SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Dijanjikan Rp22 Juta, Tiga Wanita Nekat Bawa 9 Kg Sabu dan 800 Vape Narkoba ke Medan

      Dijanjikan Rp22 Juta, Tiga Wanita Nekat Bawa 9 Kg Sabu dan 800 Vape Narkoba ke Medan

      13/06/2026  ❘  13:14 WIB
    • Niat Bercanda Malah Berujung Sidang Kode Etik, 4 ASN Jambi Kaget Video Gaji Ke-13 Meledak

      Niat Bercanda Malah Berujung Sidang Kode Etik, 4 ASN Jambi Kaget Video Gaji Ke-13 Meledak

      13/06/2026  ❘  11:59 WIB
    • Mobil Narkoba dari Bengkalis Tersandung di SPBU Merangin, Isinya 53 Ribu Ekstasi

      Mobil Narkoba dari Bengkalis Tersandung di SPBU Merangin, Isinya 53 Ribu Ekstasi

      13/06/2026  ❘  08:42 WIB
    • Setahun Menggantung, Kasus Ustaz Lecehkan Mahasiswi UINSU Belum Ada Tersangka

      Setahun Menggantung, Kasus Ustaz Lecehkan Mahasiswi UINSU Belum Ada Tersangka

      12/06/2026  ❘  20:27 WIB
  • Nasional
    • BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Demi Efisiensi Anggaran

      BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Demi Efisiensi Anggaran

      13/06/2026  ❘  12:53 WIB
    • MBG Boroskan Uang Negara Rp 1 Triliun per Bulan, Tapi Gaji Guru Tak Layak dan Ruang Sekolah Banyak Rusak

      MBG Boroskan Uang Negara Rp 1 Triliun per Bulan, Tapi Gaji Guru Tak Layak dan Ruang Sekolah Banyak Rusak

      13/06/2026  ❘  12:45 WIB
    • Pekerjaan Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran, AI dan PHK Massal Hantam Kelas Profesional

      Pekerjaan Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran, AI dan PHK Massal Hantam Kelas Profesional

      13/06/2026  ❘  11:57 WIB
    • Berawal Dari Temuan BPK Soal Dana BOS, 500 Kepala Sekolah Dipaksa Mengundurkan Diri

      Berawal Dari Temuan BPK Soal Dana BOS, 500 Kepala Sekolah Dipaksa Mengundurkan Diri

      13/06/2026  ❘  09:26 WIB
  • Ekonomi
    • Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: 2029 Arena Pertarungan Banteng, Garuda dan Gajah

      Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: 2029 Arena Pertarungan Banteng, Garuda dan Gajah

      13/06/2026  ❘  17:45 WIB
    • Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh 7,91 Persen, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Belanja Daerah Efektif dan Tepat Sasaran

      Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh 7,91 Persen, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Belanja Daerah Efektif dan Tepat Sasaran

      13/06/2026  ❘  08:50 WIB
    • Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sabtu 13 Juni 2026, Antam Tembus Rp 2,8 Juta per Gram

      Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sabtu 13 Juni 2026, Antam Tembus Rp 2,8 Juta per Gram

      13/06/2026  ❘  08:40 WIB
    • Rupiah Bangkit dari Tekanan, Dolar AS Dipaksa Mundur dari Level Rp18.000

      Rupiah Bangkit dari Tekanan, Dolar AS Dipaksa Mundur dari Level Rp18.000

      12/06/2026  ❘  18:34 WIB
  • Politik
    • Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      09/06/2026  ❘  19:17 WIB
    • Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      08/06/2026  ❘  11:49 WIB
    • Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      06/06/2026  ❘  19:35 WIB
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
  • Hukrim
    • Diduga Eksploitasi Cucu dan Anak Jadi Manusia Silver, Polisi Tangkap Pasutri di Riau

      Diduga Eksploitasi Cucu dan Anak Jadi Manusia Silver, Polisi Tangkap Pasutri di Riau

      13/06/2026  ❘  17:56 WIB
    • Tiga Bocah Silver di Pelalawan Mengaku Takut Pulang Jika Tidak Bawa Uang Rp500 Ribu

