SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      21/07/2026  ❘  14:28 WIB
    • Cincin Tersangkut di Alat Kelamin, Pria di Dumai Minta Bantuan Petugas Damkar

      Cincin Tersangkut di Alat Kelamin, Pria di Dumai Minta Bantuan Petugas Damkar

      21/07/2026  ❘  14:12 WIB
    • Kru MT Pancaran Agility Meninggal di Selat Rupat, Basarnas Bergerak Cepat Evakuasi Jenazah

      Kru MT Pancaran Agility Meninggal di Selat Rupat, Basarnas Bergerak Cepat Evakuasi Jenazah

      21/07/2026  ❘  10:31 WIB
    • Tim SAR Temukan Jasad Perempuan, Dua Korban Lagi Masih Dicari

      Tim SAR Temukan Jasad Perempuan, Dua Korban Lagi Masih Dicari

      21/07/2026  ❘  10:28 WIB
  • Nasional
    • Evaluasi MBG Berlanjut, BGN Pastikan Tata Kelola dan Anggaran Lebih Efisien

      Evaluasi MBG Berlanjut, BGN Pastikan Tata Kelola dan Anggaran Lebih Efisien

      21/07/2026  ❘  15:22 WIB
    • DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Perampasan Aset dan Sejumlah RUU Strategis Selama Reses

      DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Perampasan Aset dan Sejumlah RUU Strategis Selama Reses

      21/07/2026  ❘  15:20 WIB
    • Walau Sudah Minta Maaf, PWI  Tetap Polisikan Hotman Paris

      Walau Sudah Minta Maaf, PWI Tetap Polisikan Hotman Paris

      21/07/2026  ❘  06:46 WIB
    • Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      20/07/2026  ❘  18:48 WIB
  • Ekonomi
    • Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      21/07/2026  ❘  12:49 WIB
    • Turun Rp9.000 Sekejap, Harga Emas Antam Makin Dekati Rp2,5 juta per Gram

      Turun Rp9.000 Sekejap, Harga Emas Antam Makin Dekati Rp2,5 juta per Gram

      21/07/2026  ❘  10:10 WIB
    • Sembilan Hari Tanpa Jeda, IHSG Terus Terbang ke Angkasa

      Sembilan Hari Tanpa Jeda, IHSG Terus Terbang ke Angkasa

      21/07/2026  ❘  09:31 WIB
    • Dolar Makin Perkasa, Namun Rupiah Justru Menguat Pagi Ini

      Dolar Makin Perkasa, Namun Rupiah Justru Menguat Pagi Ini

      21/07/2026  ❘  09:18 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      21/07/2026  ❘  13:59 WIB
    • Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      21/07/2026  ❘  10:02 WIB
    • Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      21/07/2026  ❘  08:59 WIB
    • Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      21/07/2026  ❘  06:59 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • Audiensi Pemprov Riau dan BPS, Matangkan Persiapan Data KIP Kuliah

      Audiensi Pemprov Riau dan BPS, Matangkan Persiapan Data KIP Kuliah

      21/07/2026  ❘  13:53 WIB
    • Harimau Sumatera Tiba-Tiba Lompat ke Atas Motor Pekerja Sawit di Mengkapan Siak

      Harimau Sumatera Tiba-Tiba Lompat ke Atas Motor Pekerja Sawit di Mengkapan Siak

      21/07/2026  ❘  13:08 WIB
    • Diskop Data 1.287 Koperasi di Pekanbaru, 316 Proses Pembubaran

      Diskop Data 1.287 Koperasi di Pekanbaru, 316 Proses Pembubaran

      21/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Pendinginan Karhutla Terus Berlanjut di Tengah Krisis Air

      Pendinginan Karhutla Terus Berlanjut di Tengah Krisis Air

      21/07/2026  ❘  11:42 WIB
  • Sport
    • Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      21/07/2026  ❘  10:19 WIB
    • 6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      21/07/2026  ❘  09:12 WIB
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
    • Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      20/07/2026  ❘  09:06 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      21/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      21/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      21/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Alarm Bahaya Ekonomi! Rupiah Dekati Rp18.000 Saat Minyak Dunia Meledak

03/06/2026  ❘  18:54 WIB • Ekonomi
Bagikan :
Alarm Bahaya Ekonomi! Rupiah Dekati Rp18.000 Saat Minyak Dunia Meledak

Ilustrasi kurs Dolar AS terhadap Rupiah Indonesia. (ist)

JAKARTA, SabangMerauke News  – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan utama pasar keuangan Indonesia. Pada Rabu, 3 Juni 2026, rupiah ditutup melemah 127,5 poin atau 0,71 persen ke level Rp17.966 per dolar Amerika Serikat. Posisi tersebut menjadi salah satu level terlemah dalam sejarah perdagangan rupiah dan semakin mendekati batas psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Pergerakan rupiah sepanjang hari seperti perahu kecil yang menghadapi ombak besar dari berbagai arah. Tekanan datang dari luar negeri dan dalam negeri secara bersamaan. Investor terlihat semakin berhati-hati membaca perkembangan ekonomi global. Dolar AS kembali menjadi tujuan utama pelarian dana saat ketidakpastian meningkat.

