Sungai Kuantan Makin Keruh, Polisi Bakar Dua Rakit PETI di Sungai Jering
Seorang polisi melihat puing-puing 2 rakit PETI yang dibakar di tepi Sungai Kuantan di Kelurahan Desa Sungai Jering, Kuantan Tengah. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Musim kemarau belum lama datang, namun Desa Sungai Jering sudah mulai dibuat gelisah. Air Sungai Kuantan mendadak keruh diduga akibat aktivitas tambang emas ilegal yang kembali beroperasi. Polisi akhirnya turun langsung dan membakar dua rakit PETI pada Jumat, 29 Mei 2026 pagi tadi.
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin atau PETI itu berlangsung di Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah. Warga sekitar mulai resah karena air sungai berubah keruh saat kebutuhan air semakin sulit didapat. Banyak sumur warga mulai mengering selama musim kemarau beberapa pekan terakhir.
Bagi sebagian warga, Sungai Kuantan bukan sekadar aliran air biasa pada tengah permukiman mereka sehari-hari. Sungai itu dipakai mandi, mencuci pakaian, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga saat sumur mulai surut. Karena itu, perubahan warna air langsung memancing keluhan warga sejak beberapa hari terakhir.
Laporan masyarakat akhirnya masuk menuju layanan Contact Center 110 Polri dan langsung ditindaklanjuti kepolisian. Polres Kuansing bersama Polsek Kuantan Tengah bergerak menuju lokasi sekitar pukul 09.30 WIB pagi tadi. Informasi awal menyebut ada dua rakit PETI jenis setingkai sedang beroperasi pada kawasan sungai.
Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana, melalui Kapolsek Kuantan Tengah, AKP Linter Sihaloho, mengatakan polisi bergerak setelah menerima laporan warga. Aktivitas PETI disebut membuat air sungai semakin keruh dan mengganggu kehidupan masyarakat sekitar lokasi. Kondisi tersebut makin terasa berat karena kemarau membuat debit air tanah terus menurun.
“Kegiatan ini merupakan respon cepat atas laporan masyarakat terkait aktivitas PETI,” ujar Linter Sihaloho, Jumat, 29 Mei 2026. Polisi langsung melakukan koordinasi begitu informasi masuk dari operator layanan darurat Polres Kuansing. Personel kemudian bergerak menuju lokasi aktivitas tambang emas ilegal tersebut.
Perjalanan menuju lokasi tidak sepenuhnya mudah karena area PETI berada dekat aliran Sungai Kuantan kawasan Sungai Jering. Saat petugas tiba, suasana lokasi terlihat sepi tanpa keberadaan pekerja tambang seperti laporan sebelumnya. Namun bekas aktivitas tambang masih terlihat jelas pada sekitar lokasi penggerebekan pagi itu.
Polisi menemukan dua rakit PETI jenis setingkai yang diduga baru saja dibongkar sebelum petugas datang. Rakit tersebut berada tidak jauh dari bibir sungai dengan kondisi peralatan masih tersisa pada lokasi. Dugaan sementara, para pekerja kabur lebih dulu setelah mengetahui kedatangan petugas kepolisian.
“Sesampainya di lokasi, personel tidak menemukan pekerja PETI pada tempat kejadian,” kata Linter Sihaloho. Meski begitu, polisi tetap melakukan tindakan tegas terhadap seluruh peralatan tambang ilegal yang ditemukan. Dua rakit PETI tersebut akhirnya dibakar agar tidak kembali dipakai beroperasi.
Api perlahan membesar membakar rakit kayu dan peralatan tambang ilegal pada tepian Sungai Kuantan. Asap hitam terlihat membumbung dari lokasi saat warga mulai berdatangan menyaksikan proses penindakan kepolisian. Beberapa warga mengaku lega setelah aktivitas PETI akhirnya ditindak aparat kepolisian.
Selama ini, aktivitas PETI memang sering memunculkan keresahan pada sejumlah kawasan sepanjang aliran Sungai Kuantan. Selain merusak lingkungan, aktivitas tambang ilegal juga membuat kualitas air sungai terus mengalami penurunan. Lumpur dari dasar sungai naik menuju permukaan dan membuat warna air berubah kecokelatan.
Kondisi itu terasa makin berat saat musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kuantan Singingi belakangan ini. Banyak sumur warga mulai mengering sehingga ketergantungan terhadap air sungai semakin tinggi setiap harinya. Ketika sungai berubah keruh, aktivitas mandi dan mencuci warga langsung ikut terganggu.
Linter Sihaloho mengatakan lokasi tersebut sebelumnya juga sudah beberapa kali dilaporkan warga. Polisi menerima informasi aktivitas PETI masih sering muncul meski penindakan terus dilakukan beberapa waktu terakhir. Karena itu, patroli dan pengawasan bakal terus ditingkatkan pada kawasan rawan tambang ilegal.
“Kami mengajak masyarakat terus memberikan informasi jika menemukan aktivitas PETI,” ujar Linter Sihaloho. Polisi menilai keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memutus aktivitas tambang ilegal pada wilayah Kuansing. Informasi cepat dari warga membuat penindakan lapangan bisa segera dilakukan aparat kepolisian.
Kini dua rakit PETI itu tinggal puing hitam bekas terbakar pada pinggir Sungai Kuantan kawasan Sungai Jering. Air sungai masih terlihat keruh, namun warga berharap kondisi segera membaik dalam beberapa hari mendatang. Sementara polisi memastikan penindakan terhadap tambang ilegal terus berjalan selama aktivitas tersebut masih muncul. R-02

