Geger! Pria Hilang Tiga Hari Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Jalan Petapahan
Dua petugas polisi mengevakuasi mayat yang ditemukan warga di areal perkebunan PTPN IV Regional III Kebun Terantam, Jumat sore, 5 Juni 2026. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Penemuan mayat di Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, menggegerkan warga pada Jumat, 5 Juni 2026. Sesosok pria ditemukan terbaring di tepi Jalan Petapahan-Ujung Batu KM 80. Lokasi penemuan berada di kawasan PTPN IV Regional III Kebun Terantam. Identitas korban sempat menjadi misteri selama beberapa jam.
Kabar penemuan tersebut cepat menyebar ke permukiman warga. Banyak masyarakat mendatangi lokasi untuk mencari informasi. Sebagian warga mengaku terkejut dengan peristiwa itu. Kawasan yang biasanya sepi mendadak ramai perhatian.
Laporan pertama diterima Polsek Tapung Hulu pada Jumat sore, 5 Juni 2026. Informasi datang dari masyarakat yang melintas di lokasi. Personel piket segera bergerak menuju tempat kejadian. Pemeriksaan awal langsung dilakukan di lapangan.
Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan, melalui Kapolsek Tapung Hulu, Iptu Riko Rizki Masri, menjelaskan bahwa proses penanganan berlangsung cepat. Polisi berupaya mengungkap identitas korban secepat mungkin. Lokasi kemudian diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Setiap petunjuk di sekitar area diperiksa secara teliti.
"Setelah memastikan kondisi di lokasi, kami segera memanggil Tim Identifikasi Polres Kampar untuk membantu proses identifikasi," kata Riko Rizki Masri.
Saat petugas melakukan pemeriksaan awal, identitas korban belum diketahui. Tidak ditemukan dokumen yang langsung mengarah pada nama korban. Polisi kemudian meminta bantuan Tim Identifikasi Polres Kampar. Langkah tersebut dilakukan agar proses berjalan lebih akurat.
Sekitar pukul 19.30 WIB, tim identifikasi tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan sistematis. Setiap detail dicatat untuk kepentingan penyelidikan.
Di tengah suasana malam yang mulai turun, proses identifikasi terus berlangsung. Polisi berusaha menemukan petunjuk sekecil apa pun. Warga yang berada di sekitar lokasi ikut menunggu perkembangan informasi. Banyak yang penasaran dengan identitas korban.
Hasil identifikasi akhirnya mulai mengarah pada satu nama. Polisi memperoleh sejumlah data yang cukup kuat. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan lanjutan. Langkah berikutnya adalah menghubungi keluarga yang diduga mengenal korban.
Beberapa saat kemudian, keluarga datang ke Polsek Tapung Hulu. Mereka diminta melakukan pencocokan identitas. Proses berlangsung dengan hati-hati demi menghindari kesalahan. Hasilnya membuat suasana berubah haru.
Korban dipastikan bernama Surya Sumanta. Pria tersebut sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu, 3 Juni 2026. Keluarga telah berupaya mencari keberadaannya selama dua hari. Harapan menemukan Surya dalam keadaan selamat akhirnya pupus.
"Setelah mendapatkan identitas tersebut, kami segera melakukan penyelidikan dan menghubungi keluarga korban," ujar Riko Rizki Masri.
Menurut keterangan keluarga, Surya memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Korban pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Informasi tersebut turut menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Polisi mencatat seluruh keterangan keluarga secara lengkap.
Bagi keluarga, dua hari terakhir menjadi masa yang penuh kecemasan. Mereka terus mencari informasi tentang keberadaan Surya. Setiap kabar yang muncul selalu ditindaklanjuti. Penemuan mayat tersebut akhirnya menjawab pencarian panjang itu.
Meski diliputi kesedihan, keluarga menerima hasil identifikasi polisi. Mereka memastikan identitas korban berdasarkan ciri-ciri fisik yang ditemukan. Verifikasi dilakukan secara menyeluruh. Tidak ada keraguan mengenai identitas korban.
Setelah seluruh proses identifikasi selesai, keluarga menyampaikan permintaan khusus. Mereka tidak menginginkan proses autopsi dilakukan. Keluarga memilih menerima kepergian Surya dengan ikhlas. Keputusan tersebut kemudian disampaikan kepada petugas.
Polisi menghormati permintaan keluarga tersebut. Langkah itu diambil setelah identitas korban dipastikan dengan jelas. Seluruh tahapan pemeriksaan juga telah dilakukan. Tidak ditemukan persoalan terkait identitas korban.
"Kami menghormati keputusan keluarga korban. Proses identifikasi telah dilakukan secara cermat dan keluarga telah memberikan konfirmasi yang jelas terkait identitas korban," ungkap Riko Rizki Masri.
Penanganan kasus berlangsung sesuai prosedur kepolisian. Tim identifikasi dan keluarga terlibat dalam seluruh tahapan penting. Dokumentasi dilakukan secara lengkap. Administrasi penyelidikan juga diselesaikan sesuai ketentuan.
Kapolsek menjelaskan pendekatan humanis menjadi perhatian utama. Keluarga korban diberikan pendampingan selama proses berlangsung. Komunikasi dilakukan secara terbuka dan jelas. Tujuannya agar seluruh tahapan berjalan lancar.
"Setelah seluruh proses dokumentasi dan administrasi selesai, kasus tersebut akan ditutup sesuai ketentuan dan permintaan keluarga," kata Riko Rizki Masri.
Penemuan Surya Sumanta menjadi pengingat penting bagi masyarakat. Perhatian terhadap anggota keluarga yang memiliki kondisi khusus sangat diperlukan. Dukungan lingkungan sekitar juga memiliki peran besar. Kepedulian dapat membantu mencegah berbagai risiko.
Di Tapung Hulu, kisah pencarian Surya akhirnya berakhir. Jalan perkebunan yang sunyi menjadi saksi penemuan tersebut. Keluarga yang sebelumnya berharap kabar baik harus menerima kenyataan pahit. Duka menyelimuti rumah keluarga pada Jumat malam itu.
Saat garis polisi mulai dilepas dan aktivitas kembali normal, cerita tentang Surya masih menjadi perbincangan warga. Banyak yang mengenang perjalanan pencarian selama dua hari terakhir. Sebuah misteri yang sempat menyelimuti kawasan kebun sawit akhirnya terjawab. Sayangnya, jawaban itu datang bersama kabar duka yang mendalam. R-02

