Takefusa Kubo Siap Mengamuk, Jepang Kirim Sinyal Bahaya untuk Belanda di Piala Dunia 2026
Skuad Timnas Jepang (ist)
JAKARTA, SabangMerauke News - Timnas Jepang akhirnya resmi merilis daftar skuad Piala Dunia 2026 menjelang turnamen paling panas tahun ini. Samurai Biru membawa mayoritas pemain Eropa dan langsung mengirim sinyal ancaman serius kepada lawan-lawannya.
Pelatih Hajime Moriyasu memanggil 26 pemain untuk bertarung pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara nanti. Nama-nama besar seperti Takefusa Kubo, Wataru Endo, hingga Hiroki Ito tetap menjadi fondasi utama Samurai Biru. Jepang terlihat datang bukan sekadar numpang lewat pada turnamen kali ini.
Namun, suasana pengumuman skuad Jepang tidak sepenuhnya terasa bahagia bagi para pendukung Samurai Biru musim ini. Dua nama penting justru menghilang dari daftar pemain menuju Piala Dunia 2026 mendatang. Kaoru Mitoma dan Takumi Minamino dipastikan absen akibat cedera cukup serius.
Absennya Kaoru Mitoma terasa seperti kehilangan listrik utama dalam permainan menyerang Jepang beberapa tahun terakhir. Winger Brighton tersebut mengalami cedera hamstring saat menghadapi Wolverhampton pada kompetisi Liga Inggris. Cedera itu membuat Mitoma diprediksi menepi lebih dari satu bulan.
Takumi Minamino juga gagal masuk skuad akibat cedera ligamen lutut sejak Desember lalu bersama klubnya. Situasi tersebut membuat lini depan Jepang kehilangan dua pemain paling berpengalaman menjelang turnamen besar. Namun, Hajime Moriyasu tampaknya tetap tenang menghadapi badai cedera tersebut.
“Piala Dunia selalu sulit dimainkan dan semua negara datang dengan persiapan sangat serius,” ujar Wataru Endo, kapten Timnas Jepang. “Namun, Jepang datang dengan rasa percaya diri dan tidak takut menghadapi siapa pun,” lanjut gelandang Liverpool tersebut. Kalimat itu langsung terasa seperti alarm bagi lawan-lawan Jepang.
Kepercayaan diri Jepang memang tidak muncul dari omong kosong tanpa isi menjelang Piala Dunia 2026 musim panas nanti. Samurai Biru sedang menjalani periode sangat mengerikan ketika menghadapi negara-negara Eropa beberapa tahun terakhir. Rekor mereka bahkan mulai membuat publik sepak bola dunia melirik serius.
Sejak Piala Dunia 2022, Jepang tercatat belum pernah kalah melawan tim nasional Eropa dalam berbagai pertandingan. Inggris menjadi korban terbaru setelah kalah 0-1 pada laga uji coba di Wembley Stadium beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Jerman, Spanyol, Serbia, hingga Skotlandia juga sempat dibuat frustrasi.
Tim asuhan Hajime Moriyasu seperti berubah menjadi pemburu raksasa setiap menghadapi tim besar asal Eropa belakangan ini. Mereka menang melawan Jerman dua kali dalam periode berbeda dengan permainan sangat agresif. Spanyol juga pernah dipermalukan Jepang saat Piala Dunia 2022 di Qatar.
“Saya yakin Jepang mampu mengejutkan dunia pada Piala Dunia nanti,” ujar Hajime Moriyasu kepada Channel News Asia. Pelatih berusia 57 tahun tersebut terlihat sangat percaya diri menghadapi turnamen terbesar di dunia musim panas nanti. Aura optimisme terus menyelimuti ruang ganti Samurai Biru.
Kepercayaan diri Jepang makin terasa masuk akal ketika melihat komposisi pemain dalam skuad Piala Dunia 2026 kali ini. Mayoritas pemain Samurai Biru saat ini bermain pada kompetisi elit Eropa dengan level persaingan sangat tinggi. Hanya tiga pemain berasal dari kompetisi lokal Jepang.
