Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama
Bendera Palestina. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Pemerintah Pakistan kembali menegaskan sikap politik luar negerinya yang tidak berubah terkait Israel dan Palestina. Di tengah berbagai spekulasi mengenai kemungkinan normalisasi hubungan dengan Israel, Islamabad memastikan bahwa kemerdekaan Palestina tetap menjadi syarat utama yang tidak bisa ditawar.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, yang menyatakan bahwa negaranya tidak akan mengubah posisi terkait Israel maupun berbagai inisiatif normalisasi di kawasan Timur Tengah selama belum ada kemajuan nyata menuju pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Pernyataan itu muncul setelah berkembang berbagai rumor dan spekulasi yang mengaitkan Pakistan dengan kemungkinan bergabung dalam kesepakatan normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan Israel yang dikenal sebagai Abraham Accords. Namun Islamabad menegaskan bahwa seluruh isu tersebut tidak mengubah prinsip dasar kebijakan luar negeri Pakistan terhadap konflik Palestina-Israel.
Menurut Ishaq Dar, posisi Pakistan selama ini sangat jelas dan konsisten. Ia menekankan bahwa tidak akan ada fleksibilitas dalam hubungan dengan Israel sampai Palestina diakui sebagai negara merdeka berdasarkan batas wilayah sebelum tahun 1967. Selain itu, Pakistan juga tetap mendukung agar Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara Palestina di masa depan.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang muncul setelah Pakistan mengambil peran lebih aktif dalam sejumlah upaya diplomasi internasional di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa bulan terakhir, Pakistan diketahui terlibat dalam berbagai inisiatif mediasi dan komunikasi diplomatik untuk meredakan ketegangan regional, termasuk dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Namun pemerintah Pakistan menegaskan bahwa peran tersebut tidak berkaitan dengan perubahan sikap terhadap isu Palestina.
Bagi Pakistan, perjuangan rakyat Palestina merupakan bagian penting dari kebijakan luar negeri yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Negara itu dikenal sebagai salah satu pendukung paling vokal bagi pembentukan negara Palestina yang berdaulat dan hingga kini belum memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Sikap tersebut telah menjadi konsensus politik yang dijaga oleh berbagai pemerintahan Pakistan dari waktu ke waktu.
Hubungan erat Pakistan dan Palestina juga memiliki akar sejarah yang panjang. Islamabad secara konsisten memberikan dukungan politik, diplomatik, dan kemanusiaan kepada rakyat Palestina dalam berbagai forum internasional. Pakistan berulang kali menyerukan penyelesaian konflik melalui pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat sesuai dengan berbagai resolusi internasional.
Dalam konteks geopolitik yang terus berubah, tekanan terhadap Pakistan untuk mempertimbangkan normalisasi hubungan dengan Israel memang kerap muncul. Sejumlah negara di Timur Tengah telah lebih dahulu menjalin hubungan diplomatik dengan Israel melalui Abraham Accords. Namun Islamabad menegaskan bahwa langkah tersebut bukan pilihan yang akan diambil dalam waktu dekat selama hak-hak rakyat Palestina belum terpenuhi.
Pemerintah Pakistan menilai bahwa solusi dua negara masih menjadi jalan paling realistis untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah. Karena itu, pengakuan terhadap negara Palestina yang merdeka dipandang sebagai fondasi utama sebelum pembahasan mengenai hubungan resmi dengan Israel dapat dipertimbangkan.
Sikap tersebut juga memperlihatkan bahwa keterlibatan Pakistan dalam berbagai agenda diplomasi regional tidak serta-merta mengubah arah kebijakan luar negeri negara tersebut. Islamabad ingin memastikan bahwa perannya sebagai mediator dalam sejumlah konflik kawasan tidak disalahartikan sebagai langkah menuju normalisasi dengan Israel.
Pengamat menilai pernyataan terbaru Ishaq Dar menjadi sinyal kuat kepada komunitas internasional bahwa Pakistan masih berada pada posisi yang sama seperti selama beberapa dekade terakhir. Dukungan terhadap Palestina tetap menjadi prioritas, sementara hubungan dengan Israel akan terus bergantung pada terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Dengan pernyataan resmi tersebut, Pakistan berusaha mengakhiri berbagai spekulasi yang berkembang mengenai kemungkinan perubahan kebijakan. Pesan yang ingin disampaikan Islamabad cukup jelas: tidak ada kompromi terkait Palestina. Bagi Pakistan, kemerdekaan Palestina bukan sekadar agenda diplomatik, melainkan prinsip yang akan terus diperjuangkan dalam kebijakan luar negeri mereka di panggung internasional. (R-05)

