Polisi Kampar Bongkar Pencurian Sapi Fantastis, Mobil Calya Jadi Bukti Mengejutkan
Tiga terduga pelaku pencurian ternak di Kampar dihadirkan dalam konferensi pers, Rabu, 27 Mei 2026. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Warga Desa Batu Langka Kecil, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar mendadak geger pada Senin, 27 April 2026. Seekor sapi senilai Rp72 juta dilaporkan hilang misterius dari kandang milik warga setempat. Satreskrim Polres Kampar langsung bergerak cepat memburu pelaku pencurian ternak yang bikin geger kampung tersebut.
Korban sempat panik setelah mendapati sapi peliharaannya lenyap tanpa jejak pada pagi hari. Nilai kerugian fantastis membuat kasus itu cepat menyita perhatian warga sekitar. Laporan korban langsung masuk ke Polres Kampar beberapa jam setelah kejadian berlangsung.
Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP Gede Yoga Eka Pranata, membenarkan laporan pencurian hewan ternak tersebut. Polisi langsung membentuk tim penyelidikan usai menerima laporan dari korban pencurian sapi. “Laporan dugaan pencurian hewan ternak telah diterima dan segera ditindaklanjuti,” ujar Gede Yoga, Rabu, 27 Mei 2026.
Suasana Desa Batu Langka Kecil sempat panas setelah kabar kehilangan sapi menyebar cepat ke warga. Banyak warga menduga pelaku sudah mengincar ternak korban sejak beberapa hari sebelumnya. Kecurigaan muncul karena aksi pencurian berlangsung rapi tanpa meninggalkan banyak jejak mencolok.
Tim Satreskrim Polres Kampar kemudian mulai menyisir lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi penting. Polisi juga menelusuri kendaraan mencurigakan yang sempat melintas di sekitar lokasi kejadian. Gerak cepat itu akhirnya membuka jalan menuju identitas para terduga pelaku pencurian ternak.
Selasa malam, 26 Mei 2026, polisi akhirnya berhasil menangkap tiga dari empat terduga pelaku pencurian. Penangkapan pertama berlangsung di Desa Batu Langka Kecil saat seorang pelaku sedang berada di rumahnya. Dua pelaku lain diringkus di wilayah Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu.
Ketiga pelaku masing-masing berinisial BD (36 tahun), EH (52 tahun), serta MP (47 tahun). BD tercatat sebagai warga Desa Batu Langka Kecil, sementara EH dan MP berasal dari Ujung Batu. Polisi menduga aksi pencurian dilakukan secara terencana dengan pembagian tugas masing-masing pelaku.
“Seorang pelaku diamankan di rumahnya, sedangkan dua lainnya ditangkap di Ujung Batu,” kata AKP Gede Yoga Eka Pranata. Polisi masih memburu satu terduga pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam aksi pencurian sapi tersebut. Identitas pelaku buron sudah dikantongi tim penyidik Polres Kampar.
Saat penangkapan berlangsung, polisi turut mengamankan satu unit Toyota Calya warna silver sebagai barang bukti. Kendaraan tersebut diduga dipakai para pelaku saat menjalankan aksi pencurian ternak milik korban. Polisi kini mendalami peran kendaraan itu dalam proses pengangkutan hewan hasil curian.
Kasus pencurian ternak memang sering memicu keresahan warga pedesaan karena nilai kerugiannya cukup besar. Banyak peternak menggantungkan penghasilan utama dari hewan ternak seperti sapi dan kambing. Hilangnya satu ekor sapi saja dapat mengguncang kondisi ekonomi keluarga peternak kecil.
Warga sekitar mengaku lega setelah polisi berhasil menangkap sebagian besar terduga pelaku pencurian sapi tersebut. Penangkapan itu dianggap memberi rasa aman setelah beberapa waktu warga dihantui ketakutan kehilangan ternak. Sebagian warga bahkan mulai meningkatkan pengamanan kandang ternak pada malam hari.
Polres Kampar saat ini masih mendalami kemungkinan adanya jaringan pencurian hewan ternak lintas daerah. Penyidik juga memeriksa hubungan para pelaku dengan dugaan kasus pencurian serupa sebelumnya. Polisi belum menutup kemungkinan munculnya tersangka baru dalam pengembangan kasus tersebut.
Ketiga terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kampar bersama sejumlah barang bukti. Penyidik terus menggali keterangan guna mengungkap peran detail masing-masing pelaku dalam aksi pencurian. Polisi juga berupaya menemukan keberadaan sapi milik korban yang sempat hilang.
Gede Yoga Eka Pranata meminta masyarakat segera melapor jika menemukan tindak kriminal di lingkungan sekitar. Laporan cepat dari warga dinilai sangat membantu proses pengungkapan kasus kriminal seperti pencurian ternak. “Masyarakat dapat memberikan informasi melalui Polsek terdekat atau Call Center Polri 110,” tutup Gede Yoga. R-02

