Kapolsek Turun Gunung! Pembalap Liar Bagan Batu Kocar-Kacir, Motor Langsung Disita
Tiga unit sepeda motor diamankan dalam razia di Jalan Jenderal Sudirman, Baganbatu, Sabtu malam, 6 Juni 2026. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News – Aksi balap liar di Bagan Batu kembali menjadi sorotan. Jajaran Polsek Bagan Sinembah menggelar razia besar di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bagan Batu Kota, Sabtu malam, 6 Juni 2026.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 23.00 WIB. Sebanyak 25 personel Polsek diterjunkan. Lima personel BKO Lalu Lintas ikut memperkuat pengamanan. Operasi ini langsung dipimpin Kapolsek Bagan Sinembah, AKP Gian Wiatma Jonimandala STK SIK MH.
Jalan Jenderal Sudirman selama ini kerap menjadi perhatian. Saat malam akhir pekan tiba, lokasi tersebut sering dipadati kendaraan. Suara knalpot bising kerap mengganggu warga sekitar. Balap liar bukan sekadar adu cepat. Aktivitas itu menyimpan risiko besar. Kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Pengguna jalan lain juga terancam menjadi korban.
Petugas bergerak menyisir sejumlah titik rawan. Pemeriksaan dilakukan terhadap kendaraan yang mencurigakan. Fokus utama tertuju pada motor tanpa identitas serta penggunaan knalpot tidak sesuai standar.
Hasilnya cukup mengejutkan. Tiga unit sepeda motor berhasil diamankan. Seluruh kendaraan tidak menggunakan nomor polisi. Motor pertama merupakan Yamaha NMax hitam. Motor kedua Yamaha Jupiter MX hitam. Satu unit lainnya, Yamaha Aerox berwarna pink.
Ketiga kendaraan diduga digunakan untuk balap liar. Knalpot yang digunakan juga tidak sesuai spesifikasi. Kendaraan tersebut langsung dibawa petugas.
AKP Gian Wiatma mengatakan operasi tersebut menjadi bagian dari kegiatan Cipta Kondisi dan KRYD. Langkah itu juga menindaklanjuti arahan Kapolres Rokan Hilir. "Kami tidak memberi ruang bagi balap liar," kata Gian Wiatma.
Menurutnya, balap liar sangat membahayakan keselamatan. Aktivitas itu sering memicu kecelakaan serius. Gangguan ketertiban masyarakat juga sering muncul.
Ia menegaskan penindakan akan terus dilakukan. Polisi tidak hanya bergerak saat ada laporan. Pengawasan rutin tetap digelar pada jam-jam rawan. "Kegiatan ini bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat," ujarnya.
Di balik suara mesin yang meraung, ada ancaman besar mengintai. Banyak pelaku balap liar masih berusia muda. Mereka sering menganggap jalan raya sebagai arena perlombaan.
Padahal kondisi jalan umum sangat berbeda. Kendaraan lain tetap melintas. Risiko tabrakan selalu terbuka lebar.
Karena itu, Polsek Bagan Sinembah tidak hanya mengandalkan penindakan. Edukasi juga terus diberikan. Sosialisasi bahaya balap liar menjadi agenda rutin.
Orang tua ikut mendapat perhatian khusus. Pengawasan terhadap anak-anak dinilai penting. Langkah sederhana itu dapat mencegah keterlibatan remaja dalam balap liar.
Masyarakat menyambut positif operasi tersebut. Banyak warga merasa lebih nyaman. Lingkungan menjadi lebih tenang saat malam hari. Beberapa warga mengaku sering terganggu suara knalpot bising. Suara itu terdengar hingga larut malam. Kondisi tersebut mengganggu waktu istirahat.
Keberadaan polisi di lapangan memberi rasa aman. Warga berharap operasi serupa terus berlanjut. Pengawasan rutin dianggap mampu menekan pelanggaran. Fenomena balap liar memang tidak muncul dalam semalam. Aktivitas tersebut berkembang karena adanya ruang dan kesempatan. Saat pengawasan meningkat, ruang gerak pelaku menjadi lebih sempit.
Polsek Bagan Sinembah kini terus memetakan lokasi rawan. Patroli malam diperkuat. Titik-titik yang sering dijadikan arena balap mendapat perhatian khusus. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kamtibmas. Jalan raya diharapkan kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Bukan menjadi arena adu kecepatan.
Hingga operasi berakhir, situasi tetap aman. Tidak ditemukan gangguan berarti selama kegiatan berlangsung. Seluruh rangkaian razia berjalan tertib dan kondusif. Malam itu, suara knalpot yang biasanya mendominasi jalan perlahan menghilang. Lampu patroli menjadi penanda hadirnya pengawasan. Pesan tegas pun tersampaikan kepada para pelaku. R-02

