Sempat Unggul, Barcelona Malah Dihancurkan Valencia di Menit-Menit Gila
Filip Ugrinic menghadang Ferran Torres dalam laga Liga Spanyol antara Valencia vs Barcelona di Mestalla, 24 Mei 2026 (AP Photo)
SPANYOL, SabangMerauke News - Ribuan pendukung Valencia berdiri sambil berteriak bahagia. Lagu kemenangan terdengar keras dari tribun. Sementara pemain Barcelona berjalan pelan menuju ruang ganti dengan wajah lelah. Valencia baru saja menutup musim dengan cara paling manis.
Los Che sukses mengalahkan Barcelona 3-1 pada pekan terakhir La Liga 2025/2026, Minggu dini hari WIB, 24 Mei 2026. Padahal, tim tamu sempat unggul lebih dulu lewat Robert Lewandowski. Namun, malam itu memang terasa aneh bagi Barcelona.
Mereka datang sebagai juara La Liga. Gelar sudah diamankan sejak pekan sebelumnya. Tekanan tidak terlalu besar. Meski begitu, Barcelona tetap menurunkan banyak pemain penting seperti Lewandowski, Dani Olmo, Marcus Rashford, hingga Gavi.
Valencia justru tampil seperti tim yang sedang mengejar hidup mati. Sejak menit awal, tuan rumah langsung menyerang tanpa ragu. Diego Lopez menjadi ancaman paling merepotkan bagi pertahanan Barcelona. Pada menit keenam, stadion hampir meledak.
Diego Lopez lolos dari kawalan pemain belakang Barcelona dan tinggal berhadapan dengan Wojciech Szczesny. Namun tendangannya malah melambung tipis di atas mistar. Penonton langsung menjerit kecewa.
Valencia terus menekan. Mereka bermain cepat dan agresif. Hugo Duro hampir membuka keunggulan pada menit ke-17 lewat sundulan keras. Namun, bola kembali melayang tipis. Barcelona sempat terlihat kesulitan keluar dari tekanan.
Perlahan, permainan tim tamu mulai hidup. Dani Olmo dan Gavi mencoba mengatur ritme. Marcus Rashford bergerak melebar mencari ruang kosong. Peluang terbaik Barcelona datang pada menit ke-21.
Alejandro Balde menusuk dari sisi kiri usai kombinasi pendek bersama Dani Olmo. Sepakannya keras, tetapi hanya mengenai sisi luar gawang Valencia. Pertandingan berjalan cepat dan terbuka.
Valencia tidak takut menyerang meski menghadapi juara liga. Filip Ugrinic bahkan melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-28. Namun, Szczęsny masih mampu menepis bola.
Ronald Araujo juga sempat menyelamatkan Barcelona dari kebobolan. Bek Uruguay tersebut memotong bola tepat sebelum Diego Lopez mendapat peluang emas. Babak pertama berlangsung keras.
Beberapa pemain sempat terjatuh akibat benturan. Gerard Martin mendapat perawatan setelah terkena kaki Luis Rioja. Pepelu juga terlihat kesakitan menjelang turun minum. Menjelang akhir babak pertama, Barcelona hampir mencetak gol.
Robert Lewandowski menyundul bola hasil sepak pojok dengan keras. Namun, bola hanya membentur tiang gawang Valencia. Suara benturan tiang membuat stadion mendadak sunyi sesaat.
Babak pertama berakhir tanpa gol. Meski skor masih 0-0, pertandingan tetap terasa panas. Valencia bermain penuh semangat. Barcelona tetap berbahaya setiap menyerang.
Masuk babak kedua, Barcelona melakukan pergantian pemain. Ronald Araújo ditarik keluar dan digantikan oleh Xavi Espart. Awalnya pergantian itu terlihat biasa saja. Namun, situasi berubah total beberapa menit kemudian.
Valencia kembali menekan lewat kecepatan Diego Lopez dan Luis Rioja. Mestalla makin berisik setiap bola masuk area pertahanan Barcelona. Namun, justru Barcelona yang lebih dulu mencetak gol.
Menit ke-60 menjadi awal drama besar pertandingan ini. Ferran Torres mendapatkan bola liar di kotak penalti. Bola kemudian mengarah ke Robert Lewandowski. Striker asal Polandia itu langsung menyambar bola tanpa kesalahan.
Gol! Barcelona unggul 1-0. Lewandowski mengangkat tangan sambil tersenyum kecil. Beberapa pemain Valencia terlihat diam dengan wajah kecewa.