      Tiga Bocah Silver di Pelalawan Mengaku Takut Pulang Jika Tidak Bawa Uang Rp500 Ribu

      13/06/2026  ❘  17:47 WIB
    • PT Panca Surya Agrindo Digugat Pemerintah Desa Suka Maju ke PN Pasir Pangaraian, Diduga Kuasai Lahan Transmigrasi 990 Hektare Jadi Kebun Kelapa Sawit

      PT Panca Surya Agrindo Digugat Pemerintah Desa Suka Maju ke PN Pasir Pangaraian, Diduga Kuasai Lahan Transmigrasi 990 Hektare Jadi Kebun Kelapa Sawit

      13/06/2026  ❘  14:55 WIB
    • Ahli Patahkan Dalih Risiko Bisnis dalam Kasus Korupsi Kredit BRI Perawang Rugikan Negara Rp 14,6 Miliar

      Ahli Patahkan Dalih Risiko Bisnis dalam Kasus Korupsi Kredit BRI Perawang Rugikan Negara Rp 14,6 Miliar

      13/06/2026  ❘  08:35 WIB
  • Umum
    • Mengenal ‘Social Battery’, Penyebab Seseorang Tiba-tiba Malas Bersosialisasi dan Mudah Lelah

      Mengenal ‘Social Battery’, Penyebab Seseorang Tiba-tiba Malas Bersosialisasi dan Mudah Lelah

      13/06/2026  ❘  08:22 WIB
    • Komedian Senior Bolot Alami Serangan Jantung, Dokter Ungkap Tanda Nyeri Dada Berbahaya yang Sering Disepelekan

      Komedian Senior Bolot Alami Serangan Jantung, Dokter Ungkap Tanda Nyeri Dada Berbahaya yang Sering Disepelekan

      12/06/2026  ❘  20:09 WIB
    • Jangan Remehkan Jus Jambu Biji! Ahli Ungkap Manfaat Besarnya untuk Penderita Anemia

      Jangan Remehkan Jus Jambu Biji! Ahli Ungkap Manfaat Besarnya untuk Penderita Anemia

      12/06/2026  ❘  19:50 WIB
    • IKA FISIP Selenggarakan Diskusi Jelang Momentum Pemilihan Rektor Baru: Quo Vadis Universitas Riau?

      IKA FISIP Selenggarakan Diskusi Jelang Momentum Pemilihan Rektor Baru: Quo Vadis Universitas Riau?

      11/06/2026  ❘  20:26 WIB
  • Riau
    • FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

      FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

      13/06/2026  ❘  17:08 WIB
    • Satelit BMKG Pantau 87 Titik Panas Kepung Sumatera! 8 Hotspot Membara di Riau

      Satelit BMKG Pantau 87 Titik Panas Kepung Sumatera! 8 Hotspot Membara di Riau

      13/06/2026  ❘  11:48 WIB
    • BMKG Warning! Delapan Titik Panas Muncul di Riau, Pelalawan Jadi Sorotan

      BMKG Warning! Delapan Titik Panas Muncul di Riau, Pelalawan Jadi Sorotan

      13/06/2026  ❘  11:41 WIB
    • Tekan Angka Kecelakaan, PT HK Bersama Polda Riau dan Polres Siak Bagikan Kopi Gratis di Tol Permai

      Tekan Angka Kecelakaan, PT HK Bersama Polda Riau dan Polres Siak Bagikan Kopi Gratis di Tol Permai

      13/06/2026  ❘  11:28 WIB
  • Sport
    • Amerika Mengamuk! Paraguay Kebobolan 4 Gol, Balogun Menari di Los Angeles

      Amerika Mengamuk! Paraguay Kebobolan 4 Gol, Balogun Menari di Los Angeles

      13/06/2026  ❘  10:26 WIB
    • Duel Penentu Nasib! Haiti dan Skotlandia Berebut Tiket Mimpi Sebelum Brasil Mengamuk

      Duel Penentu Nasib! Haiti dan Skotlandia Berebut Tiket Mimpi Sebelum Brasil Mengamuk