Kiper Keisuke Osako dari Sanfrecce Hiroshima menjadi salah satu dari sedikit pemain J-League dalam skuad Jepang. Tomoki Hayakawa dari Kashima Antlers juga masuk sebagai pelapis penjaga gawang utama Samurai Biru. Nama terakhir berasal dari legenda hidup Jepang, Yuto Nagatomo.
Nagatomo kini sudah berusia 39 tahun, tetapi masih dipercaya masuk skuad Piala Dunia 2026 bersama Jepang. Bek FC Tokyo tersebut menjadi pemain paling senior dalam skuad Hajime Moriyasu musim ini. Pengalamannya dianggap sangat penting untuk menjaga mental pemain muda Samurai Biru.
Yuto Nagatomo bahkan sudah mengoleksi 144 caps bersama Timnas Jepang sepanjang perjalanan karier internasionalnya. Pengalaman panjang itu membuatnya seperti ayah ruang ganti bagi pemain muda Jepang musim ini. Kehadirannya memberi keseimbangan emosional bagi skuad Samurai Biru.
Sementara itu, sorotan terbesar tetap tertuju pada Takefusa Kubo yang menjadi bintang utama skuad Jepang saat ini. Pemain Real Sociedad tersebut tampil luar biasa sepanjang musim kompetisi Eropa bersama klub asal Spanyol tersebut. Piala Dunia 2026 menjadi panggung kedua bagi Kubo bersama Samurai Biru.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Kubo sempat mencuri perhatian saat Jepang mengalahkan Jerman dan Spanyol. Kini pemain berusia 24 tahun tersebut datang dengan pengalaman dan mental jauh lebih matang. Jepang berharap Kubo mampu menjadi pembeda pada laga-laga besar nanti.
Selain Kubo, lini tengah Jepang juga dipenuhi pemain berpengalaman dari kompetisi elit Eropa musim ini. Wataru Endo kembali dipanggil meski sempat mengalami cedera ligamen engkel bersama Liverpool beberapa bulan terakhir. Kehadirannya menjadi kabar baik terbesar bagi Jepang menjelang turnamen.
Endo memang belum bermain sejak Februari lalu akibat cedera yang cukup mengganggu bersama Liverpool musim ini. Namun, proses pemulihannya berjalan baik dan diprediksi siap tampil saat Piala Dunia dimulai. Jepang jelas membutuhkan ketenangan dan kepemimpinan Endo pada turnamen besar nanti.
“Untuk Jepang, saya merasa tim ini mampu mencapai sesuatu yang sangat besar,” ujar Wataru Endo kepada situs resmi Liverpool. “Babak grup terasa sangat sulit, tetapi Jepang harus bermain penuh keyakinan,” lanjut sang kapten. Kata-kata tersebut menggambarkan rasa lapar skuad Samurai Biru.
Jepang memang masuk grup yang cukup rumit pada Piala Dunia 2026 bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia musim panas nanti. Grup F terasa seperti jebakan berbahaya bagi seluruh peserta sejak FIFA mengumumkan drawing beberapa waktu lalu. Namun, Jepang tampaknya menikmati tantangan tersebut.
Belanda menjadi lawan pertama Samurai Biru pada pertandingan pembuka tanggal 15 Juni 2026 mendatang. Duel tersebut terasa menarik karena Jepang memiliki banyak pemain yang berkembang di kompetisi Eredivisie Belanda. Total ada lima pemain Jepang bermain pada klub-klub Belanda musim ini.
Ko Itakura bermain bersama Ajax Amsterdam dan menjadi bek penting bagi pertahanan Jepang sepanjang kualifikasi. Tsuyoshi Watanabe memperkuat Feyenoord Rotterdam dengan performa cukup konsisten sepanjang musim. Ayase Ueda juga tampil tajam bersama Feyenoord menjelang Piala Dunia 2026.
Sementara itu, lini depan Jepang tetap terlihat sangat cepat dan agresif meski tanpa Mitoma serta Minamino musim ini. Daizen Maeda dari Celtic masih menjadi ancaman serius melalui kecepatan dan tekanan tanpa bola miliknya. Ritsu Doan dan Junya Ito juga tetap berbahaya di sektor sayap.
Daichi Kamada bersama Crystal Palace juga diprediksi memiliki peran besar mengatur serangan Jepang musim panas nanti. Gelandang kreatif tersebut terkenal cerdas dalam mencari ruang dan mengatur tempo permainan dalam pertandingan penting. Jepang memiliki keseimbangan sangat menarik musim ini.
Pada lini belakang, Jepang masih mengandalkan Takehiro Tomiyasu yang tampil tangguh bersama Ajax Amsterdam musim ini. Hiroki Ito dari Bayern Munich juga memberi tambahan kekuatan fisik dan duel udara sangat solid. Kombinasi pengalaman dan tenaga muda terlihat cukup seimbang.
Penjaga gawang utama Jepang kemungkinan besar tetap menjadi milik Zion Suzuki dari Parma Calcio di Serie A. Kiper muda tersebut berkembang pesat setelah mendapatkan menit bermain reguler pada kompetisi Italia musim ini. Refleks dan keberaniannya mulai menarik perhatian publik Eropa.
Meski kehilangan beberapa pemain penting akibat cedera, Jepang tetap terlihat sebagai salah satu tim Asia paling menakutkan. Kedalaman skuad mereka jauh berkembang dibanding era-era sebelumnya pada turnamen internasional besar. Pengalaman pemain Jepang di Eropa mulai menunjukkan dampak besar.
Piala Dunia 2026 terasa seperti kesempatan emas bagi Jepang untuk menciptakan sejarah baru dalam sepak bola dunia. Pada dua edisi sebelumnya, langkah Samurai Biru selalu terhenti pada babak 16 besar kompetisi. Kini target lebih tinggi mulai dipasang secara diam-diam.
Publik Jepang mulai percaya tim nasional mereka mampu melangkah lebih jauh dibanding generasi-generasi sebelumnya. Keberanian menghadapi tim besar Eropa membuat rasa takut perlahan menghilang dari skuad Samurai Biru. Jepang kini tidak lagi datang sebagai pelengkap pesta sepak bola dunia.
Hajime Moriyasu tampaknya berhasil membangun identitas kuat dalam permainan Jepang beberapa tahun terakhir ini. Samurai Biru bermain disiplin, cepat, agresif, dan sangat percaya diri ketika menghadapi lawan besar dunia. Gaya bermain tersebut mulai membuat banyak negara merasa tidak nyaman.
Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi panggung pembuktian terbesar bagi generasi emas Jepang era modern saat ini. Dunia mulai penasaran apakah Samurai Biru mampu benar-benar mengguncang turnamen musim panas nanti. Satu hal terasa pasti, Jepang datang bukan untuk sekadar bertukar jersey setelah pertandingan selesai. R-02
Skuad Timnas Jepang di Piala Dunia 2026
Kiper: Zion Suzuki (Parma), Keisuke Osako (Sanfrecce Hiroshima), Tomoki Hayakawa (Kashima Antlers)
Bek: Yuta Nagatomo (FC Tokyo), Shogo Taniguchi (Sint-Truiden), Ko Itakura (Ajax), Tsuyoshi Watanabe (Feyenoord), Takehiro Tomiyasu (Ajax), Hiroki Ito (Bayern Munich), Ayumu Seko (Le Havre), Yukinari Sugawara (Werder Bremen)
Gelandang: Junnosuke Suzuki (Copenhagen), Wataru Endo (Liverpool), Junya Ito (Genk), Daichi Kamada (Crystal Palace), Ritsu Doan (Eintracht Frankfurt), Ao Tanaka (Leeds United), Keito Nakamura (Reims), Kaishu Sano (Mainz), Takefusa Kubo (Real Sociedad), Yuito Suzuki (Freiburg)
Penyerang: Kōki Ogawa (NEC Nijmegen), Daizen Maeda (Celtic), Ayase Ueda (Feyenoord), Kento Shiogai (VfL Wolfsburg), Keisuke Gotō (Sint-Truiden)

