Riau Diguyur Hujan Petir Hari Ini, BMKG Minta Warga Pekanbaru Siaga Banjir Mendadak
Ilustrasi dan infografis prakiraan cuaca Riau hari ini, Selasa, 26 Mei 2026. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Cuaca Riau diprediksi masih didominasi hujan disertai petir pada Selasa, 26 Mei 2026. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Pekanbaru meminta warga meningkatkan kewaspadaan sejak siang hingga malam. Wilayah Pekanbaru, Bengkalis, Kampar, Pelalawan, Siak, hingga Rokan Hilir diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan sampai lebat.
Langit Riau sejak pagi memang terlihat tenang dan sedikit abu-abu seperti belum punya rencana buruk. Namun suasana itu diprediksi berubah cepat ketika awan konvektif mulai tumbuh menjelang siang. Pola cuaca seperti ini beberapa pekan terakhir sering memicu hujan tiba-tiba dan angin kencang.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna, menjelaskan bahwa hujan berpotensi muncul merata pada sebagian besar daerah. Suhu udara diperkirakan berkisar 23 hingga 33 derajat Celsius sepanjang hari. Tingkat kelembapan udara juga cukup tinggi, mencapai 60 sampai 99 persen.
“Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang,” kata Yasir Prayuna, Selasa, 26 Mei 2026. Ia menyebut hujan malam hari masih berpotensi meluas menuju wilayah pesisir dan daratan tengah Riau.
Pekanbaru diperkirakan mengalami cuaca panas sejak pagi sebelum hujan turun menjelang sore hari. Suhu siang cukup menyengat dan membuat udara terasa lengket seperti biasa. Setelah itu awan tebal diprediksi bergerak cepat menutupi sebagian kawasan kota.
Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi juga masuk wilayah rawan hujan sedang hingga lebat. Dua daerah ini beberapa kali diguyur hujan selama Mei 2026. Jalanan licin dan genangan air sering muncul mendadak selepas magrib.
Bengkalis dan Rokan Hilir kembali menjadi daerah paling sering disebut dalam peringatan dini BMKG. Wilayah pesisir itu rawan hujan deras disertai petir dan angin kencang. Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan tinggi sempat memicu banjir lokal dan pohon tumbang.
BMKG mencatat pola hujan Mei tahun ini masih cukup aktif di wilayah Sumatera bagian tengah. Kondisi atmosfer basah membuat pertumbuhan awan hujan terjadi lebih cepat pada siang hari. Faktor suhu laut hangat juga memperkuat suplai uap air menuju wilayah Riau.
“Pertumbuhan awan konvektif terjadi sejak pagi dan matang pada siang hingga sore hari,” tulis BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dalam analisis cuaca terbaru. Kondisi itu membuat potensi hujan petir masih tinggi sepanjang pekan terakhir Mei 2026.
Pelalawan dan Indragiri Hulu juga diperkirakan mengalami hujan pada malam menuju dini hari. Cuaca berubah cepat membuat aktivitas malam warga diprediksi sedikit terganggu. Pengendara motor diminta membawa jas hujan sebelum keluar rumah.
Sementara wilayah Dumai dan Kepulauan Meranti cenderung berawan tebal sejak sore hari. Hujan ringan masih mungkin turun meski tidak selama di wilayah daratan tengah. Angin permukaan bergerak dari arah barat daya menuju utara dengan kecepatan sedang.
Cuaca lembap membuat suhu malam di Riau terasa lebih dingin dibandingkan siang hari. Pada beberapa daerah pinggiran sungai bahkan muncul kabut tipis menjelang subuh. Situasi ini sering muncul selepas hujan deras mengguyur kawasan terbuka.
BMKG juga meminta warga mewaspadai sambaran petir saat hujan mulai turun pada sore hari. Aktivitas luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika langit mulai menghitam pekat. Pohon besar dan baliho tua berpotensi roboh saat angin mendadak menguat.
Di sejumlah kawasan Pekanbaru, cuaca panas pada pagi hari diprediksi memancing aktivitas tinggi masyarakat. Jalan Sudirman, Arengka, Panam, hingga Rumbai diperkirakan tetap ramai kendaraan sejak jam kerja dimulai. Namun, situasi bisa berubah kacau ketika hujan sore datang tanpa aba-aba panjang.
Fenomena hujan sore seperti ini memang menjadi pola khas Riau selama Mei 2026. Banyak warga mengaku cuaca terasa aneh karena panas ekstrem berubah menjadi hujan deras hanya hitungan menit. Langit mendung mendadak kini seperti rutinitas harian menjelang petang.
BMKG memperkirakan pola hujan masih bertahan hingga akhir Mei sebelum kemarau mulai bertahap. Meski musim kemarau nasional diprediksi muncul pada Juli mendatang, sebagian wilayah Sumatera masih diguyur hujan. Kondisi itu dipengaruhi oleh kelembapan udara dan dinamika atmosfer regional.
“Kondisi atmosfer masih mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Riau,” tulis BMKG dalam prakiraan mingguan terbaru. Situasi tersebut membuat potensi hujan tetap tinggi pada sore dan malam hari.
Warga Pekanbaru mulai terbiasa melihat langit berubah gelap seperti sakelar dimatikan mendadak. Matahari siang terasa galak, lalu hujan datang seperti tumpah dari ember raksasa. Fenomena itu kini menjadi cerita harian sepanjang Mei 2026 di Riau. R-02