      13/06/2026  ❘  10:04 WIB
    • Tanpa Neymar! Brasil Bawa Lima Bintang, Maroko Datang Tanpa Takut di New Jersey

      Tanpa Neymar! Brasil Bawa Lima Bintang, Maroko Datang Tanpa Takut di New Jersey

      13/06/2026  ❘  08:59 WIB
    • Lolos Penuh Kontroversi, Qatar Langsung Dihadang Tembok Bernama Swiss

      Lolos Penuh Kontroversi, Qatar Langsung Dihadang Tembok Bernama Swiss

      13/06/2026  ❘  07:32 WIB
  • Opini
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
  • Internasional
    • Draf Perdamaian Hampir Rampung, Iran Mulai Buka Sinyal Positif ke AS

      Draf Perdamaian Hampir Rampung, Iran Mulai Buka Sinyal Positif ke AS

      13/06/2026  ❘  13:57 WIB
    • Perang Iran-AS Segera Berakhir? Draf Damai Final Disusun, Selat Hormuz Siap Dibuka

      Perang Iran-AS Segera Berakhir? Draf Damai Final Disusun, Selat Hormuz Siap Dibuka

      13/06/2026  ❘  12:11 WIB
    • Putri Pewaris Takhta Thailand Wafat Setelah 4 Tahun Koma, Negeri Gajah Putih Berkabung 15 Hari

      Putri Pewaris Takhta Thailand Wafat Setelah 4 Tahun Koma, Negeri Gajah Putih Berkabung 15 Hari

      12/06/2026  ❘  20:09 WIB
    • Pagi Ancam Iran Habis-Habisan, Sore Hari Trump Mendadak Pilih Damai

      Pagi Ancam Iran Habis-Habisan, Sore Hari Trump Mendadak Pilih Damai

      12/06/2026  ❘  12:21 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Mata Uang Garuda Terdesak! Rupiah Masuk Zona Merah, Pasar Dibayangi Krisis Kepercayaan

05/06/2026  ❘  10:01 WIB • Ekonomi
Bagikan :
Mata Uang Garuda Terdesak! Rupiah Masuk Zona Merah, Pasar Dibayangi Krisis Kepercayaan

Ilustrasi kurs mata uang Dolar AS terhadap Rupiah Indonesia. (sumber: istimewa)

JAKARTA, SabangMerauke News – Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya pada Jumat pagi, 5 Juni 2026. Mata uang Garuda bergerak di atas level Rp18.000 per dolar AS. Angka tersebut menjadi salah satu posisi terlemah sepanjang sejarah perdagangan rupiah. Tekanan datang dari dalam dan luar negeri secara bersamaan.

Perdagangan pagi dimulai dengan suasana yang belum sepenuhnya tenang. Rupiah dibuka di kisaran Rp18.064 per dolar AS. Posisi itu lebih lemah dibanding penutupan sehari sebelumnya. Pasar kembali dihadapkan pada gelombang ketidakpastian yang belum mereda.

Meski bergerak fluktuatif sepanjang pagi, rupiah masih kesulitan menjauh dari zona Rp18.000. Beberapa lembaga mencatat angka berbeda dalam perdagangan intraday. Ada yang mencatat Rp18.015 per dolar AS. Ada juga yang melihat rupiah bergerak di sekitar Rp18.017.

Perbedaan angka itu tidak mengubah satu kenyataan. Rupiah masih berada dalam tekanan besar. Pelaku pasar terus memantau setiap sentimen yang muncul. Setiap kabar mampu mengubah arah perdagangan dalam hitungan menit.

Di kawasan Asia, situasinya juga tidak jauh berbeda. Mayoritas mata uang regional bergerak melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan tekanan terdalam. Ringgit Malaysia dan dolar Taiwan ikut terseret ke zona merah.

Tekanan pada mata uang Asia mencerminkan satu hal. Investor global sedang mencari tempat berlindung yang dianggap aman. Dolar AS kembali menjadi tujuan utama. Ketika ketidakpastian meningkat, arus dana biasanya mengalir ke aset safe haven.

