Era Guardiola Berakhir, Haaland Tetap Berdiri Sebagai Raja Gol Inggris
tegaskan loyalitas di Man City lewat kontrak 10 tahun untuk menepis rumor ke Spanyol. (Getty Images)
INGGRIS, SabangMerauke News - Premier League musim ini kembali berakhir dengan pemandangan yang terasa familiar. Erling Haaland berdiri di puncak daftar top skor sambil membawa pulang Golden Boot. Bek-bek Liga Inggris pun lagi-lagi cuma bisa geleng kepala melihat ketajaman striker Manchester City tersebut.
Erling Haaland resmi menjadi pencetak gol terbanyak Premier League 2025/2026 setelah mengoleksi 27 gol dari 35 pertandingan. Jumlah itu cukup untuk membuatnya kembali duduk nyaman di singgasana striker paling mematikan Inggris. Ini menjadi Golden Boot ketiga Haaland dalam empat musim terakhir bersama Manchester City.
Yang membuat cerita ini terasa lucu, Haaland bahkan tidak bermain pada laga terakhir musim. Saat Manchester City kalah 2-1 dari Aston Villa pada Minggu, 24 Mei 2026, dirinya hanya duduk menyaksikan pertandingan dari pinggir lapangan. Namun, jumlah golnya tetap tidak tersentuh oleh pesaing lain.
Igor Thiago dari Brentford sebenarnya mencoba memberi perlawanan sampai akhir musim. Striker Brasil tersebut menutup kompetisi dengan 22 gol. Namun, jarak lima gol terasa terlalu jauh untuk dikejar.
Haaland kembali menutup musim sambil tersenyum santai. Seolah Premier League memang sudah menjadi halaman belakang rumahnya sendiri. Setiap musim berjalan, namanya hampir selalu muncul paling atas dalam urusan gol.
Padahal musim Manchester City sebenarnya tidak terlalu mulus. Mereka gagal mempertahankan gelar Premier League setelah beberapa kali kehilangan poin penting. Performa City sempat goyah pada pertengahan musim.
Haaland juga pernah melewati masa sulit. Dalam tujuh pertandingan, dirinya hanya mencetak satu gol. Situasi tersebut sempat membuat publik mulai bertanya apakah mesin gol City akhirnya mulai melambat.
Namun, pertanyaan itu ternyata tidak bertahan lama. Haaland kembali mencetak gol demi gol seperti biasanya. Dan tiba-tiba musim selesai dengan namanya yang lagi berada di posisi teratas.
Begitulah Haaland bekerja selama ini. Kadang terlihat diam cukup lama. Namun, sekali mendapat ruang kecil di kotak penalti, bola biasanya langsung masuk ke gawang.
Banyak bek Premier League sebenarnya tahu ancaman tersebut. Mereka paham bahwa Haaland sangat berbahaya saat menerima crossing atau umpan terobosan cepat. Namun, mengetahui ancaman dan menghentikannya ternyata dua hal berbeda.
Musim ini Haaland kembali terlihat seperti karakter permainan video. Tubuh besar, lari cepat, dan penyelesaian dingin membuatnya sulit dihentikan. Saat mulai berlari menuju gawang, banyak bek lawan langsung terlihat panik.
Pep Guardiola bahkan pernah mengaku posisi striker modern terasa sangat rumit sekarang. Menurut pelatih Manchester City tersebut, penyerang tengah harus bertarung melawan terlalu banyak pemain bertahan. Namun, Haaland tetap mampu mencetak gol dengan konsisten.
“Posisi striker sekarang paling sulit di dunia,” kata Pep Guardiola. “Tetapi Erling selalu menemukan cara mencetak gol,” lanjut Guardiola.
Guardiola memang selalu terlihat menikmati permainan Haaland. Bahkan ketika sang striker sedang paceklik gol, Guardiola tetap tenang. Ia percaya Haaland cuma butuh satu momen kecil untuk kembali menggila.
Musim ini Haaland mencetak 38 gol dari 52 pertandingan di semua kompetisi. Angka tersebut terasa tetap gila meski Manchester City gagal menjadi juara liga. Produktivitasnya seperti berjalan sendiri tanpa terganggu kondisi tim.
Yang lebih menyeramkan, Haaland sudah mencetak 162 gol dari 198 pertandingan sejak datang dari Borussia Dortmund pada 2022. Statistik tersebut terasa absurd untuk pemain yang baru beberapa musim bermain di Inggris. Banyak legenda Premier League bahkan membutuhkan waktu jauh lebih lama.
