Drama Tahanan Kabur Pekanbaru Berakhir Lucu, Ditangkap Dekat Kuali Rendang
Ilustrasi dan infografis akhir pelarian napi dari Rutan Kelas IA Pekanbaru. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Aroma rendang ternyata lebih ganas dibanding pelarian tiga hari seorang tahanan di Pekanbaru, Rabu 27 Mei 2026. Nasriyatno alias Cili, tahanan kabur dari Rutan Kelas IA Pekanbaru, akhirnya tertangkap di Rumbai sekitar pukul 14.56 WIB. Buronan kasus pencurian itu diduga menyerah diam-diam setelah perutnya mulai memberontak mencium masakan kurban warga.
Siang itu kawasan Rumbai sebenarnya santai seperti hari menjelang Idul Adha pada umumnya. Warga sibuk memotong sapi, mengaduk santan, sambil menjaga api besar di bawah kuali rendang. Asap tipis bercampur dengan aroma daging langsung bikin suasana kampung terasa lapar berjamaah.
Di tengah kesibukan itu, muncul seorang pria dengan gerak-gerik aneh di dekat dapur warga. Mukanya kusut, jalannya pelan, matanya sesekali melirik arah masakan yang masih mengepul panas. Warga awalnya mengira pria itu cuma pendatang numpang lewat cari makan gratis.
Beberapa menit kemudian, suasana mendadak berubah seperti adegan sinetron kejar-kejaran menjelang azan magrib. Seorang warga mendadak mengenali wajah pria tersebut sebagai tahanan kabur yang viral beberapa hari terakhir. Teriakan spontan langsung pecah, membuat orang-orang sekitar berhenti memotong daging kurban.
“Katanya dia keluar karena lapar, dekat situ memang lagi masak rendang,” ujar seorang warga sambil tertawa kecil. Kalimat itu langsung menyebar cepat dari mulut ke mulut sepanjang gang permukiman warga. Aroma rendang mendadak berubah status menjadi umpan paling efektif seantero Rumbai.
Warga langsung bergerak cepat sebelum pria itu sempat kabur lagi masuk gang sempit kawasan permukiman. Sebagian menutup jalan, sebagian lagi sibuk menelepon petugas keamanan dan aparat setempat. Suasana yang awalnya penuh aroma santan mendadak berubah seperti adegan film kriminal kampung.
Nasriyatno alias Cili akhirnya diamankan tanpa drama berlebihan di tengah kerumunan warga penasaran. Beberapa warga sibuk merekam video memakai telepon genggam sambil terus mengomentari kejadian langka tersebut. Ada juga ibu-ibu yang tetap lanjut mengaduk rendang sambil melirik proses penangkapan.
Kepala Rutan Kelas IA Pekanbaru, Erwin Siregar, membenarkan penangkapan tahanan kabur tersebut. Petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku setelah proses pengamanan berlangsung di kawasan Rumbai. “Benar, sudah ditangkap,” kata Erwin Siregar, Rabu, 27 Mei 2026.
Erwin belum menjelaskan detail kondisi Nasriyatno alias Cili setelah tiga hari melarikan diri dari tahanan. Petugas masih mendalami lokasi persembunyian hingga jalur pelarian pelaku selama buron di Pekanbaru. “Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Erwin Siregar.
Nama Nasriyatno alias Cili sebelumnya ramai dibicarakan warga Pekanbaru sejak Minggu, 24 Mei 2026. Tahanan kasus pencurian itu dilaporkan kabur menjelang waktu magrib dari area Rutan Kelas IA Pekanbaru. Kejadian tersebut langsung bikin geger karena pelarian terjadi saat aktivitas petugas sedang sibuk dengan pergantian jadwal.
Menurut penjelasan Erwin Siregar sebelumnya, pelaku memanfaatkan situasi sore hari untuk meloloskan diri dari tahanan. Nasriyatno disebut kabur dengan cara memanjat pagar lalu melompati tembok kantor rumah tahanan. “Pelarian dilakukan dengan cara melompati pagar dan tembok kantor,” ujar Erwin Siregar.
Sejak kabur, aparat dan warga sempat dibuat sibuk memburu keberadaan pria tersebut di sejumlah lokasi di Pekanbaru. Informasi penampakan pelaku muncul bergantian seperti episode serial yang belum tamat-tamat juga. Kadang terlihat dekat permukiman, kadang hilang lagi sebelum petugas datang.
Warga Rumbai mengaku campur aduk melihat penangkapan tersebut berlangsung dekat lokasi pemotongan hewan kurban. Ada yang takut, ada yang penasaran, ada juga yang malah sibuk membahas rendang penyebab pelaku keluar. Kampung yang awalnya tenang mendadak ramai seperti pasar malam dadakan.
Cerita tahanan menyerah gara-gara lapar langsung meledak di media sosial Pekanbaru sepanjang sore. Banyak warganet bercanda bahwa aroma rendang ternyata lebih ampuh dibanding patroli keliling aparat keamanan. Sebagian lagi menganggap kejadian itu terlalu absurd untuk ukuran pelarian tahanan sungguhan.
Meski terdengar nyeleneh, kasus ini tetap memunculkan sorotan serius terhadap sistem keamanan rumah tahanan. Publik mempertanyakan pengawasan petugas setelah tahanan bisa memanjat pagar lalu kabur begitu saja. Apalagi pelarian berlangsung menjelang magrib ketika aktivitas dalam tahanan sedang sibuk.
Rutan Kelas IA Pekanbaru memastikan evaluasi internal segera dilakukan setelah penangkapan Nasriyatno alias Cili. Pemeriksaan difokuskan pada pengawasan petugas, sistem keamanan, hingga area rawan pelarian tahanan. Langkah itu diharapkan membuat drama serupa tidak kembali bikin geger warga Pekanbaru.
Sementara warga Rumbai masih tertawa geli mengingat momen penangkapan dekat kuali rendang kurban tersebut. Tidak banyak yang menyangka pelarian tahanan tiga hari akhirnya tamat gara-gara urusan isi perut. Di Pekanbaru, rendang hari itu bukan cuma lauk kurban, tapi juga penutup kisah buronan. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Serba-Serbi Iduladha 2026
Sapi Kurban Ngamuk! Dari Seruduk Warga, Masuk Kebun, Hingga Disembelih di Tengah Jalan Lintas

