuti arah kabur mereka. Situasi sempat memanas ketika pelaku memberikan ancaman. "Sempat dilakukan pengejaran tetapi pelaku mengancam menggunakan linggis," ujar Masykur Tarmizi.
Ancaman tersebut membuat petugas menghentikan pengejaran. Risiko keselamatan menjadi pertimbangan utama. Pelaku akhirnya menghilang dalam gelapnya malam.
Meski gagal menangkap pelaku, petugas memperoleh banyak barang bukti. Pemeriksaan dilakukan terhadap sepeda motor yang ditinggalkan. Hasilnya membuka gambaran lebih lengkap.
Di dalam jok motor ditemukan sebilah parang. Ada pula satu pisau lipat yang tersimpan bersama barang lainnya. Temuan itu langsung diamankan petugas.
Tidak hanya itu, petugas juga menemukan karung goni. Benda tersebut kerap digunakan untuk membawa barang dalam jumlah besar. Dugaan penggunaannya pun mengarah pada hasil curian.
Kunci T dan obeng juga ditemukan dalam kendaraan tersebut. Peralatan itu menambah daftar barang yang diamankan. Semua barang kemudian dicatat untuk kebutuhan penyelidikan.
Satu temuan lain ikut menarik perhatian. Petugas menemukan selembar kertas kutipan pengamanan iuran ruko. Dokumen tersebut berasal dari wilayah Kelurahan Tangkerang Labuai.
Seluruh barang bukti kini berada dalam pengamanan. Identifikasi dilakukan untuk membantu mengungkap pelaku. Setiap petunjuk menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Kasus pencurian kabel bawah tanah bukan persoalan sepele. Fasilitas penerangan jalan merupakan kebutuhan masyarakat. Saat jaringan terganggu, dampaknya dapat dirasakan banyak orang.
Lampu jalan yang padam dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Aktivitas warga juga menjadi kurang nyaman. Kondisi tersebut sering memunculkan persoalan keamanan lainnya. Karena alasan itu, pengawasan terus diperketat. Patroli rutin tetap dilakukan pada titik-titik rawan. Langkah tersebut menjadi benteng pertama melindungi aset publik.
Dishub Pekanbaru juga bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut. Laporan polisi segera disiapkan. Proses hukum diharapkan dapat mengungkap seluruh pelaku. "Kami sudah meminta anggota membuat laporan polisi. Semoga pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum," kata Masykur Tarmizi.
Kini, yang tersisa di Jalan Perkutut hanya bekas galian dan jejak pelarian. Pelaku memang berhasil lolos malam itu. Meski begitu, motor, senjata tajam, dan berbagai barang yang tertinggal bisa menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap identitas mereka satu per satu. R-02

