Pemuda Batam Dibacok Tengah Malam, Polisi Pastikan Bukan Aksi Begal
Ilustrasi dan infografis perekelahian dan pembacokan di Sagulung, Batam. Foto: SM News/Created by AI
KEPRI, SabangMerauke News - Media sosial mendadak ramai setelah kabar begal brutal di Batuaji menyebar cepat. Pesan berantai berisi cerita pemuda dibacok gerombolan misterius langsung membuat warga Batam panik. Banyak pengendara mulai takut melintas malam setelah isu itu viral sejak beberapa hari terakhir.
Namun, cerita panas itu ternyata berbeda jauh dari fakta lapangan. Polisi memastikan kejadian tersebut bukan aksi begal seperti kabar yang beredar liar di media sosial. Korban bernama Fadhil, 22 tahun, terluka akibat perkelahian setelah cekcok jalanan di kawasan Sei Lekop, Sagulung.
Kapolsek Sagulung, AKP Husnul Afkar, mengatakan kejadian berlangsung Senin malam, 18 Mei 2026. Malam itu, Fadhil baru pulang setelah mengantarkan temannya menuju kawasan Sei Lekop. Jalanan terlihat sepi sebelum suasana tiba-tiba berubah tegang di tengah perjalanan pulang. “Korban berpapasan dengan dua laki-laki berboncengan motor lalu terjadi cekcok,” kata Husnul.
Awalnya hanya tatapan singkat antarpengendara di jalan gelap kawasan Sagulung. Namun, suasana cepat memanas hingga berubah menjadi adu mulut penuh emosi. Tak lama kemudian, perkelahian pecah di pinggir jalan tanpa sempat dicegah warga sekitar.
Dalam situasi kacau itu, salah satu pria diduga mengeluarkan senjata tajam. Serangan diarahkan ke tubuh korban dengan gerakan cepat dan mendadak. Fadhil spontan menangkis sabetan tersebut dengan tangan kanan demi melindungi bagian kepala.
Akibatnya, tangan kanan korban mengalami luka robek cukup dalam hingga harus mendapat tujuh jahitan. Darah sempat mengalir di lokasi kejadian sebelum korban akhirnya mendapat pertolongan medis. Sementara dua pria misterius itu langsung kabur menggunakan sepeda motor Honda Revo hitam. “Korban luka di tangan kanan karena menangkis serangan senjata tajam,” ujar Husnul.
Cerita kemudian berubah liar setelah masuk ke media sosial dan grup percakapan warga Batam. Informasi awal menyebut kejadian terjadi di Lampu Merah Paradise, Batuaji, lalu dikaitkan dengan aksi begal sadis. Pesan itu menyebar sangat cepat hingga membuat banyak warga ikut panik dan resah.
Sebagian warga bahkan langsung memperingatkan keluarga agar tidak keluar malam sendirian. Ada juga yang mulai menghubungkan cerita tersebut dengan meningkatnya kriminalitas jalanan beberapa waktu terakhir. Situasi makin panas ketika kabar berantai terus berpindah dari satu grup ke grup lainnya.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, akhirnya turun memberi penjelasan resmi kepada masyarakat. Melalui Kasi Humas Polresta Barelang, AKP Budi Santosa, polisi meminta warga tidak mudah percaya informasi belum terverifikasi.
Polisi menilai kabar palsu seperti ini bisa memicu keresahan luas di tengah masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Budi.
Setelah melakukan pemeriksaan langsung terhadap korban, polisi memastikan lokasi kejadian sebenarnya berada di Sei Lekop, Sagulung. Polisi juga menegaskan kasus itu bukan aksi begal maupun perampasan kendaraan bermotor. Peristiwa tersebut murni dipicu konflik spontan di jalanan setelah cekcok antarpengendara.
Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Riski Subagyo, mengatakan fakta lapangan berbeda total dari cerita media sosial. Korban memang mengalami pembacokan, tetapi tidak kehilangan kendaraan maupun barang berharganya.
Penjelasan itu sekaligus mematahkan isu begal yang telanjur membuat warga ketakutan. “Dari hasil interogasi korban, kejadian bukan terjadi di Lampu Merah Paradise,” ujar Bayu.
Meski isu begal dipastikan hoaks, polisi tetap memburu dua pria pelaku pembacokan tersebut. Unit Reskrim Polsek Sagulung kini masih mengumpulkan rekaman CCTV dan memeriksa sejumlah saksi sekitar lokasi. Polisi juga menelusuri keberadaan Honda Revo hitam yang dipakai pelaku saat melarikan diri.
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengatakan penyelidikan masih terus berjalan hingga sekarang. Polisi sudah mengantongi ciri fisik pelaku berdasarkan keterangan korban saat diperiksa. Namun, identitas lengkap pelaku masih belum berhasil diketahui. “Kita masih mencari petunjuk terkait identitas pelaku,” kata Anwar, Jumat, 22 Mei 2026.
Kasus ini akhirnya menjadi pelajaran penting bagi warga Batam saat menerima informasi di media sosial. Cerita kecil bisa berubah sangat liar setelah berpindah dari satu akun ke akun lainnya. Perkelahian biasa mendadak berubah seperti cerita kriminal besar hanya karena tambahan asumsi dan narasi menakutkan.
Kini kondisi Fadhil mulai membaik setelah menjalani perawatan luka pada tangan kanannya. Meski masih trauma, korban sudah memberi keterangan lengkap kepada polisi terkait kejadian malam itu. Sementara aparat kepolisian terus memburu dua pria misterius pelaku pembacokan di Sagulung tersebut. R-02