Di pasar keuangan, angka Rp18.000 per dolar AS bukan sekadar deretan digit. Angka itu menjadi simbol kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah ekonomi dan stabilitas mata uang. Setiap kali rupiah mendekati level tersebut, perhatian investor langsung tertuju pada kondisi fundamental ekonomi nasional.

Sentimen terbesar datang dari memanasnya situasi Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Israel melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan. Pada saat bersamaan, Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain. Situasi tersebut membuat pasar global kembali memasuki mode waspada.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan konflik geopolitik menjadi salah satu sumber tekanan terbesar terhadap rupiah. Ketidakpastian politik global membuat investor mengurangi aset berisiko. Dana kemudian mengalir menuju instrumen yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS.

"Putaran pembicaraan lain yang melibatkan Israel dan Lebanon dijadwalkan pada hari Rabu, sementara ketidakpastian masih berlanjut mengenai negosiasi antara Washington dan Teheran," ujar Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar uang, Rabu, 3 Juni 2026.

Ketidakjelasan komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat ikut memperburuk sentimen. Laporan media Iran menyebut komunikasi kedua negara terhenti selama beberapa hari terakhir. Kabar tersebut memunculkan spekulasi perundingan damai sedang mengalami jalan buntu. Pasar pun merespons dengan meningkatkan kewaspadaan.

Di tengah ketegangan geopolitik tersebut, harga minyak dunia bergerak naik cukup tajam. Kenaikan harga energi langsung memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global. Investor mulai memperkirakan tekanan harga akan bertahan lebih lama. Dampaknya terasa hingga ke pasar valuta asing.

Harga minyak memiliki hubungan erat dengan pergerakan mata uang negara berkembang. Ketika minyak naik, biaya produksi dan transportasi meningkat. Inflasi berpotensi ikut terdorong lebih tinggi. Situasi tersebut membuat bank sentral di berbagai negara harus mengambil langkah lebih hati-hati.

Dolar AS semakin kuat setelah muncul data ekonomi Amerika Serikat yang cukup solid. Data lowongan pekerjaan pada April 2026 meningkat di luar perkiraan pasar. Angka tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Amerika masih bertahan kuat. Kondisi itu memperkuat posisi dolar terhadap banyak mata uang dunia.

Investor kemudian mulai memperhitungkan peluang bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Harapan penurunan suku bunga dalam waktu dekat mulai memudar. Akibatnya, permintaan terhadap dolar AS meningkat. Rupiah pun ikut terkena tekanan tambahan.

 

Pelaku pasar saat ini menunggu serangkaian data penting dari Amerika Serikat. Laporan tenaga kerja ADP menjadi perhatian utama investor. Selain itu terdapat data sektor jasa ISM dan pesanan pabrik. Semua angka tersebut akan menjadi petunjuk arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

Menjelang laporan nonfarm payrolls pada Jumat, 5 Juni 2026, suasana pasar terlihat semakin tegang. Investor enggan mengambil risiko besar sebelum data dirilis. Aktivitas perdagangan cenderung defensif. Dolar pun terus mempertahankan dominasinya.

Tekanan terhadap rupiah ternyata tidak hanya datang dari luar negeri. Dari dalam negeri, inflasi Mei 2026 menunjukkan kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Inflasi bulanan tercatat 0,28 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding April 2026 yang berada di level 0,13 persen.

Kenaikan inflasi dipicu berbagai faktor yang datang secara bersamaan. Harga pangan mengalami peningkatan di sejumlah daerah. Harga energi juga bergerak naik mengikuti tren global. Selain itu, terdapat penyesuaian harga yang diatur pemerintah serta dampak pelemahan rupiah terhadap barang impor.

Kombinasi faktor tersebut membuat pelaku pasar semakin berhati-hati. Inflasi yang meningkat berpotensi mengurangi daya beli masyarakat. Aktivitas konsumsi dapat melambat jika harga terus naik. Kekhawatiran itu ikut memengaruhi sentimen terhadap mata uang nasional.

