Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Tabanan dan Makan Siang Bersama Siswa
Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan, Bali, Minggu. Foto : Istimewa
BALI, SabangMerauke News - Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan, Bali, Minggu. Kunjungan tersebut diwarnai momen makan siang bersama siswa dan orang tua. Suasana hangat terlihat setelah Presiden menyampaikan arahan kepada calon peserta didik.
Kegiatan makan siang berlangsung sekitar pukul 12.36 Wita setelah pengarahan selesai disampaikan. Presiden kemudian menuju area makan bersama rombongan di belakang sekolah. Suasana kebersamaan langsung tercipta saat seluruh peserta berkumpul dalam satu lokasi.
Prabowo didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf serta Kepala SRMP 17 I Putu Jaya Negara. Seorang siswa memimpin doa sebelum seluruh peserta mulai menikmati hidangan bersama. Prosesi sederhana tersebut berlangsung tertib dan penuh keakraban sepanjang kegiatan berlangsung.
Presiden duduk bersama siswa dan orang tua pada meja makan berukuran panjang. Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, ayam goreng, tempe bumbu, serta telur. Paket makanan tersebut merupakan bagian program Makan Bergizi Gratis bagi peserta didik.
Di sela makan siang, Prabowo beberapa kali berbincang dengan siswa dan orang tua. Percakapan berlangsung santai sambil mendengarkan pengalaman peserta terkait pendidikan. Interaksi tersebut memperlihatkan kedekatan Presiden dengan masyarakat penerima manfaat program.
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan program Sekolah Rakyat di Indonesia. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan masih sangat besar saat ini. Program tersebut terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak peserta didik.
“Saya gembira melihat perkembangan Sekolah Rakyat, usaha masih sangat besar karena peminatnya banyak,” kata Prabowo saat memberikan arahan kepada peserta.
Data sekolah menunjukkan SRMP 17 memiliki 74 siswa pada tahun ajaran sebelumnya. Peserta didik berasal dari Tabanan, Denpasar, Badung, hingga Buleleng di Bali. Kegiatan belajar didukung sebelas guru serta tujuh belas tenaga kependidikan sekolah.
Tahun ini jumlah calon peserta didik meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Sekolah telah menjangkau lebih dari 400 murid baru dari berbagai daerah. Proses penerimaan masih berlangsung hingga dimulainya tahun ajaran baru mendatang.(R-03)