Di balik pergerakan pasar pagi itu, ada cerita besar yang sedang berkembang. Konflik di Timur Tengah kembali memanas. Harapan perdamaian yang sempat muncul mulai memudar. Situasi tersebut membuat pasar global kembali gelisah.

Ketegangan meningkat setelah upaya gencatan senjata menghadapi hambatan baru. Konflik yang melibatkan sejumlah kekuatan regional terus berkembang. Pasar khawatir situasi akan semakin luas. Kekhawatiran itu langsung tercermin pada pergerakan dolar dan harga minyak.

Harga minyak Brent bertahan di atas 90 dolar AS per barel. Angka itu cukup tinggi untuk memicu kekhawatiran inflasi global. Negara-negara pengimpor energi menghadapi tekanan lebih besar. Indonesia termasuk dalam kelompok yang ikut merasakan dampaknya.

Saat harga energi naik, kebutuhan dolar juga meningkat. Permintaan dolar yang lebih tinggi membuat mata uang negara berkembang tertekan. Rupiah akhirnya ikut terdorong ke bawah. Pola tersebut berulang dalam berbagai krisis global.

Tekanan eksternal bukan satu-satunya masalah. Dari dalam negeri, pasar juga menghadapi sejumlah tantangan. Arus modal asing masih terus keluar. Investor memilih mengurangi risiko sambil menunggu arah kebijakan yang lebih jelas.

 

Data pasar menunjukkan pelemahan rupiah sudah berlangsung cukup panjang. Sejak awal tahun 2026, mata uang Garuda kehilangan lebih dari tujuh persen nilainya. Angka itu menjadikan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pelaku pasar.

Jika ditarik lebih jauh, tekanan terbesar terjadi pada kuartal kedua tahun ini. Rupiah mengalami pelemahan hampir enam persen hanya dalam beberapa bulan. Grafik pergerakannya terlihat seperti lereng curam. Investor pun semakin berhati-hati dalam mengambil posisi.

Pasar tidak hanya melihat angka. Pasar juga membaca arah kebijakan dan tingkat kepercayaan. Ketika ketidakpastian meningkat, reaksi investor biasanya lebih cepat. Dana dapat berpindah lintas negara dalam hitungan detik.

Bloomberg melaporkan sebagian pelaku pasar mulai memperkirakan peluang rupiah menuju Rp19.000 per dolar AS pada akhir tahun. Bahkan ada proyeksi lebih agresif menuju Rp20.000 dalam satu tahun mendatang. Prediksi tersebut memperlihatkan tingkat kekhawatiran yang cukup tinggi. Meski begitu, proyeksi tetap dapat berubah sesuai perkembangan ekonomi.

Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia memilih turun langsung ke pasar. Intervensi dilakukan dengan intensitas lebih tinggi. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar. Bank sentral ingin memastikan pasar tetap berjalan teratur.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan komitmen tersebut. Menurutnya, bank sentral akan terus hadir menjaga stabilitas pasar. Berbagai instrumen telah disiapkan untuk meredam gejolak. Fokus utama tetap pada kestabilan nilai tukar.

“Bank Indonesia terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi,” kata Destry Damayanti, Jumat, 5 Juni 2026.

Intervensi dilakukan melalui beberapa jalur sekaligus. Mulai dari transaksi spot hingga instrumen derivatif. Bank Indonesia juga melakukan pembelian surat berharga negara di pasar sekunder. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi stabilisasi. “Intervensi akan terus dilakukan secara konsisten,” ujar Destry.

Selain intervensi, Bank Indonesia juga memperkuat daya tarik instrumen domestik. Tujuannya menjaga aliran modal tetap masuk ke Indonesia. Persaingan menarik dana global saat ini semakin ketat. Banyak negara menawarkan imbal hasil yang kompetitif.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, melihat pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi sentimen global. Fokus investor saat ini tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Data tersebut sering menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. “Investor masih wait and see menantikan data pekerjaan AS,” kata Lukman Leong. 

