Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, dan jajarannya merilis pengungkapan kasus narkoba Satresnarkoba di Maloresta Barelang, Selasa (2/6/2026). (sumber: batampos.com)
KEPRI, SabangMerauke News — Libur panjang Idul Adha 2026 ternyata dimanfaatkan jaringan narkoba untuk bergerak lebih leluasa. Namun, langkah mereka berakhir buntung setelah Satresnarkoba Polresta Barelang membongkar delapan kasus sekaligus. Sebanyak 12 tersangka berhasil diamankan bersama barang bukti bernilai sekitar Rp8,2 miliar. Pengungkapan besar ini menjadi salah satu operasi narkoba terbesar di Batam sepanjang libur keagamaan tahun ini.
Pengungkapan tersebut dipaparkan pada Selasa, 2 Juni 2026. Lokasi ekspose berlangsung di Mapolresta Barelang. Tumpukan barang bukti memenuhi area konferensi pers. Mulai dari sabu, ganja, ekstasi hingga ribuan vape etomidate dipamerkan di hadapan awak media.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, mengungkapkan para pelaku memanfaatkan momentum hari libur untuk menjalankan bisnis haram mereka. Aktivitas peredaran diperkirakan meningkat saat pengawasan masyarakat menurun. Namun, penyelidikan intensif membuat rencana tersebut gagal total. Polisi bergerak cepat sebelum barang terlarang menyebar lebih luas.
“Dari delapan laporan polisi yang berhasil kami ungkap, terdapat dua kasus menonjol karena jumlah barang bukti cukup besar. Peredaran narkotika masih memanfaatkan berbagai kesempatan, termasuk saat hari libur,” kata Kombes Pol Anggoro Wicaksono, Kapolresta Barelang.
Total barang bukti yang diamankan cukup mencengangkan. Polisi menyita 15,32 gram sabu dari berbagai lokasi. Selain itu, terdapat sekitar dua kilogram ganja kering. Petugas juga menemukan 327 butir ekstasi serta 2.672 vape yang mengandung etomidate.
Nilai ekonomis vape etomidate menjadi yang paling fantastis. Komoditas tersebut ditaksir mencapai Rp8 miliar. Nilai ekstasi diperkirakan sekitar Rp160 juta. Sedangkan sabu dan ganja mencapai puluhan juta rupiah.
Kasus pertama yang menyita perhatian terjadi di kawasan Batam Kota. Sebuah kamar kontrakan di Puri Legenda menjadi titik pengungkapan. Operasi berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Dua pria berinisial AS dan LK langsung diamankan petugas.
Dari lokasi itu, polisi menemukan sekitar 2,038 kilogram ganja kering. Barang haram tersebut diduga berasal dari luar daerah. Paket ganja dikirim menggunakan jasa ekspedisi. Modus ini dipilih untuk mengurangi risiko terdeteksi oleh aparat.
Penyelidikan bermula dari paket mencurigakan yang melintas melalui jalur pengiriman. Petugas kemudian menerapkan metode undercover delivery. Teknik ini memungkinkan polisi mengikuti alur paket hingga penerima akhir. Hasilnya, kedua tersangka berhasil ditangkap tanpa perlawanan.
Belum selesai dengan kasus pertama, petugas kembali bergerak. Sekitar satu setengah jam kemudian, pengungkapan besar kembali terjadi. Kali ini sasaran berada di kawasan Teluk Tering, Batam Kota. Sebuah mess perusahaan mebel menjadi lokasi penggerebekan.
Dua perempuan berinisial AL dan KS diamankan dalam operasi tersebut. Keduanya diduga menguasai ribuan vape mengandung etomidate. Barang itu baru masuk ke Batam melalui jalur ilegal. Asal pengiriman diduga berasal dari Malaysia.
Saat penggeledahan berlangsung, petugas menemukan ribuan barang bukti. Sebanyak 2.672 vape dari berbagai merek tersimpan di lokasi. Polisi juga menemukan 315 butir ekstasi dan 8,3 gram sabu. Temuan tersebut langsung diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Menurut penyidik, jaringan ini menggunakan metode "campak". Sistem tersebut membuat pengirim dan penerima tidak bertemu langsung. Barang hanya ditinggalkan pada titik tertentu. Cara ini sering dipakai jaringan narkoba untuk menghindari pelacakan.
Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Arsyad Riyandi, menjelaskan bahwa penyidikan masih terus berkembang. Sejumlah nama telah masuk radar penyidik. Dugaan sementara mengarah pada jaringan lintas negara. Polisi kini memburu aktor utama di balik peredaran tersebut.
“Batam masih menjadi salah satu pintu masuk sekaligus jalur transit jaringan narkotika internasional. Jaringan ini terus kami dalami untuk mengungkap para bandar di balik peredaran barang terlarang tersebut,” ujar Kompol Arsyad Riyandi.
Posisi geografis Batam memang menjadi tantangan tersendiri. Wilayah ini berdekatan dengan sejumlah negara tetangga. Jalur laut yang padat kerap dimanfaatkan sindikat narkoba. Situasi tersebut membuat aparat harus bekerja lebih ekstra.
Ribuan vape etomidate yang diamankan menjadi perhatian khusus. Produk tersebut sedang marak beredar di berbagai kota. Kandungan etomidate memiliki efek berbahaya jika disalahgunakan. Karena itu, aparat memperketat pengawasan terhadap peredarannya.
Keberhasilan pengungkapan ini diperkirakan menyelamatkan banyak orang. Ribuan calon pengguna gagal memperoleh barang terlarang. Nilai kerugian jaringan narkoba juga sangat besar. Operasi tersebut menjadi pukulan keras bagi sindikat peredaran gelap.
Polresta Barelang memastikan penyidikan tidak berhenti pada tersangka lapangan. Penelusuran terus dilakukan hingga ke tingkat pengendali jaringan. Jalur masuk barang dari luar negeri juga sedang didalami. Polisi berharap mata rantai peredaran dapat diputus sepenuhnya.
Di tengah suasana libur panjang, operasi ini menjadi pengingat penting. Jaringan narkoba selalu mencari celah untuk bergerak. Namun, pengawasan aparat terus diperkuat dari berbagai sisi. Perburuan terhadap para bandar besar kini masih berlanjut di Batam. R-02

