Skuad Maroko Resmi Dirilis, Wonderkid 18 Tahun Langsung Tendang Pemain Senior
Para pemain Maroko merayakan keberhasilan mereka dalam adu penalti melawan Spanyol. (sumber: katadata.com)
JAKARTA, SabangMerauke News - Timnas Maroko resmi merilis skuad Piala Dunia 2026 pada Selasa, 26 Mei 2026. Singa Atlas langsung bikin geger setelah mencoret Sofiane Boufal dan memanggil wonderkid Lille, Ayyoub Bouaddi. Nama besar seperti Achraf Hakimi, Brahim Diaz, hingga Sofyan Amrabat tetap menjadi tulang punggung utama menghadapi panasnya turnamen dunia musim panas nanti.
Pelatih Mohamed Ouahbi membawa 26 pemain menuju Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Komposisi skuad terasa unik karena penuh dengan perpaduan darah muda dan pengalaman tempur Eropa. Aroma kejutan langsung tercium sejak daftar pemain diumumkan di akun resmi timnas Maroko.
Maroko datang membawa beban ekspektasi besar setelah tampil menggila pada Piala Dunia 2022. Publik sepak bola dunia masih mengingat bagaimana Singa Atlas menabrak Spanyol dan Portugal. Perjalanan sampai semifinal membuat Maroko kini tidak lagi dianggap sekadar tim penggembira.
Mohamed Ouahbi sadar tekanan kini jauh lebih berat dibanding empat tahun lalu. Namun, pria asal Belgia-Maroko itu terlihat santai menghadapi ekspektasi tinggi publik negaranya. Ia malah menikmati proses membangun skuad baru penuh energi muda.
“Kami memiliki kumpulan bakat sangat besar saat ini,” ujar Mohamed Ouahbi selaku pelatih Timnas Maroko. “Kami terus memantau pemain, berdiskusi, dan membuka kesempatan bagi semua nama potensial,” lanjutnya.
Keputusan paling mengejutkan muncul saat nama Sofiane Boufal tidak masuk skuad akhir Piala Dunia. Padahal pemain kreatif itu sempat mengikuti pemusatan latihan sepanjang Mei 2026. Banyak penggemar langsung ribut setelah daftar resmi dirilis federasi sepak bola Maroko.
Boufal sebenarnya baru kembali setelah hampir dua tahun absen membela tim nasional. Cedera panjang sempat membuat karier internasionalnya seperti tenggelam tanpa suara. Namun, comeback sang gelandang ternyata belum cukup meluluhkan hati staf pelatih.
Mohamed Ouahbi mengaku keputusan mencoret Boufal terasa sangat berat bagi dirinya. Persaingan posisi nomor sepuluh membuat ruang skuad menjadi terlalu sempit. Akhirnya, staf pelatih memilih pemain lain dengan kebutuhan taktik berbeda.
“Boufal pantas masuk jika saya bisa membawa 40 pemain,” kata Mohamed Ouahbi. “Namun, posisi nomor sepuluh sudah penuh sejak awal seleksi berjalan,” sambung pelatih berusia 49 tahun tersebut.
Di balik drama pencoretan Boufal, Maroko justru melahirkan cerita baru nan segar. Wonderkid Lille berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi, resmi mendapat panggung terbesar kariernya. Nama Bouaddi langsung melesat menjadi sorotan media Eropa dan Afrika.
Bouaddi sebenarnya masih bisa memilih memperkuat Prancis pada level senior internasional. Namun gelandang muda itu akhirnya memilih darah leluhurnya bersama Singa Atlas. Federasi Maroko bergerak cepat sebelum talenta emas tersebut direbut Les Bleus.
Keputusan Bouaddi terasa seperti kemenangan besar bagi proyek masa depan Maroko. Permainannya dianggap matang meski usianya masih sangat muda untuk level internasional. Kemampuan membaca ruang membuat staf pelatih langsung jatuh hati.
“Kami sangat bangga memiliki Bouaddi bersama skuad ini,” ujar Mohamed Ouahbi. “Dia anak cerdas dan memahami permainan sangat cepat,” lanjut mantan pelatih tim muda Maroko tersebut.
Kehadiran Bouaddi membuat lini tengah Maroko terasa semakin segar dan dinamis. Ia bakal ditemani nama besar seperti Sofyan Amrabat dan Bilal El Khannouss. Kombinasi pengalaman dan kreativitas menjadi senjata utama Singa Atlas musim panas nanti.
Sofyan Amrabat kembali dipercaya menjadi jantung permainan Maroko di Piala Dunia 2026. Gelandang Fenerbahce itu tetap dikenal sebagai monster penghancur serangan lawan. Energinya di lapangan sering membuat pertandingan berubah panas dan emosional.
Di sektor pertahanan, Achraf Hakimi kembali menjadi ikon utama Maroko menghadapi turnamen dunia. Bek kanan PSG tersebut tampil luar biasa sepanjang musim kompetisi Eropa tahun ini. Kecepatan dan agresivitasnya sering membuat lawan kehilangan napas.