Golden Boot musim ini juga membuat Haaland masuk kelompok elit Premier League. Ia kini sejajar dengan Alan Shearer dan Harry Kane yang sama-sama memenangkan Golden Boot sebanyak tiga kali. Nama Haaland perlahan mulai duduk di satu meja dengan para legenda besar.
Sekarang dirinya cuma tertinggal satu trofi lagi dari Thierry Henry dan Mohamed Salah. Dua nama tersebut masih memegang rekor empat Golden Boot Premier League. Namun, melihat usia dan performanya, Haaland terasa seperti ancaman serius untuk rekor tersebut.
Yang membuat cerita ini makin liar, Haaland baru berusia 25 tahun. Banyak striker baru mencapai puncak performa pada usia tersebut. Namun, Haaland justru sudah terlihat seperti veteran pemburu gol sejak pertama kali datang ke Inggris.
Musim debutnya bersama Manchester City langsung terasa brutal. Pada 2022/2023, Haaland mencetak 36 gol dan memecahkan rekor Premier League. Banyak orang bahkan sempat menganggap angka tersebut mustahil disentuh striker lain.
Musim berikutnya, dirinya kembali menjadi top skor dengan 27 gol. Dan musim ini angka yang sama kembali mengantar Haaland meraih Golden Boot. Liga Inggris seperti dipaksa menerima kenyataan kalau Haaland memang berbeda.
Meski City gagal menjadi juara musim ini, Haaland tetap menjadi penyelamat dalam banyak pertandingan penting. Ia mencetak gol kemenangan saat melawan Liverpool. Dirinya juga menjadi penentu saat menghadapi Arsenal bulan lalu.
Sayangnya, kontribusi tersebut belum cukup untuk membawa City mempertahankan trofi liga. Arsenal tampil lebih stabil sepanjang musim. City kehilangan terlalu banyak poin saat memasuki pertengahan kompetisi.
Kekalahan dari Everton dan Bournemouth menjadi pukulan besar untuk City. Momentum juara perlahan lepas dari tangan mereka. Namun, di tengah kekacauan itu, Haaland tetap terus mencetak gol.
Fans Manchester City mulai menganggap Haaland seperti tombol cheat dalam permainan sepak bola. Ketika pertandingan terasa buntu, satu umpan silang sederhana bisa berubah menjadi gol hanya karena dirinya berdiri di kotak penalti. Banyak tim lawan sebenarnya sudah siap menghadapi pola tersebut, tetapi tetap gagal menghentikannya.
Musim ini Haaland juga terlihat berkembang dalam permainan terbuka. Ia lebih aktif membuka ruang dan ikut membantu serangan. Sentuhan bolanya terlihat jauh lebih matang dibandingkan dengan musim pertama bersama City.
Kini Manchester City memasuki masa baru setelah kepergian Guardiola. Pelatih asal Spanyol tersebut resmi meninggalkan Etihad setelah 10 tahun penuh trofi dan kejayaan. Era paling sukses dalam sejarah modern City akhirnya selesai.
Nama Enzo Maresca disebut menjadi kandidat kuat pengganti Guardiola. Jika benar datang, Maresca akan langsung mendapat hadiah besar bernama Erling Haaland. Hampir semua pelatih pasti ingin memiliki striker seperti dirinya.
Haaland sendiri terlihat santai menghadapi perubahan besar tersebut. Fokus terdekatnya sekarang tertuju pada Timnas Norwegia dan Piala Dunia 2026. Turnamen itu terasa penting karena Norwegia mulai memiliki generasi yang cukup menjanjikan.
Publik Norwegia berharap Haaland mampu membawa negaranya berbicara lebih jauh di panggung dunia. Selama ini kualitas Haaland sering terasa berjalan sendirian di level internasional. Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan besar untuk mengubah cerita itu.
Sementara di Inggris, Premier League kembali ditutup dengan satu nama di puncak daftar gol. Musim boleh berganti. Pelatih boleh datang dan pergi. Namun, urusan top skor masih terasa milik Erling Haaland.
Sekarang pertanyaan terbesar bukan lagi siapa striker terbaik Premier League. Pertanyaan sebenarnya lebih sederhana. Sampai kapan Haaland terus melakukan ini semua? R-02

