Sempat Dilarang Nenek Pergi Memancing, Bocah 5 Tahun di Merbau Ditemukan Meninggal di Sungai
Korban dilaporkan hilang di perairan Sungai Melibur, Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti bernama Muhammad Herdiansyah (5) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Pencarian terhadap seorang anak yang dilaporkan hilang di perairan Sungai Melibur, Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti akhirnya membuahkan hasil. Setelah dilakukan pencarian sejak Rabu (27/5/2026) sore, korban bernama Muhammad Herdiansyah (5) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Peristiwa memilukan itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang sejak sehari sebelumnya ikut melakukan pencarian di kawasan sungai tempat korban terakhir terlihat.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SIK MH melalui Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre SH MH menjelaskan, korban sebelumnya dilaporkan hilang usai pergi memancing di sekitar area pelabuhan dekat rumah neneknya di Jalan Nelayan, Desa Mayang Sari.
Peristiwa itu bermula pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat mendatangi rumah neneknya bernama Ayang yang berada di kawasan pelabuhan. Saat itu, bocah kecil tersebut berniat pergi memancing seperti kebiasaannya sehari-hari.
Namun sang nenek sempat melarang korban pergi ke tepian sungai. Bahkan alat pancing milik korban sempat disembunyikan agar bocah itu tidak turun ke sekitar perairan.
Sebelum meninggalkan rumah, Herdiansyah sempat meminta minum kepada neneknya dan memperlihatkan umpan berupa siput yang sebelumnya ia cari sendiri untuk memancing.
“Korban kemudian pergi dari rumah neneknya dan sejak saat itu tidak lagi terlihat,” ujar AKP Jimmy Andre, Kamis (28/5/2026).
Menyadari cucunya tidak kunjung pulang, pihak keluarga mulai melakukan pencarian di sekitar pelabuhan dan tepian sungai. Namun hingga malam hari korban belum ditemukan.
Kabar hilangnya bocah tersebut dengan cepat menyebar dan membuat warga sekitar ikut turun membantu pencarian bersama aparat kepolisian, perangkat desa, dan masyarakat setempat.
Pencarian dilakukan hingga ke aliran Sungai Melibur menggunakan perahu warga dengan menyisir kawasan yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh.
Setelah hampir satu hari dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi awal diduga hilang.
Suasana haru langsung pecah ketika jasad bocah malang itu berhasil dievakuasi ke daratan. Tangis keluarga dan warga yang sejak pagi berharap korban ditemukan selamat tak lagi bisa terbendung.
Dari keterangan para saksi, korban diduga tetap pergi memancing meski sebelumnya telah dilarang oleh neneknya. Karena alat pancing miliknya disembunyikan, bocah kecil itu disebut menggunakan sepotong kayu yang dijadikan joran sederhana sebagai pengganti pancing.
Tak ada yang menyangka, keinginan sederhana seorang anak kecil untuk memancing di tepian sungai justru berakhir menjadi kabar duka bagi keluarga dan warga Desa Mayang Sari.
Karena hingga malam hari korban tidak kunjung pulang ke rumah, pihak keluarga mulai merasa cemas. Bersama warga sekitar, mereka kemudian melakukan pencarian di lokasi terakhir korban terlihat, yakni di kawasan pelabuhan dan tepian Sungai Melibur.
Suasana malam itu berubah penuh kepanikan. Warga berdatangan membantu pencarian dengan peralatan seadanya. Sebagian menyisir tepian sungai menggunakan senter, sementara lainnya menggunakan perahu kecil menyusuri aliran Sungai Melibur.
Upaya pencarian juga melibatkan sekitar 10 personel kepolisian bersama lebih dari 100 warga setempat yang secara sukarela ikut membantu hingga larut malam.
Korban akhirnya ditemukan pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB oleh seorang warga bernama Basri Andriki yang sejak pagi turut melakukan pencarian.
Saat itu, Basri menggunakan akar rotan berduri untuk menyisir dasar perairan di sekitar pesisir pelabuhan. Ketika alat tersebut ditarik, ia merasakan beban cukup berat dari dalam air.
Tak lama kemudian, terlihat pakaian berwarna kuning yang langsung dikenali warga sebagai pakaian terakhir yang dikenakan korban sebelum dinyatakan hilang.
“Setelah memastikan itu korban, warga langsung membantu proses evakuasi jenazah ke atas pelabuhan,” jelas Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre SH MH.
Suasana haru pun pecah di lokasi penemuan. Tangis keluarga dan warga tak terbendung saat jasad bocah lima tahun itu berhasil diangkat ke daratan setelah hampir satu hari dilakukan pencarian.
Jenazah korban kemudian diperiksa oleh tim medis dari UPT Puskesmas Teluk Belitung. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Polisi menduga korban terpeleset lalu jatuh ke Sungai Melibur saat berada di area pelabuhan. Dugaan itu diperkuat dari fakta bahwa korban tidak bisa berenang dan lokasi penemuan tidak jauh dari titik terakhir ia terlihat.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memilih untuk tidak dilakukan autopsi lebih lanjut terhadap jenazah korban.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jasad Muhammad Herdiansyah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Selama proses pencarian hingga evakuasi berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Namun duka mendalam masih menyelimuti keluarga dan warga sekitar yang kehilangan sosok bocah kecil yang dikenal aktif dan ceria itu. (R-01)