Hakimi bahkan masih harus menjalani final Liga Champions bersama PSG pada 30 Mei 2026. Situasi tersebut membuat persiapan Maroko sedikit berbeda dibanding negara lain. Namun pengalaman bermain laga besar menjadi keuntungan penting bagi skuad Singa Atlas.
Selain Hakimi, lini belakang Maroko juga diperkuat Noussair Mazraoui dan Nayef Aguerd. Kombinasi tiga pemain ini membuat pertahanan Maroko terasa sangat kokoh dan agresif. Lawan dipastikan sulit bernapas nyaman menghadapi tekanan mereka.
Sementara sektor depan dipimpin Brahim Diaz yang tampil menawan bersama Real Madrid musim ini. Pemain lincah tersebut menjadi harapan baru publik Maroko dalam mencetak gol penting. Kreativitasnya sering membuat pertandingan mendadak berubah liar.
Brahim Diaz diprediksi bakal menjadi pusat serangan utama sepanjang Piala Dunia 2026 berlangsung. Kemampuannya menusuk pertahanan sempit menjadi ancaman nyata bagi lawan-lawan Maroko. Publik Casablanca kini menggantungkan mimpi besar kepada sang playmaker.
Di bawah mistar gawang, nama Yassine Bounou tetap tidak tergantikan hingga sekarang. Kiper senior tersebut masih menjadi tembok tebal terakhir pertahanan Singa Atlas. Pengalamannya pada Piala Dunia 2022 menjadi modal sangat berharga.
Bounou terkenal tenang menghadapi tekanan besar di pertandingan penting internasional. Ketika lawan mulai panik mengejar gol, kiper satu ini justru semakin sulit ditembus. Karisma dan kepemimpinannya memberi rasa aman bagi seluruh skuad.
Maroko sendiri tergabung di Grup C bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti. Banyak pengamat langsung menyebut grup tersebut sebagai salah satu grup paling brutal dalam turnamen. Brasil menjadi ancaman terbesar sejak laga pertama fase grup dimulai.
Namun, Maroko terlihat tidak gentar menghadapi nama besar lima kali juara dunia tersebut. Kepercayaan diri Singa Atlas masih sangat tinggi selepas pencapaian fenomenal pada 2022. Mereka yakin kejutan baru bisa kembali lahir musim panas nanti.
Mohamed Ouahbi menegaskan timnya tidak datang sekadar numpang lewat di turnamen besar tersebut. Ia ingin Maroko kembali membuat dunia terkejut seperti empat tahun sebelumnya. Semangat muda menjadi bahan bakar utama perjalanan skuad kali ini.
“Kami ingin melangkah jauh dan bersaing melawan siapa pun,” ujar Mohamed Ouahbi. “Pemain muda memberi energi besar bagi tim nasional saat ini,” lanjutnya lagi.
Perjalanan Ouahbi sendiri bersama Maroko sebenarnya masih sangat baru dan singkat. Ia baru mengambil alih kursi pelatih senior sejak Maret tahun lalu. Namun hasil kerjanya mulai terlihat jelas melalui regenerasi skuad agresif.
Sebelumnya, Ouahbi sukses membawa Maroko juara Piala Dunia U-20 tahun 2025. Prestasi itu membuat federasi langsung mempercayainya menangani tim senior menuju Piala Dunia. Filosofi permainan cepat dan agresif perlahan mulai terbentuk.
Kini seluruh mata publik Afrika tertuju kepada langkah Singa Atlas di Piala Dunia 2026. Mereka bukan lagi kuda hitam biasa yang dianggap lewat tanpa ancaman serius. Maroko datang membawa mimpi besar sekaligus generasi emas penuh keberanian.
Skuad kali ini terasa seperti gabungan pengalaman tempur dan darah muda penuh ledakan energi. Dari Hakimi sampai Bouaddi, semua membawa cerita berbeda menuju panggung dunia terbesar. Dan ketika peluit pertama berbunyi nanti, Singa Atlas siap kembali mencakar dunia sepak bola. R-02
Skuad Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
Kiper: Yassine Bounou (Al-Hilal), Munir El Kajoui (Berkane), Ahmed Reda Tagnaouti (Asfar)
Bek: Nayef Aguerd (Marseille), Youssef Belammari (Al Ahly), Issa Diop (Fulham), Zakaria El Ouahdi (Genk), Achraf Hakimi (PSG), Redouane Halhal (KV Mechelen), Noussair Mazraoui (Manchester United), Chadi Riad (Crystal Palace), Anass Salah-Eddine (PSV, on loan from Roma)
Gelandang: Sofyan Amrabat (Real Betis), Ayyoub Bouaddi (Lille), Neil El Aynaoui (Roma), Bilal El Khannouss (Stuttgart), Samir El Mourabet (Strasbourg), Azzedine Ounahi (Girona), Ismael Saibari (PSV)
Penyerang: Ayoube Amaimouni (Eintracht Frankfurt), Brahim Diaz (Real Madrid), Ayoub El Kaabi (Olympiacos), Abdessamad Ezzalzouli (Real Betis), Yassine Gessime (Strasbourg), Soufiane Rahimi (Al-Ain), Chemsdine Talbi (Sunderland).

