10 Kali Teror Jalanan, Pocong Viral di Kuansing Ternyata Dua Pemuda Ini
Ilustrasi dan infografis penangkapan 2 pocong palsu di Kuansing. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Misteri pocong yang beberapa kali menghebohkan warga Teluk Kuantan akhirnya terungkap. Dua pemuda berhasil diamankan Satreskrim Polres Kuantan Singingi saat beraksi pada Sabtu malam, 6 Juni 2026. Keduanya ternyata sengaja membuat konten demi mengejar popularitas media sosial.
Penangkapan berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB. Lokasinya berada di Jalan Proklamasi, Desa Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah. Saat itu keduanya sedang berkeliling menggunakan sepeda motor.
Dua pemuda tersebut berinisial FS, 20 tahun, dan AFM, 18 tahun. Keduanya merupakan warga Kelurahan Pasar Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah. Polisi kemudian membawa mereka untuk dimintai keterangan.
Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, mengatakan aksi tersebut sengaja dilakukan untuk hiburan sekaligus membuat konten viral. "Mereka menggunakan kostum menyerupai pocong untuk membuat konten media sosial," kata Hidayat Perdana, Minggu, 7 Juni 2026.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan fakta menarik. Kostum pocong itu ternyata dibeli melalui aplikasi belanja daring pada awal Mei 2026. Ide tersebut muncul setelah keduanya melihat tayangan serupa.
Konten pocong yang ramai di TikTok memicu rasa penasaran. Mereka lalu mencoba membuat versi sendiri. "Pengakuan mereka terinspirasi dari tayangan di TikTok," ujar Hidayat Perdana.
Yang mengejutkan, aksi itu bukan dilakukan sekali. Selama sebulan terakhir, kedua pemuda tersebut sudah berulang kali turun ke jalan. Mereka menjadikan malam hari sebagai waktu favorit beraksi.
Menurut polisi, jumlah aksinya mencapai sekitar sepuluh kali. Mereka biasanya mulai bergerak sejak pukul 20.00 WIB. Aktivitas berakhir menjelang tengah malam.
Kawasan yang menjadi sasaran cukup beragam. Mulai dari Perumnas Taluk hingga Beringin Taluk. Taman Jalur dan Bundaran Carano juga pernah menjadi lokasi kemunculan mereka.
Warga yang berpapasan sering dibuat terkejut. Beberapa pengendara bahkan mengaku ketakutan. Apalagi aksi dilakukan saat jalan mulai sepi.
Cerita tentang pocong keliling itu cepat menyebar. Percakapan warga dipenuhi berbagai spekulasi. Sebagian mengaitkan dengan cerita mistis yang berkembang.
Padahal kenyataannya jauh berbeda. Sosok yang dianggap menyeramkan itu hanyalah dua pemuda. Mereka menggunakan kostum putih dan berkeliling kota.
Laporan masyarakat akhirnya sampai ke polisi. Keluhan terus berdatangan dalam beberapa waktu terakhir. Aparat kemudian melakukan penelusuran.
Satreskrim Polres Kuansing bergerak mencari pelaku. Hasilnya, kedua pemuda tersebut berhasil ditemukan saat kembali beraksi. Polisi langsung mengamankan mereka. "Kami menerima laporan warga yang merasa terganggu," kata Hidayat Perdana.
Kapolres menilai aksi tersebut memang tidak masuk kategori tindak pidana berat. Meski begitu, dampaknya tetap menimbulkan keresahan. Ketertiban masyarakat ikut terganggu.
Setelah menjalani pemeriksaan, FS dan AFM diminta membuat surat pernyataan. Isinya berupa permintaan maaf kepada masyarakat Kuantan Singingi. Mereka juga berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Kasus ini menjadi gambaran baru fenomena media sosial. Banyak anak muda berlomba mencari perhatian dunia maya. Kadang cara yang dipilih justru merugikan orang lain.
Hidayat Perdana mengingatkan generasi muda lebih bijak menggunakan media sosial. Popularitas tidak seharusnya dicari dengan menciptakan keresahan. "Jangan mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat demi viral," tegas Hidayat Perdana.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat menyikapi informasi. Setiap kabar yang beredar perlu diperiksa kebenarannya. Langkah tersebut penting untuk mencegah penyebaran hoaks.
Kini misteri pocong jalanan Teluk Kuantan sudah terjawab. Tidak ada cerita gaib di balik kemunculan sosok tersebut. Yang ada hanyalah dua pemuda yang terlalu bersemangat mengejar perhatian dunia maya.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting. Konten kreatif tetap bisa dibuat tanpa meresahkan masyarakat. Sebab satu video viral tidak sebanding dengan rasa takut yang ditinggalkan di tengah warga. R-02

