Api Ngamuk di Marpoyan Damai, Rumah dan Kontrakan Pekanbaru Hangus Siang Bolong
Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan pada sebuah rumah yang terbakar di di Jalan Satria, Sidomulyo Timur, Pekanbaru, Jumat, 29 Mei 2026. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Siang terik di Jalan Satria Gang Solansa, Kelurahan Sidomulyo Timur, mendadak berubah mencekam pada Jumat, 29 Mei 2026. Kobaran api tiba-tiba membumbung tinggi dari sebuah rumah di tengah permukiman padat di Kecamatan Marpoyan Damai. Warga yang awalnya santai usai salat Jumat langsung berhamburan keluar rumah menyelamatkan barang seadanya.
Asap hitam membubung pekat di antara atap rumah warga sekitar pukul 14.31 WIB. Suara teriakan warga bercampur dengan deru kendaraan membuat gang sempit itu mendadak riuh dan panas. Dalam hitungan menit, api mulai merambat menuju bangunan lain di sisi rumah terbakar.
Kebakaran tersebut melalap satu unit rumah, satu sepeda motor, serta dua pintu rumah kontrakan di sampingnya. Situasi sempat membuat warga panik karena lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk. Banyak warga takut api meloncat ke rumah lain akibat angin siang yang bertiup cukup kencang.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru langsung bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Delapan unit mobil pemadam diterjunkan menuju lokasi bersama personel dari beberapa pos pemadam berbeda. Sirene mobil damkar memecah suasana jalanan Marpoyan Damai yang siang itu cukup ramai kendaraan.
Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 14.31 WIB. Petugas kemudian bergerak cepat agar api tidak menyebar ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian. “Tim langsung menuju lokasi untuk pemadaman dan pendinginan,” ujar Zarman Candra, Jumat, 29 Mei 2026.
Gang Solansa yang sempit membuat petugas sempat kesulitan menjangkau titik api utama di awal pemadaman. Selang air harus dibentangkan melewati kendaraan warga dan lorong kecil menuju rumah terbakar. Namun, api perlahan mulai terkendali setelah seluruh armada bekerja bersama dari berbagai sisi.
Warga sekitar ikut membantu petugas dengan membuka akses jalan dan memindahkan kendaraan dari sekitar lokasi. Sebagian warga juga membantu menyelamatkan barang-barang rumah tangga sebelum api semakin liar. Suasana siang itu berubah seperti adegan film, penuh asap, teriakan, dan langkah panik warga.
Motor yang berada dekat rumah terbakar dan tak sempat diselamatkan pemiliknya dari amukan api. Dalam waktu singkat, kendaraan tersebut hangus bersama sebagian isi bangunan yang terbakar cukup parah. Bau kayu terbakar dan plastik meleleh memenuhi udara kawasan Sidomulyo Timur sepanjang proses pemadaman.
Meski api terlihat besar, petugas berhasil melokalisir kobaran sebelum menjalar ke rumah lain di kiri-kanan lokasi. Langkah cepat damkar membuat permukiman padat itu lolos dari kebakaran yang lebih besar dan berbahaya. Warga sekitar pun mulai bernapas lega setelah api perlahan mengecil menjelang sore.
“Rumah di sekitar lokasi berhasil diselamatkan dari dampak kebakaran,” kata Zarman Candra. Petugas terus melakukan pendinginan agar tidak muncul titik api baru di bagian bangunan yang masih panas. Proses tersebut berlangsung cukup lama karena material rumah masih menyimpan bara api kecil.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil keluar sebelum api membesar dan melahap bangunan utama. Namun, beberapa warga tampak syok melihat rumah dan barang berharga mereka berubah menjadi puing hitam.
Petugas pemadam baru menyelesaikan seluruh proses penanganan sekitar pukul 16.29 WIB. Setelah memastikan situasi aman, armada damkar perlahan meninggalkan lokasi dan kembali menuju pos masing-masing. Sisa asap tipis masih terlihat mengepul dari puing rumah ketika warga mulai berkumpul di sekitar lokasi.
Hingga Jumat sore, penyebab kebakaran masih dalam pendataan petugas terkait di lapangan. Nilai kerugian juga belum dapat dipastikan karena proses identifikasi masih berlangsung. Garis pembatas dipasang di sekitar bangunan terbakar untuk memudahkan pemeriksaan lanjutan.
Peristiwa kebakaran di Marpoyan Damai kembali menjadi pengingat keras bagi warga Pekanbaru soal bahaya api di kawasan padat penduduk. Instalasi listrik yang bermasalah sering menjadi pemicu kebakaran mendadak di permukiman sempit di perkotaan. Dalam kondisi seperti itu, api bisa bergerak cepat tanpa memberi banyak waktu penyelamatan.
DPKP Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat rutin memeriksa kabel listrik dan alat elektronik di rumah masing-masing. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan tanda kebakaran sekecil apa pun di lingkungan sekitar. Respons cepat sering menjadi pembeda antara kebakaran kecil dan bencana besar di tengah permukiman padat.
Jumat siang itu, Gang Solansa berubah dari kawasan tenang menjadi lokasi penuh kepanikan dan asap hitam. Namun, kerja cepat petugas pemadam membuat kobaran api gagal meluas ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi. Di tengah panas dan kepulan asap, satu kabar baik tetap tersisa, seluruh warga berhasil selamat. R-02

