Darah Berceceran di Kebun Sawit! Pemuda Pelalawan Dieksekusi Komplotan Begal Paling Sadis
Ilustrasi dan infografis pembegalan sadis yang menewaskan pekerja kelapa sawit di Pelalawan. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Aksi kriminalitas jalanan bermodus meminta pertolongan kembali memakan korban jiwa di kawasan perkebunan kelapa sawit. Dua kakak beradik pekerja kebun kelapa sawit menjadi sasaran empuk komplotan begal sadis saat hendak pulang ke rumah, Jumat, 29 Mei 2026.
Areal perkebunan Desa Pangkalan Panduk, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, mendadak gempar dengan penemuan mayat pemuda. Korban meninggal dunia dengan luka serius akibat hantaman benda tumpul di kepala. Sementara sang adik berhasil selamat dari maut meski harus melewati siksaan batin luar biasa.
Cerita kelam bermula saat matahari mulai condong ke barat sekitar pukul 16.00 WIB. Kedua korban baru saja selesai memeras keringat memanen buah kelapa sawit milik majikan mereka. Perjalanan pulang mengendarai sepeda motor bebek warna merah justru berujung pada petaka yang mematikan kebaikan.
Jebakan Uang Rokok
Saat melintas di jalur sepi, motor korban mendadak dihentikan oleh seorang pria asing yang tidak dikenal. Lelaki misterius tersebut memasang wajah memelas meminta bantuan untuk menarik sepeda motornya yang mogok. Awalnya, kedua pemuda menolak ajakan tersebut karena sudah lelah dan ingin cepat pulang.
Pelaku rupanya tidak hilang akal. Ia menawarkan imbalan uang rokok sebagai tanda terima kasih. Tergiur oleh janji manis serta rasa iba, kedua korban bersedia mengikuti arahan pelaku. Mereka memutar arah kendaraan masuk lebih dalam, menembus rimbunnya barisan pohon kelapa sawit.
Langkah kaki mereka semakin jauh meninggalkan jalan utama tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun. Namun, setibanya di lokasi yang ditunjukkan, tanda-tanda keberadaan motor rusak tidak kunjung terlihat, batang hidungnya. Suasana sunyi senyap perkebunan mendadak berubah mencekam, memicu firasat buruk dalam benak sang kakak.
Penyergapan Berdarah
Bukan motor mogok yang ditemukan, melainkan sosok pria lain yang sudah berdiri menunggu kedatangan mereka. Rekan pelaku tersebut berdiri tegak bawah pohon sawit sambil menggenggam sebilah senjata tajam. Sadar menjadi korban jebakan maut, kedua kakak beradik berusaha memutar balik untuk menyelamatkan diri.
Sayang seribu sayang, usaha melarikan diri gagal total karena kalah cepat dari gerakan pelaku. Komplotan penjahat langsung merangsek maju melakukan penyerangan brutal tanpa ampun kepada kedua pemuda malang. Sang adik dipukul berkali-kali hingga menderita luka lebam parah di seluruh bagian tubuh yang ringkih.
Setelah tidak berdaya, para penjahat mengikat tangan dan kaki sang adik dengan lakban hitam. Dalam kondisi tersekap, remaja belia dipaksa mendengarkan jeritan histeris sang kakak yang sedang disiksa. Suara tangisan minta ampun sang kakak terdengar jelas dari arah yang tidak jauh.
Perjuangan Melepas Ikatan
Para pelaku langsung kabur membawa barang jarahan setelah memastikan kedua korban tidak dapat melawan. Setelah situasi dirasa aman, sang adik berusaha keras membebaskan diri dari lilitan lakban. Remaja tangguh berjuang sekuat tenaga melepaskan ikatan kaki demi mencari keberadaan sang kakak tercinta.
Langkah kakinya gemetar menyusuri semak belukar mencari jejak sang kakak yang sempat berlari memisahkan diri. Rasa takut bercampur aduk menjadi satu saat menyusuri sudut kebun yang sepi dan merinding itu. Remaja belia akhirnya menemukan sang kakak terbaring lemah di atas tanah dengan kondisi sangat mengenaskan.
Tangan dan kaki sang kakak juga terikat erat menggunakan lakban serupa oleh pelaku. Darah segar tampak mengalir deras dari area hidung serta luka robek di bagian kepala atas. Korban yang sudah sekarat masih mampu mengeluarkan suara lirih yang menyuruh adiknya segera pergi mencari pertolongan.
Motor Revo Merah Raib
Sang adik bergegas menuju tempat parkir semula untuk mencari motor bebek milik majikannya. Sialnya, kendaraan operasional roda dua warna merah sudah raib digondol kawanan begal berdarah dingin. Tanpa berpikir panjang, remaja tersebut langsung berlari kencang menuju perkampungan terdekat.
Jarak yang jauh tidak menyurutkan semangat sang adik demi menyelamatkan nyawa kakak kandung tercinta. Setibanya pemukiman warga, remaja berteriak histeris meminta bantuan warga sekitar yang sedang bersantai sore hari. Seorang saksi mata langsung bergerak cepat menemani sang adik kembali menuju lokasi kejadian perkara.
Harapan melihat sang kakak selamat harus pupus saat mereka tiba kembali di lokasi penyekapan semula. Tubuh pemuda berumur 21 tahun sudah kaku dan tidak bernyawa lagi. Isak tangis sang adik yang baru berusia 15 tahun itu pecah membelah keheningan kebun sawit.
Polisi Buru Pelaku Begal Sadis
Warga segera mengevakuasi jasad korban ke klinik kesehatan terdekat guna keperluan pemeriksaan medis lanjutan. Aparat kepolisian sektor setempat langsung meluncur ke lokasi begitu menerima laporan resmi dari masyarakat sekitar. Garis polisi berwarna kuning dipasang mengitari area tempat kejadian perkara agar tetap steril.
Tim identifikasi Polres Pelalawan melakukan olah tempat kejadian perkara guna mencari barang bukti yang tertinggal. Beberapa saksi mata termasuk sang adik dimintai keterangan mengenai ciri-ciri fisik luar pelaku. Polisi berjanji mengusut tuntas kasus perampokan disertai kekerasan yang merenggut nyawa warga lokal ini.
"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami masih memburu pelaku yang diduga terlibat dalam perampokan disertai kekerasan tersebut," tegas AKBP John Louis Letedara, Kapolres Pelalawan, Senin, 01 Juni 2026.
John Louis langsung mengerahkan Tim Opsnal Satreskrim Polres Pelalawan melacak keberadaan komplotan begal yang meresahkan itu. Masyarakat diimbau selalu waspada dan tidak mudah percaya kepada orang asing saat melintas di jalur sepi. R-02

