Digerebek Tengah Malam, Pasangan Muda di Hotel Bagan Batu Simpan Sabu dan Ekstasi
Ilustrasi dan infografis penangkapan pengedar sabu di Bagan Sinembah, Rohil. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Dua warga Kecamatan Bagan Sinembah berinisial BAA (23) dan ET (17) diamankan polisi saat berdiri di depan penginapan di kawasan Kelurahan Bagan Batu Kota, Bagan Batu, Kamis malam, 21 Mei 2026. Polisi menemukan sabu seberat bruto 54,3 gram bersama 18 butir pil ekstasi tersembunyi di belakang televisi kamar hotel.
Pengungkapan kasus itu membuat suasana sekitar penginapan sempat heboh menjelang tengah malam. Tim Opsnal Polsek Bagan Sinembah datang diam-diam sebelum akhirnya membawa dua terduga pelaku keluar hotel. Beberapa warga sekitar sempat penasaran setelah kendaraan polisi berhenti cukup lama di depan penginapan tersebut.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus bermula dari penangkapan pria berinisial R. Polisi lebih dulu mengamankan R dalam pengembangan kasus narkotika di wilayah Bagan Sinembah.
Dari pemeriksaan awal, R mengaku memperoleh sabu dari pria berinisial B. “Dari hasil pemeriksaan awal, sabu didapat dari pria berinisial B di salah satu kamar penginapan,” ujar Syahroni, Jumat, 22 Mei 2026.
Informasi itu langsung membuat Tim Opsnal bergerak cepat menuju lokasi penginapan di kawasan Bagan Batu Kota. Polisi kemudian melakukan penyelidikan tertutup sebelum memastikan target benar berada di dalam hotel tersebut. Situasi sekitar penginapan saat itu terlihat tenang seperti malam biasa tanpa keramaian mencolok.
Sekitar pukul 23.00 WIB, petugas melihat seorang pria dan perempuan berdiri di depan Hotel Wisma Sejahtera. Keduanya mengaku bernama B dan E saat ditanya petugas kepolisian. Polisi langsung membawa pasangan tersebut menuju kamar nomor 201 untuk pemeriksaan lanjutan.
Suasana kamar hotel mendadak tegang ketika penggeledahan dimulai bersama petugas penginapan. Polisi membuka beberapa sudut ruangan sambil memeriksa barang-barang mencurigakan di sekitar kamar. Aroma asap rokok bercampur dengan pendingin ruangan membuat suasana penggerebekan terasa makin sesak.
Tak lama kemudian, polisi menemukan kantong kain hitam di belakang televisi di kamar tersebut. Isi kantong membuat petugas langsung saling pandang karena terdapat paket sabu siap edar. Ada 12 paket plastik bening klep merah bersama pil ekstasi tersusun rapi dalam kantong itu.
Petugas lalu kembali menemukan paket sabu kecil tersembunyi dalam lipatan tisu dekat tiang gorden kamar. Cara penyimpanan barang haram itu terlihat sengaja dibuat agar sulit ditemukan. Namun, pemeriksaan detail membuat seluruh barang akhirnya berhasil diamankan polisi.
Di atas meja kamar, polisi juga menemukan alat hisap sabu atau bong bersama korek api. Barang-barang itu diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika sebelum penggerebekan berlangsung malam tersebut. Kondisi kamar terlihat berantakan setelah petugas menyisir seluruh sudut ruangan. “Petugas menemukan alat hisap sabu, plastik kosong, serta barang bukti lain dalam kamar,” kata Syahroni.
Selain narkotika dan alat hisap, polisi turut mengamankan dua unit telepon genggam milik terduga pelaku. Ponsel itu kini diperiksa untuk mendalami dugaan jaringan peredaran narkoba di wilayah Rohil. Polisi juga mengumpulkan beberapa barang kecil lain sebagai pelengkap alat bukti.
Hasil pemeriksaan urine membuat situasi semakin memberatkan kedua terduga pelaku tersebut. BAA dan ET dinyatakan positif mengandung methamphetamine setelah menjalani tes urine malam itu. Temuan tersebut menguatkan dugaan keterlibatan keduanya dalam penyalahgunaan narkotika. “Dari hasil tes urine, kedua tersangka positif methamphetamine,” terang Syahroni.
Penangkapan itu menjadi perhatian warga sekitar Bagan Batu karena lokasi penginapan berada di kawasan yang cukup ramai. Aktivitas hotel biasanya berjalan normal tanpa banyak sorotan masyarakat sekitar. Namun, penggerebekan narkoba membuat warga sekitar kembali waspada terhadap aktivitas mencurigakan.
Beberapa warga mengaku terkejut setelah mengetahui adanya penyimpanan sabu dalam kamar penginapan tersebut. Mereka tidak menyangka transaksi narkoba terjadi dekat permukiman dan pusat aktivitas masyarakat. Apalagi, lokasi hotel berada tidak jauh dari jalur kendaraan ramai malam hari.
Kasus narkoba di wilayah Rokan Hilir memang masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian sepanjang 2026. Peredaran sabu kerap menyasar kalangan muda hingga masuk kawasan penginapan dan permukiman warga. Polisi terus meningkatkan patroli serta pengembangan informasi dari masyarakat.
Kapolsek Bagan Sinembah bersama tim disebut aktif melakukan penyelidikan jaringan narkotika di wilayah perbatasan Rohil. Pengembangan kasus sering dilakukan setelah penangkapan pengguna maupun pengedar kecil. Cara itu dinilai cukup efektif membongkar jalur peredaran narkoba tingkat bawah.
Kini kedua terduga pelaku bersama seluruh barang bukti telah diamankan aparat kepolisian. Proses hukum dilanjutkan di Polres Rokan Hilir untuk pemeriksaan serta pengembangan lebih mendalam. Polisi juga membuka kemungkinan adanya keterlibatan jaringan lain dalam kasus tersebut.
Kapolres Rokan Hilir menegaskan perang melawan narkoba tetap menjadi fokus utama kepolisian daerah tersebut. Penindakan dilakukan demi menjaga keamanan lingkungan serta melindungi generasi muda dari bahaya narkotika. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan.
“Kami terus berkomitmen melakukan penindakan tegas terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” tutup Syahroni.
Malam penggerebekan itu kini masih jadi cerita hangat warga Bagan Batu hingga Jumat pagi. Hotel yang biasanya sunyi mendadak berubah seperti lokasi film kriminal tengah malam. Sementara dua terduga pelaku kini harus menjalani proses hukum setelah langkah mereka terhenti di kamar nomor 201. R-02

