Polres Bengkalis Ungkap Dugaan Pembakaran Berantai, Remaja Jadi Tersangka Kasus Tewaskan Lansia
Sepasang suami istri lanjut usia (lansia) harus meregang nyawa setelah rumah mereka dilalap api dalam kebakaran yang diduga sengaja dilakukan oleh seorang remaja. Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News– Tragedi memilukan mengguncang Kabupaten Bengkalis, Riau. Sepasang suami istri lanjut usia (lansia) harus meregang nyawa setelah rumah mereka dilalap api dalam kebakaran yang diduga sengaja dilakukan oleh seorang remaja. Peristiwa ini kini berkembang menjadi kasus serius karena polisi juga mendalami dugaan keterlibatan pelaku dalam sejumlah kebakaran lain yang sebelumnya terjadi di wilayah tersebut.
Korban diketahui bernama Abdullah dan Sakinah, warga Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu. Rumah semi permanen yang mereka tempati hangus terbakar setelah api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan pada malam hari. Kondisi rumah yang sebagian besar berbahan kayu membuat kobaran api sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Sakinah meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka bakar yang sangat parah. Sementara itu, Abdullah sempat dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setelah mengalami luka bakar hingga sekitar 90 persen di tubuhnya. Namun, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya dan ia akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Kasus ini langsung menjadi perhatian aparat kepolisian. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi, Polres Bengkalis menetapkan seorang remaja berinisial S sebagai tersangka utama dalam kebakaran maut tersebut. Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menyatakan bahwa pengungkapan kasus dilakukan setelah penyidik menemukan indikasi kuat bahwa kebakaran tersebut terjadi akibat unsur kesengajaan.
Menurut hasil pemeriksaan sementara, tersangka diduga nekat membakar rumah korban karena dilatarbelakangi dendam dan rasa sakit hati. Polisi menduga pelaku menyiramkan bahan bakar ke bagian belakang rumah sebelum menyulut api ketika kondisi lingkungan sekitar sedang sepi. Api kemudian membesar dengan cepat dan membuat kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Keterangan sejumlah saksi juga menguatkan dugaan tersebut. Warga mengaku pertama kali melihat kobaran api muncul dari bagian belakang rumah sebelum menjalar ke seluruh bangunan. Masyarakat setempat sempat berupaya memadamkan api secara manual, namun besarnya kobaran dan minimnya peralatan membuat usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
Petugas pemadam kebakaran Kecamatan Bukit Batu bersama personel kepolisian kemudian tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman serta pengamanan area. Api akhirnya berhasil dipadamkan, tetapi rumah korban sudah dalam kondisi hangus terbakar. Selain menelan korban jiwa, kejadian ini juga menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Yang membuat kasus ini semakin mengejutkan adalah munculnya dugaan bahwa tersangka tidak hanya terlibat dalam satu peristiwa kebakaran. Polisi kini mendalami kemungkinan keterkaitan remaja tersebut dengan sejumlah insiden kebakaran lain yang selama ini meresahkan warga di Desa Batang Duku dan Sungai Selari. Beberapa bangunan yang pernah terbakar meliputi rumah warga, rumah semi permanen, rumah kayu hingga bangunan sarang burung walet.
Kapolres Bengkalis menyebut penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Polisi juga masih memeriksa sejumlah orang yang diduga mengetahui atau memiliki keterkaitan dengan peristiwa kebakaran itu. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru apabila ditemukan bukti yang cukup.
Sebelumnya, dalam tahap awal penyelidikan, aparat sempat mengamankan sembilan orang yang seluruhnya masih berstatus di bawah umur untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan secara intensif guna mengungkap motif, peran masing-masing pihak, serta memastikan kronologi kejadian secara utuh.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat Desa Batang Duku. Warga yang selama ini hidup berdampingan dengan pasangan lansia tersebut mengaku terpukul atas kejadian tragis yang merenggut dua nyawa sekaligus. Selain kehilangan harta benda, keluarga korban kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan orang-orang yang mereka cintai.
Di tengah berkembangnya berbagai spekulasi di masyarakat, kepolisian mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Aparat meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik agar kasus ini dapat diungkap secara tuntas dan transparan.
Saat ini, tersangka telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh fakta di balik kebakaran maut yang menewaskan pasangan lansia tersebut, sekaligus menelusuri kemungkinan keterlibatan tersangka dalam serangkaian kasus kebakaran lain yang pernah terjadi di Bengkalis.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindak kriminal yang dipicu dendam pribadi dapat berujung pada tragedi besar. Masyarakat kini menunggu hasil penyidikan lanjutan guna memastikan apakah dugaan pembakar berantai yang selama ini meresahkan warga Bengkalis benar-benar berhasil diungkap aparat kepolisian. (R-05)