Jika data tenaga kerja Amerika Serikat kuat, peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama semakin besar. Kondisi itu biasanya mendukung penguatan dolar AS. Mata uang negara berkembang berpotensi menghadapi tekanan tambahan. Rupiah termasuk dalam kelompok yang paling sensitif.

 

Di tengah situasi tersebut, pemerintah dan otoritas keuangan juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan pasar. Indonesia selama bertahun-tahun membangun reputasi sebagai negara dengan disiplin fiskal. Status layak investasi diperoleh melalui proses panjang. Reputasi itu kini menjadi aset penting.

Pelaku pasar juga menunggu laporan terbaru kondisi fiskal nasional. Data APBN menjadi salah satu indikator utama. Investor ingin melihat kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan anggaran. Angka-angka tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar.

Pada laporan sebelumnya, defisit APBN tercatat lebih dari Rp164 triliun. Angka itu masih dalam batas yang dapat dikelola. Meski begitu, pasar tetap ingin melihat perkembangan terbaru. Kondisi ekonomi global membuat setiap data menjadi sangat penting.

Di tengah tekanan dolar, Bank Indonesia juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal. Strategi ini dikenal sebagai Local Currency Transaction atau LCT. Kerja sama telah dilakukan dengan beberapa negara mitra. Tujuannya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Kerja sama tersebut melibatkan Jepang, Tiongkok, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Semakin banyak transaksi memakai mata uang lokal, kebutuhan dolar dapat berkurang. Langkah itu tidak memberikan hasil instan. Akan tetapi, manfaat jangka panjang cukup besar.

Bagi pelaku pasar, hari ini menjadi ujian berikutnya. Rupiah masih berdiri di wilayah yang sensitif. Investor terus menimbang risiko geopolitik, suku bunga, arus modal, dan kondisi fiskal. Semua faktor itu saling berkaitan.

Sementara itu, masyarakat umum mulai merasakan dampaknya secara perlahan. Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor. Harga sejumlah barang dapat ikut terdorong naik. Dunia usaha juga menghadapi tantangan baru.

Di balik angka Rp18.000 per dolar AS, tersimpan cerita yang lebih besar. Ini bukan sekadar soal kurs mata uang. Ini tentang kepercayaan, stabilitas, dan kemampuan menghadapi tekanan global. Pasar kini menunggu babak berikutnya.

Untuk sementara, dolar masih memegang kendali permainan. Rupiah berusaha bertahan di tengah gelombang besar. Bank Indonesia terus berjaga di garis depan. Sementara pelaku pasar berharap badai segera mereda. R-02

Editor: Krisman
Tags :RupiahDolar ASKurs Hari IniIntervensi BIEkonomi IndonesiaPasar Valuta Asing

BERITA TERKAIT :

  • BBCA Dihajar Asing, IHSG Tersungkur! Bursa Indonesia Diguncang Kepanikan

    BBCA Dihajar Asing, IHSG Tersungkur! Bursa Indonesia Diguncang Kepanikan

    Ekonomi •
    05/06/2026 ❘ 09:49 WIB
  • Rupiah Melemah, Rakyat Sengsara: PD KAMMI Pekanbaru Tagih Tindakan Nyata Bank Indonesia

    Rupiah Melemah, Rakyat Sengsara: PD KAMMI Pekanbaru Tagih Tindakan Nyata Bank Indonesia

    Riau •
    04/06/2026 ❘ 22:51 WIB
  • Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

    Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

    Nasional •
    04/06/2026 ❘ 19:03 WIB
  • Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

    Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

    Ekonomi •
    04/06/2026 ❘ 18:53 WIB
  • Bursa Indonesia Diguncang Krisis Kepercayaan, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun

    Bursa Indonesia Diguncang Krisis Kepercayaan, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun

    Ekonomi •
    04/06/2026 ❘ 18:42 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    03/06/2026  ❘  10:05 WIB
  • Kejari Kepulauan Meranti Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT Bumi Meranti, Kerugian Negara Masih Dihitung 

    Kejari Kepulauan Meranti Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT Bumi Meranti, Kerugian Negara Masih Dihitung 

    29/05/2026  ❘  19:14 WIB
  • Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    03/06/2026  ❘  17:47 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan