Petaka di Hungaria! Veda Ega Dihukum, Poin Melayang, Posisi Klasemen Ambruk
Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama (sumber: Honda Team Asia)
JAKARTA, SabangMerauke News — Hasil Moto3 Hungaria 2026 menghadirkan cerita berbeda bagi dua pembalap muda. Maximo Quiles berpesta di podium tertinggi. Sementara Veda Ega Pratama harus berjuang keras menyelamatkan poin terakhir.
Balapan seri kedelapan Moto3 2026 berlangsung di Sirkuit Balaton Park, Minggu, 7 Juni 2026. Lintasan baru itu menghadirkan banyak drama sejak lap pertama. Perhatian publik Indonesia tertuju kepada Veda Ega. Pembalap Honda Team Asia tersebut memulai balapan dari barisan depan.
Harapan tinggi muncul sebelum lampu start padam. Apalagi performanya sepanjang akhir pekan cukup menjanjikan. Begitu balapan dimulai, Veda langsung tampil agresif. Pembalap berusia 17 tahun itu melesat ke posisi keenam.
Tikungan pertama menjadi panggung keberaniannya. Beberapa rival berhasil dilewati dengan mulus. Saat banyak pembalap masih mencari ritme, Veda justru tampil percaya diri. Posisinya sempat membuka peluang masuk rombongan depan.
Akan tetapi, situasi berubah cukup cepat. Hukuman long lap penalty mulai menghantui peluangnya. Sanksi tersebut berasal dari pelanggaran sebelumnya. Veda harus menjalani hukuman saat balapan berlangsung.
Ketika memasuki lap ketiga, Veda mengambil jalur penalti. Keputusan itu membuat banyak posisi hilang sekaligus. Dalam hitungan detik, posisinya merosot jauh.
Dari papan tengah depan menjadi penghuni barisan belakang. Balapan yang awalnya terlihat menjanjikan berubah rumit. Veda dipaksa memulai perjuangan dari bawah.
Di sisi lain, Maximo Quiles tampil sangat tenang. Pembalap CFMoto Aspar Team itu langsung mengendalikan jalannya balapan. David Almansa sempat memberi tekanan. Jarak keduanya beberapa kali terlihat cukup dekat.
Meski begitu, Quiles tidak kehilangan kendali. Setiap lap dilalui dengan kecepatan stabil. Perlahan, jarak dengan para pesaing semakin melebar. Balapan mulai terlihat seperti milik pembalap Spanyol tersebut.
Sementara itu, Veda masih sibuk mengejar ketertinggalan. Posisinya naik turun sepanjang lomba. Empat lap setelah hukuman dijalani, Veda kembali masuk posisi lima belas besar. Semangat juangnya kembali terlihat.
Persaingan di kelompok tengah berlangsung ketat. Selisih waktu antar pembalap sangat tipis. Kesalahan kecil bisa membuat posisi berubah drastis. Hal itu beberapa kali dialami Veda.
Saat balapan memasuki fase akhir, situasi semakin menegangkan. Veda masih berjuang mempertahankan peluang poin. Di depan, Quiles terus menjauh tanpa gangguan berarti. Tidak ada pembalap yang mampu menyamai kecepatannya.
Ketika garis finis semakin dekat, drama muncul lagi. Sejumlah pembalap terlibat insiden sengit dalam perebutan posisi podium. Kecelakaan tersebut mengubah hasil akhir lomba. Beberapa nama gagal menyelesaikan balapan.
Insiden itu membawa sedikit keuntungan bagi Veda. Posisinya terdongkrak menjelang finis. Akhirnya, Veda menyentuh garis finis di posisi ke-15. Satu poin berhasil diamankan dari balapan sulit tersebut.
Sementara Maximo Quiles keluar sebagai pemenang. Catatan waktunya mencapai 35 menit 17,107 detik. David Almansa finis di posisi kedua. Alvaro Carpe melengkapi podium ketiga.
Hasil tersebut mempertegas dominasi Quiles musim ini. Dari delapan seri, empat kemenangan sudah diraih. Statistik itu menunjukkan konsistensi luar biasa. Tidak banyak pembalap mampu menyamai pencapaiannya.
Kemenangan di Hungaria membuat Quiles semakin nyaman. Posisi puncak klasemen semakin sulit digoyang. Saat ini Quiles mengoleksi 170 poin. Keunggulannya mencapai puluhan poin dari rival terdekat.
Alvaro Carpe berada di posisi kedua. Pembalap Red Bull KTM Ajo itu mengumpulkan 111 poin. Persaingan di belakang justru semakin panas. Selisih poin antar pembalap tidak terlalu jauh.
Veda menjadi salah satu korban balapan Hungaria. Posisinya di klasemen mengalami penurunan. Sebelum balapan dimulai, peluang masuk tiga besar terbuka. Situasi berubah setelah hasil akhir diumumkan.
Kini Veda berada di luar lima besar klasemen. Koleksi poinnya berada di kisaran 71 hingga 72 poin. Marco Morelli dan David Almansa berhasil menyalip. Persaingan papan tengah semakin ketat.
Meski kehilangan posisi, peluang Veda masih terbuka. Musim 2026 masih menyisakan banyak balapan. Performa pembalap asal Indonesia tersebut tetap menjanjikan. Kecepatan dasarnya terlihat sepanjang akhir pekan.
Masalah utama muncul dari hukuman penalti. Faktor itu mengubah arah balapan secara drastis. Banyak pengamat menilai Veda memiliki kecepatan bersaing. Potensi masuk sepuluh besar sebenarnya cukup besar.
Balapan Hungaria menjadi pelajaran berharga. Setiap detail kecil dapat menentukan hasil akhir. Di level Moto3, satu kesalahan sering berakibat mahal. Selisih beberapa detik bisa menghapus peluang podium.
Kini fokus Veda beralih ke seri berikutnya. Balapan selanjutnya akan berlangsung di Brno, Republik Ceko. Lintasan tersebut menyimpan tantangan berbeda. Karakter sirkuit lebih cepat dan teknis.
Bagi Veda, seri berikutnya menjadi kesempatan bangkit. Poin yang hilang di Hungaria masih bisa ditebus. Sementara bagi Quiles, kemenangan ini mempertegas statusnya. Ia semakin dekat menuju impian juara dunia Moto3 2026. Musim memang masih panjang. Akan tetapi, sinyal dominasi Quiles semakin sulit diabaikan. R-02
Berikut ini adalah hasil lengkap Moto3 Hungaria 2026.
- Maximo Quiles (CFMoto Aspar Team)
- Davide Almansa (Liqui Moly Dynavolt)
- Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo)
- Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo)
- Marco Morelli (CFMoto Aspar Team)
- Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3)
- Adria Cruches (CIP Green Power)
- Jesus Rios (Rivacold Snipers)
- Casey O'Gorman (SIC56 Squadra Corse)
- Adrian Fernandez (Leopard Racing)
- Scott Ogden (CIP Green Power)
- Joel Kelso (GRYD Racing)
- Joel Esteban (Level Up MTA)
- Conor Buchanan (CODE Motorsports)
- Matteo Bertelle (Level Up MTA)
- Veda Ega Pratama (Honda Team Asia)
- Ryusei Yamanaka (AEON Credit)
- Eddie O'Shea (GRYD Racing)
- Leo Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse)
- Zen Mitani (Honda Team Asia)

