12 Kebiasaan Sunnah Rasulullah di Hari Raya Idul Adha yang Dianjurkan untuk Diamalkan
Ilustrasi. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Hari Raya Idul Adha bukan hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kepada masyarakat. Di balik kemeriahan perayaan tersebut, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW dan memiliki nilai spiritual yang sangat besar.
Sayangnya, sebagian amalan sunnah ini mulai jarang dibahas dan tidak banyak diketahui umat Islam. Padahal, menjalankan sunnah Rasulullah pada Hari Raya Kurban dapat menjadi penyempurna ibadah sekaligus menambah keberkahan di hari yang penuh kemuliaan tersebut.
Idul Adha merupakan momentum untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS kepada Allah SWT. Selain melaksanakan kurban, umat Islam juga dianjurkan menghidupkan hari raya dengan berbagai amalan yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW.
Berikut 12 kebiasaan sunnah Rasulullah SAW pada Hari Raya Idul Adha yang patut diamalkan.
1. Mandi Sebelum Berangkat Salat Ied
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk membersihkan diri sebelum melaksanakan salat Idul Adha. Mandi pada pagi hari menjadi salah satu sunnah yang bertujuan menjaga kebersihan sekaligus menghormati hari raya yang istimewa.
Dengan tubuh yang bersih dan segar, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.
2. Mengenakan Pakaian Terbaik
Pada Hari Raya Kurban, Rasulullah SAW biasa mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki. Sunnah ini menunjukkan pentingnya menampilkan diri secara rapi dan sopan ketika menghadiri salat Ied.
Namun demikian, mengenakan pakaian terbaik tidak harus berarti pakaian baru. Yang terpenting adalah bersih, layak, dan pantas digunakan untuk beribadah.
3. Tidak Makan Sebelum Salat Ied
Berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum salat, pada Idul Adha Rasulullah SAW justru menunda makan hingga selesai melaksanakan salat Ied.
Setelah pulang dari tempat salat, beliau kemudian menyantap sebagian daging kurban jika memungkinkan. Sunnah ini menjadi salah satu pembeda antara perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.
4. Memperbanyak Takbir
Mengumandangkan takbir merupakan salah satu amalan utama pada Hari Raya Kurban. Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk memperbanyak takbir sejak malam Idul Adha hingga hari-hari tasyrik.
Lafaz takbir menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT sekaligus pengingat akan kebesaran-Nya.
5. Berjalan Kaki ke Tempat Salat
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW lebih sering berjalan kaki menuju lokasi pelaksanaan salat Ied.
Selain menjadi bentuk kesederhanaan, kebiasaan ini juga memberikan kesempatan untuk memperbanyak zikir dan mempererat hubungan sosial dengan sesama umat Islam.
6. Menggunakan Jalan Berbeda Saat Pergi dan Pulang
Salah satu sunnah yang cukup terkenal tetapi mulai jarang diterapkan adalah menggunakan rute berbeda ketika berangkat dan pulang dari salat Ied.
Rasulullah SAW melakukan hal tersebut sebagai bentuk syiar Islam sekaligus memperluas jangkauan silaturahmi dengan masyarakat.
7. Menyegerakan Pelaksanaan Salat Idul Adha
Berbeda dengan Idul Fitri yang sedikit diakhirkan untuk memberi kesempatan membayar zakat fitrah, salat Idul Adha dianjurkan dilaksanakan lebih awal.
Tujuannya agar umat Islam memiliki waktu lebih banyak untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban setelah salat selesai.
8. Mendengarkan Khutbah Hingga Selesai
Sebagian jamaah sering memilih pulang lebih awal setelah salat Ied selesai. Padahal Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk tetap mengikuti khutbah hingga tuntas.
Khutbah Idul Adha berisi pesan-pesan keagamaan yang menjadi bagian penting dari perayaan hari raya.
9. Mengucapkan Selamat dan Mendoakan Sesama Muslim
Hari Raya Kurban juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah. Rasulullah SAW dan para sahabat saling mendoakan serta menyampaikan ucapan yang baik ketika bertemu.
Tradisi ini masih banyak dilakukan hingga saat ini sebagai bentuk kebersamaan dan persaudaraan.
10. Menyembelih Hewan Kurban dengan Tangan Sendiri
Bagi yang mampu dan memiliki pengetahuan yang cukup, Rasulullah SAW memberikan teladan untuk menyembelih hewan kurban sendiri.
Jika tidak memungkinkan, seseorang tetap dianjurkan menyaksikan proses penyembelihan hewan kurbannya sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam ibadah tersebut.
11. Membaca Doa dan Basmalah Saat Menyembelih
Ketika menyembelih hewan kurban, Rasulullah SAW membaca basmalah dan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Amalan ini menjadi bagian penting dalam memastikan penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam.
12. Menikmati Sebagian Daging Kurban dan Berbagi kepada Sesama
Rasulullah SAW tidak hanya memerintahkan agar daging kurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menganjurkan pemilik kurban untuk menikmati sebagian hasil kurbannya.
Melalui pembagian daging kurban, nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi semakin terasa di tengah masyarakat.
Menghidupkan Kembali Sunnah yang Mulai Terlupakan
Di tengah perkembangan zaman, sebagian sunnah Rasulullah pada Hari Raya Kurban mulai jarang diperhatikan. Banyak umat Islam yang fokus pada pelaksanaan kurban, tetapi melupakan berbagai amalan kecil yang sebenarnya memiliki nilai pahala besar.
Padahal, sunnah-sunnah tersebut tidak hanya memperkaya ibadah, tetapi juga mengajarkan kebersihan, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta semangat kebersamaan. Dengan menghidupkan kembali kebiasaan Rasulullah SAW pada Hari Raya Idul Adha, umat Islam dapat merasakan makna kurban yang lebih mendalam, tidak hanya sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hari Raya Kurban menjadi momen yang tepat untuk meneladani seluruh aspek kehidupan Rasulullah SAW. Dari cara berpakaian, berjalan menuju tempat salat, hingga berbagi daging kurban kepada sesama, semuanya mengandung hikmah yang relevan sepanjang zaman. Dengan mengamalkan sunnah-sunnah tersebut, perayaan Idul Adha tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan dan ketakwaan. (R-05)