Namun, keunggulan Barcelona ternyata tidak bertahan lama. Lima menit kemudian, kesalahan fatal Xavi Espart mengubah semuanya. Bek muda Barcelona kehilangan bola di area berbahaya. Javi Guerra langsung memanfaatkan situasi tersebut. Gelandang muda Valencia itu melepaskan tembakan keras ke sudut gawang Szczesny.
Gol balasan tercipta. Mestalla langsung meledak. Javi Guerra berlari ke depan tribun sambil berteriak penuh emosi. Rekan setim langsung mengejarnya dari belakang. Skor berubah menjadi 1-1.
Momentum pertandingan langsung berbalik. Barcelona mulai terlihat panik. Operan mereka tidak lagi rapi. Valencia justru bermain semakin percaya diri. Menit ke-71 menjadi momen paling liar malam itu.
Luis Rioja menerima bola dari sisi kiri lapangan. Ia bergerak masuk sambil melewati beberapa pemain Barcelona. Setelah mendapat ruang tembak, Rioja langsung melepaskan tendangan kaki kiri mendatar.
Bola masuk ke pojok bawah gawang. Gol kedua Valencia tercipta. Tribun Mestalla kembali berguncang hebat. Luis Rioja berlari sambil membuka tangan lebar-lebar. Suporter Valencia melompat kegirangan. Beberapa orang terlihat memeluk penonton lain tanpa kenal.
Barcelona mencoba bangkit. Marcus Rashford mulai lebih aktif bergerak. Dani Olmo terus mencari celah. Namun, Valencia bertahan dengan semangat luar biasa.
Pada menit ke-76, Valencia sempat mendapat penalti setelah Jesus Vazquez dijatuhkan Marc Bernal. Stadion langsung bersorak keras. Namun, VAR membatalkan keputusan tersebut.
Pelanggaran ternyata terjadi tepat di luar kotak penalti. Suporter Valencia sempat kecewa. Namun, tim tuan rumah tidak kehilangan semangat. Barcelona terus menyerang pada menit akhir pertandingan.
Andreas Christensen mendapat dua peluang emas. Namun, Stole Dimitrievski tampil luar biasa di bawah mistar Valencia. Kiper asal Makedonia itu melakukan penyelamatan penting tepat di depan garis gawang. Penonton langsung berdiri memberi tepuk tangan panjang.
Saat Barcelona sibuk mencari gol penyama, Valencia justru memberikan pukulan terakhir. Menit 90+7 menjadi penutup sempurna bagi tuan rumah.
Guido Rodríguez menerima bola di luar kotak penalti tanpa kawalan ketat. Gelandang Argentina tersebut langsung melepaskan tembakan rendah ke arah pojok gawang. Szczesny terlambat bergerak. Gol ketiga Valencia tercipta.
Mestalla langsung berubah jadi pesta besar. Pemain Valencia berlari ke pinggir lapangan sambil berteriak bahagia. Suporter ikut bernyanyi tanpa henti. Beberapa penonton bahkan mulai menyalakan flare di tribun. Barcelona hanya bisa diam.
Malam penutup musim yang awalnya terlihat santai berubah jadi kekalahan menyakitkan untuk sang juara La Liga. Secara statistik, Barcelona sebenarnya jauh lebih dominan. Mereka menguasai bola hingga 76 persen. Operan mencapai lebih dari 600 kali.
Namun Valencia tampil jauh lebih lapar. Los Che melepaskan 19 tembakan sepanjang pertandingan. Barcelona hanya mencatat 11 percobaan.
“Kami ingin menutup musim dengan kemenangan untuk suporter,” kata Javi Guerra usai pertandingan, Minggu, 24 Mei 2026. Luis Rioja juga terlihat sangat bahagia. “Kami bermain penuh hati malam ini,” ucap winger Valencia tersebut.
Kemenangan ini memang tidak mengubah posisi Valencia di klasemen. Mereka tetap finis di peringkat kedelapan dengan 49 poin dan gagal lolos ke kompetisi Eropa. Namun, kemenangan atas Barcelona terasa seperti hadiah besar untuk pendukung mereka.
Sementara Barcelona tetap menutup musim sebagai juara La Liga. Kekalahan ini tidak mengubah apa pun di klasemen. Tetapi Mestalla memberi satu pelajaran sederhana malam itu. Kadang tim yang bermain lebih lapar akan terlihat jauh lebih berbahaya dibanding juara liga sekalipun. R-02