Meski begitu, masih ada kabar yang sedikit menenangkan dari sektor perdagangan. Indonesia kembali mencatat surplus neraca perdagangan pada April 2026. Nilainya mencapai 89,1 juta dolar AS. Surplus tersebut memperpanjang tren positif selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor nonmigas menjadi penopang utama surplus perdagangan. Surplus nonmigas tercatat mencapai 3,53 miliar dolar AS. Angka tersebut menunjukkan aktivitas ekspor masih memberikan kontribusi positif. Namun pasar melihat cerita yang lebih kompleks di balik data itu.

Menurut Ibrahim, surplus perdagangan April mengalami penyusutan cukup tajam dibanding periode sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan mulai muncul pada sektor eksternal. Pasokan global yang terganggu menjadi salah satu penyebab utama. Dampaknya terasa hingga aktivitas perdagangan internasional.

"Kalau dilihat secara statistik, surplus perdagangan April menyempit tajam dan menunjukkan tekanan terhadap daya beli serta ketahanan eksternal," kata Ibrahim Assuaibi.

Sorotan lain datang dari situasi Selat Hormuz yang masih penuh ketidakpastian. Jalur pelayaran strategis tersebut menjadi urat nadi perdagangan energi dunia. Gangguan pada kawasan itu membuat distribusi minyak dan komoditas terganggu. Pasar pun bereaksi dengan meningkatkan kewaspadaan.

 

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut menanggapi pelemahan rupiah. Menurutnya, banyak rumor yang beredar di pasar keuangan. Rumor tersebut ikut memengaruhi psikologi investor. Akibatnya, sentimen negatif berkembang lebih cepat.

"Ada banyak isu di pasar yang membuat sentimen terhadap rupiah menjadi negatif," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, Rabu, 3 Juni 2026.

Pernyataan tersebut menggambarkan kondisi pasar saat ini. Pergerakan nilai tukar tidak hanya dipengaruhi oleh data ekonomi. Faktor psikologis juga memainkan peran penting. Ketika ketidakpastian meningkat, reaksi pasar sering bergerak lebih cepat dibandingkan dengan fakta ekonomi.

Saat ini pelaku pasar sedang mengamati setiap perkembangan dengan cermat. Konflik Timur Tengah masih menjadi sumber risiko utama. Kebijakan suku bunga Amerika Serikat juga terus menjadi perhatian besar. Dari dalam negeri, inflasi dan daya tahan ekonomi menjadi fokus berikutnya.

Untuk perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif. Mata uang Garuda diprediksi berada pada kisaran Rp17.960 hingga Rp18.030 per dolar AS. Artinya peluang menembus level Rp18.000 masih terbuka. Pasar kini menunggu apakah rupiah mampu bertahan atau justru melanjutkan pelemahan.

Di tengah tekanan tersebut, satu hal terlihat semakin jelas. Rupiah sedang menghadapi ujian berat dari berbagai arah sekaligus. Mulai dari konflik geopolitik, lonjakan harga minyak, penguatan dolar, hingga kenaikan inflasi domestik. Semua faktor itu berkumpul dalam waktu yang hampir bersamaan.

Bagi pasar keuangan, kondisi seperti ini ibarat badai yang datang tanpa jeda. Belum selesai menghadapi satu gelombang, gelombang lain sudah muncul di depan mata. Rupiah kini berada di garis terdepan menghadapi tekanan tersebut. Sementara pelaku pasar hanya bisa menunggu apakah badai segera mereda atau justru semakin besar dalam beberapa hari mendatang. R-02

Editor: Krisman
Tags :RupiahDolar ASKurs Hari IniPasar ValasNilai TukarInflasiTimur Tengah

BERITA TERKAIT :

  • KPK Tangkap Tangan Kepala Imigrasi, Uang Dollar dan Emas Diamankan

    KPK Tangkap Tangan Kepala Imigrasi, Uang Dollar dan Emas Diamankan

    Hukrim •
    03/06/2026 ❘ 16:16 WIB
  • Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.000, Alarm Bahaya Ekonomi Indonesia Makin Nyaring

    Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.000, Alarm Bahaya Ekonomi Indonesia Makin Nyaring

    Ekonomi •
    03/06/2026 ❘ 10:46 WIB
  • Harga Pangan Picu Inflasi Riau Tembus 3,95 Persen pada Mei 2026

    Harga Pangan Picu Inflasi Riau Tembus 3,95 Persen pada Mei 2026

    Ekonomi •
    02/06/2026 ❘ 23:07 WIB
  • Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000! Ancaman Baru Hantam Properti dan Farmasi

    Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000! Ancaman Baru Hantam Properti dan Farmasi

    Ekonomi •
    02/06/2026 ❘ 18:48 WIB
  • IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.195, Ini Pendorong Utamanya

    IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.195, Ini Pendorong Utamanya

    Ekonomi •
    02/06/2026 ❘ 18:35 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan