Haaland Dibungkam, Odegaard Menyelamatkan Muka! Norwegia Nyaris Tumbang dari Maroko
Pemain Norwegia, Martin Odegaard, berebut bola dengan pemain Maroko dalam laga uji coba di Harrison, AS, Senin dini hari, 8 Juni 2026.(sumber: Getty Images via AFP)
JAKARTA, SabangMerauke News - Laga Maroko melawan Norwegia menjelang Piala Dunia 2026 menyuguhkan cerita menarik. Pertandingan berlangsung di Stadion Sports Illustrated, New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 8 Juni 2026 dini hari WIB. Duel ini menjadi panggung dua tim penuh ambisi.
Skor akhir menunjukkan angka yang sama kuat. Maroko dan Norwegia berbagi hasil imbang 1-1. Hasil tersebut menyisakan catatan penting menjelang turnamen terbesar di dunia. Maroko tampil lebih tajam sejak awal laga. Tim asal Afrika Utara itu langsung menekan pertahanan lawan. Norwegia terlihat kesulitan keluar dari tekanan.
Baru delapan menit pertandingan berjalan, kejutan langsung muncul. Brahim Diaz mencatatkan namanya di papan skor. Gol itu membuat stadion mendadak bergemuruh. Serangan bermula dari sisi kiri lapangan. Abde Ezzalzouli mengirim umpan matang ke kotak penalti. Brahim Diaz menyambut bola dengan penyelesaian tenang.
Kiper Norwegia, Orjan Nyland, gagal mengantisipasi arah bola. Maroko unggul cepat dengan skor 1-0. Keunggulan itu membuat permainan semakin hidup. "Tim tampil agresif sejak menit pertama," ujar Mohamed Ouahbi, pelatih Timnas Maroko.
Gol tersebut bukan sekadar angka. Maroko memperlihatkan organisasi permainan yang rapi. Transisi menyerang berjalan sangat efektif. Norwegia mencoba merespons keadaan. Martin Odegaard mulai mengatur ritme permainan. Erling Haaland dan Alexander Sorloth terus mencari ruang.
Sayangnya, pertahanan Maroko tampil disiplin sepanjang laga. Issa Diop dan Chadi Riad berdiri kokoh di jantung pertahanan. Setiap serangan berhasil dipatahkan dengan baik. Haaland menjadi sorotan sepanjang pertandingan. Mesin gol milik Norwegia itu gagal menemukan sentuhan terbaik. Ruang geraknya tertutup hampir sepanjang laga.
Bahkan beberapa peluang udara gagal dimaksimalkan. Bola lebih sering menjauh dari area berbahaya. Frustrasi mulai terlihat di wajah penyerang Manchester City tersebut. Di sisi lain, Maroko terus menekan. Achraf Hakimi berkali-kali membantu serangan dari sektor kanan. Kombinasi cepat membuat Norwegia kerepotan.
Masalah mulai muncul bagi Maroko menjelang pertengahan babak pertama. Noussair Mazraoui mengalami benturan keras. Bek sayap tersebut akhirnya ditarik keluar lapangan. Cedera itu menjadi kabar kurang menyenangkan. Piala Dunia hanya tinggal hitungan hari. Kondisi beberapa pemain mulai menjadi perhatian serius.
Mazraoui digantikan Youssef Belammari. Pergantian tersebut sedikit mengubah keseimbangan permainan. Maroko kehilangan salah satu motor serangan. Belum selesai sampai di situ. Menjelang turun minum, Abde Ezzalzouli juga merasakan gangguan fisik. Pemain yang memberi assist gol pembuka terpaksa keluar.
"Kami masih menunggu pemeriksaan lanjutan," kata Mohamed Ouahbi, pelatih Timnas Maroko. Kondisi itu menambah daftar kekhawatiran tim pelatih. Sebelumnya, Chemsdine Talbi dan Nayef Aguerd juga belum sepenuhnya pulih. Situasi ruang medis mulai terasa ramai.
Meski kehilangan beberapa pemain, Maroko tetap mendominasi pertandingan. Penguasaan ruang berjalan sangat baik. Norwegia dipaksa bermain lebih hati-hati. Babak pertama berakhir dengan keunggulan Maroko. Skor 1-0 bertahan hingga jeda. Singa Atlas terlihat lebih siap menghadapi tekanan.
Memasuki babak kedua, arah permainan mulai berubah. Norwegia meningkatkan tempo serangan. Intensitas pressing terlihat jauh lebih tinggi. Pelatih Stale Solbakken melakukan beberapa perubahan. Sejumlah pemain segar masuk lapangan. Tujuannya jelas, mencari gol penyeimbang.
Oscar Bobb menjadi salah satu kartu penting. Pemain muda tersebut masuk dari bangku cadangan. Kehadirannya langsung memberi energi baru. Pergerakan Bobb membuat pertahanan Maroko lebih sibuk. Ia beberapa kali menusuk dari sisi kanan. Kecepatannya menciptakan ancaman berbeda.
Pada menit ke-75, momen yang ditunggu akhirnya datang. Oscar Bobb membawa bola hingga garis akhir. Umpan tariknya meluncur ke depan gawang. Martin Odegaard datang tanpa kawalan berarti. Kapten Norwegia itu langsung menyambar bola. Skor berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut mengubah suasana pertandingan. Norwegia kembali percaya diri. Maroko dipaksa bekerja lebih keras menjaga keseimbangan. "Kami terus percaya sampai akhir laga," ujar Martin Odegaard, kapten Timnas Norwegia.
Setelah gol penyeimbang tercipta, pertandingan semakin terbuka. Kedua tim sama-sama mencari kemenangan. Peluang silih berganti bermunculan. Maroko sempat mengancam melalui Bilal El Khannouss. Beberapa peluang lain juga tercipta. Penyelesaian akhir menjadi kendala utama.
Norwegia juga tidak tinggal diam. Serangan balik cepat beberapa kali merepotkan lawan. Pertahanan Maroko tetap mampu bertahan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Hasil imbang 1-1 menjadi penutup pertandingan. Kedua tim harus puas berbagi angka.
Di balik hasil tersebut, ada sejumlah pesan penting. Maroko kembali menunjukkan kualitas kolektif. Organisasi permainan mereka terlihat matang. Empat tahun lalu, Maroko mencetak sejarah besar. Singa Atlas menjadi negara Afrika pertama mencapai semifinal Piala Dunia. Semangat itu masih terasa hingga sekarang.
Meski demikian, masalah cedera menjadi ancaman nyata. Kondisi Mazraoui dan Ezzalzouli masih menunggu kepastian. Tim pelatih berharap situasi segera membaik. "Kesehatan pemain menjadi fokus utama saat ini," ujar Mohamed Ouahbi, pelatih Timnas Maroko.
Maroko tergabung di Grup C Piala Dunia 2026. Mereka akan menghadapi Brasil, Skotlandia, dan Haiti. Laga pertama kontra Brasil digelar 14 Juni 2026. Tantangan berat sudah menanti di depan. Brasil menjadi lawan pembuka yang tidak mudah. Setiap pemain harus berada dalam kondisi terbaik.
Norwegia juga membawa cerita menarik. Tim Skandinavia kembali ke Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun. Momen tersebut sangat dinantikan para pendukung. Norwegia tergabung di Grup I. Mereka akan menghadapi Irak, Senegal, dan Prancis. Laga pembuka melawan Irak berlangsung pada 17 Juni 2026.
Hasil imbang melawan Maroko menjadi bahan evaluasi penting. Ketergantungan terhadap Odegaard dan Haaland masih terlihat jelas. Variasi serangan perlu diperbaiki. Meski gagal menang, Norwegia menemukan satu kabar baik. Oscar Bobb tampil impresif setelah masuk lapangan. Kontribusinya memberi warna berbeda dalam serangan.
Sementara itu, Maroko pulang dengan rasa campur aduk. Permainan mereka menjanjikan. Daftar cedera justru menjadi bayangan yang mengganggu. Saat malam berakhir di New Jersey, skor memang hanya 1-1. Akan tetapi cerita di balik pertandingan jauh lebih besar. Maroko memperlihatkan ketangguhan, sedangkan Norwegia menunjukkan daya juang.
Piala Dunia tinggal menghitung hari. Dua tim ini sudah mengirim pesan awal kepada para pesaing. Tidak ada kemenangan malam itu, tetapi sinyal kekuatan sudah terlihat jelas. R-02

