BMKG Warning! Pekanbaru dan Sejumlah Wilayah Riau Diguyur Hujan Petir Sore Ini
Ilustrasi dan infografis prakiraan cuaca Riau hari ini, Sabtu, 23 Mei 2026. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Matahari pagi di Riau tampil garang saat warga mulai beraktivitas, Sabtu, 23 Mei 2026, tetapi awan gelap diam-diam berkumpul menjelang sore. BMKG Pekanbaru memprediksi hujan ringan hingga sedang bakal mampir di sejumlah daerah, termasuk Pekanbaru dan Dumai.
Forecaster on duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira M, menjelaskan cuaca pagi didominasi udara kabur hingga cerah berawan. Memasuki siang hari, suhu mulai terasa menyengat dengan kondisi langit yang berubah menjadi berawan. Sore sampai malam, hujan lokal diperkirakan turun di beberapa wilayah Riau.
“Pada sore hingga malam hari hujan ringan bersifat lokal diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Riau termasuk Pekanbaru dan Dumai,” kata Yudhistira.
Wilayah berpotensi diguyur hujan meliputi Rokan Hilir, Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Siak. Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, serta Indragiri Hilir juga diprediksi mengalami kondisi serupa. Kota Pekanbaru dan Dumai masuk daftar daerah dengan peluang hujan menjelang malam.
Cuaca Riau pekan ini terasa seperti suasana hati mantan saat diajak balikan mendadak. Pagi terlihat manis, siang mulai cuek, lalu sore berubah total tanpa aba-aba. Banyak warga akhirnya kembali membawa jas hujan meski matahari bersinar sejak pagi.
BMKG menyebut Riau sedang memasuki masa pancaroba menuju musim kemarau. Situasi itu membuat perubahan cuaca berlangsung cepat dalam hitungan jam. Panas menyengat di siang hari sering berubah menjadi hujan saat sore datang.
Di Pekanbaru, pagi diperkirakan masih cukup nyaman untuk aktivitas akhir pekan bersama keluarga. Langit cerah berawan membuat taman kota dan jalan protokol terlihat ramai sejak pagi. Namun, suasana berubah saat mendung mulai menutup langit menjelang sore.
Kawasan Rumbai, Tenayan Raya, dan Bukit Raya diperkirakan berpotensi mengalami hujan disertai petir. Pengendara motor diminta waspada terhadap jalan licin dan genangan air selepas hujan turun. Jarak pandang juga bisa menurun saat hujan deras muncul bersamaan dengan angin kencang. “Cuaca panas pada siang hari diperkirakan berubah cepat menjadi hujan menjelang sore hingga malam,” ujar Yudhistira.
Pada dini hari nanti, udara kabur hingga berawan masih mendominasi sebagian wilayah Riau. Hujan ringan diprediksi kembali muncul di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Siak, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Pekanbaru serta Dumai juga masih berpotensi diguyur hujan lokal.
Meski hujan diprediksi muncul, BMKG memastikan belum ada peringatan dini cuaca ekstrem skala besar di Riau. Kondisi ini berbeda dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya saat hujan lebat sering disertai petir. Sabtu ini situasi cuaca dinilai lebih tenang meski tetap berubah cepat.
Suhu udara di wilayah Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius sepanjang hari. Kelembapan udara mencapai 55 sampai 98 persen sehingga hawa terasa cukup gerah saat siang datang. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam.
Udara lembap membuat banyak warga merasa cepat lelah meski aktivitas tidak terlalu berat. Siang terasa panas menusuk, tetapi malam berubah dingin selepas hujan turun. Perubahan drastis itu mulai sering dirasakan warga Pekanbaru beberapa pekan terakhir.
BMKG juga memberi kabar cukup menenangkan terkait kondisi perairan Riau akhir pekan ini. Tinggi gelombang laut diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi tersebut masih tergolong rendah dan relatif aman untuk aktivitas pelayaran kecil.
Meski begitu, nelayan tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca terutama saat malam hari. Awan hujan bisa tumbuh cepat ketika angin berubah arah mendadak. Situasi seperti itu umum terjadi selama masa pancaroba berlangsung. “Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Riau masih tergolong rendah,” jelas Yudhistira.
BMKG juga merilis data terbaru titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera hingga pukul 23.00 WIB. Total terdapat 33 hotspot tersebar di beberapa provinsi. Aceh menjadi daerah terbanyak dengan 16 titik panas.
Sumatera Selatan dan Sumatera Utara masing-masing tercatat memiliki enam hotspot. Bengkulu terdeteksi tiga titik panas, sedangkan Bangka Belitung dua titik panas. Menariknya, Provinsi Riau justru nihil hotspot pada laporan terbaru BMKG. “Sementara itu, di Provinsi Riau tidak terdeteksi adanya hotspot atau nihil titik panas,” ungkap Yudhistira.
Kondisi tanpa hotspot menjadi kabar baik menjelang masuknya musim kemarau di Riau. Warga sempat khawatir kebakaran lahan mulai muncul saat cuaca panas meningkat beberapa hari terakhir. Namun, laporan BMKG membuat suasana sedikit lebih tenang.
Di sisi lain, kualitas udara Pekanbaru masih berada pada kategori sedang sepanjang akhir pekan. Aktivitas luar ruangan masih relatif aman dilakukan warga sejak pagi hingga sore hari. Meski begitu, warga sensitif disarankan mengurangi aktivitas terlalu lama di bawah terik matahari.
Akhir pekan di Riau akhirnya berjalan dengan kombinasi cuaca yang cukup unik dan sulit ditebak. Matahari muncul galak sejak pagi, tetapi hujan datang diam-diam saat sore mulai turun. Situasi itu membuat payung dan jas hujan kembali jadi barang wajib dalam tas warga Pekanbaru. R-02

