Mohamed Salah Datang Memburu Sejarah, Mesir Siap Mengguncang Piala Dunia 2026
Skuad Mesir saat tampil di Piala Afrika 2026 melawan Senegal, 15 Januari 2026. (AP Photo)
JAKARTA, SabangMerauke News - Mesir akhirnya kembali menatap panggung terbesar sepak bola dunia dengan penuh harapan baru. Setelah perjalanan panjang penuh luka dan kegagalan, The Pharaohs kini datang ke Piala Dunia 2026 sambil membawa mimpi besar bersama Mohamed Salah.
Pengumuman skuad resmi dilakukan pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, Jumat, 22 Mei 2026. Sebanyak 26 pemain dipanggil menuju turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Nama Mohamed Salah langsung menjadi pusat perhatian sejak daftar pemain diumumkan.
Bagi publik Mesir, Salah bukan sekadar kapten tim nasional. Penyerang Liverpool itu sudah berubah menjadi simbol harapan dan kebanggaan sepak bola Mesir selama bertahun-tahun. Kini, pada usia 33 tahun, Salah kembali datang membawa mimpi besar negaranya.
Piala Dunia 2026 terasa spesial bagi Mesir. Turnamen kali ini bukan hanya soal lolos fase grup atau sekadar tampil bagus. Ada satu luka lama yang ingin benar-benar dihapus oleh generasi sekarang.
Sepanjang sejarah tampil di Piala Dunia, Mesir belum pernah memenangkan satu pertandingan pun. Catatan itu terasa seperti bayangan gelap yang terus mengikuti perjalanan mereka selama puluhan tahun.
Pada Piala Dunia 1934, Mesir langsung tersingkir karena sistem gugur. Lalu pada edisi 1990 dan 2018, mereka selalu gagal lolos dari fase grup. Kini, generasi Mohamed Salah ingin menghentikan cerita pahit tersebut. “Kami ingin menciptakan sejarah baru bersama Mesir,” ujar Mohamed Salah, kapten timnas Mesir.
Salah memang tetap menjadi wajah utama dalam skuad The Pharaohs. Pengalamannya bermain di level tertinggi Eropa membuat seluruh tim sangat bergantung padanya. Tidak cuma soal gol, aura kepemimpinan Salah juga terasa besar di ruang ganti.
Menariknya, Piala Dunia kali ini juga bisa menjadi panggung sejarah pribadi untuk Salah. Saat ini ia sudah mencetak 67 gol bersama Timnas Mesir. Jumlah itu hanya terpaut dua gol dari rekor milik Hossam Hassan.
Artinya, Piala Dunia 2026 bisa menjadi momen Salah melewati rekor pelatihnya sendiri. Situasi itu membuat turnamen nanti terasa semakin emosional bagi sang kapten. Namun, sebelum turnamen dimulai, Hossam Hassan justru membuat kejutan besar dalam daftar pemain. Striker Nantes, Mostafa Mohamed, tiba-tiba tidak masuk skuad utama menuju Piala Dunia.
Keputusan tersebut langsung membuat publik Mesir heboh. Sebab, Mostafa selama ini sering menjadi pilihan utama di lini depan tim nasional. Banyak penggemar mengira namanya pasti aman menuju Amerika Utara.
Sebagai gantinya, Hossam Hassan memilih Hamza Abdelkarim dari Barcelona B. Penyerang muda berusia 18 tahun itu langsung menjadi cerita paling menarik dalam skuad Mesir kali ini.
Hamza bahkan belum pernah tampil bersama tim senior Mesir sebelumnya. Ia hanya memiliki pengalaman bermain bersama tim U-17. Namun kini, bocah muda itu tiba-tiba mendapat tiket menuju Piala Dunia.
Situasi tersebut terasa seperti cerita film sepak bola. Seorang pemain muda langsung dilempar ke panggung terbesar dunia sambil membawa mimpi besar jutaan pendukung. “Hamza memiliki karakter kuat dan keberanian besar,” kata Hossam Hassan, pelatih timnas Mesir.
Selain Salah dan Hamza, Mesir juga membawa banyak pemain berpengalaman lain. Omar Marmoush menjadi salah satu senjata utama setelah tampil konsisten bersama Manchester City musim ini.
Ada juga Trézéguet, Emam Ashour, Ibrahim Adel, dan Mohamed Abdelmonem yang siap membantu permainan Mesir lebih agresif. Kombinasi pemain senior dan tenaga muda membuat skuad The Pharaohs terlihat lebih seimbang dibanding beberapa tahun lalu.
Di ruang ganti Mesir sekarang, suasana terasa jauh lebih tenang. Tidak ada drama besar seperti beberapa turnamen sebelumnya. Semua pemain terlihat fokus menghadapi tantangan besar di Piala Dunia.
Mesir juga datang dengan modal kualifikasi yang sangat meyakinkan. Mereka tampil dominan saat menghadapi Djibouti, Sierra Leone, Burkina Faso, Guinea-Bissau, hingga Ethiopia.
Salah bahkan mencetak empat gol saat Mesir menghajar Djibouti 6-0. Kemenangan besar itu seperti menjadi tanda awal kebangkitan The Pharaohs menuju Piala Dunia 2026.
Kini tantangan sesungguhnya sudah menunggu di fase grup. Mesir tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Iran. Pertandingan pertama langsung terasa berat karena Mesir harus menghadapi Belgia pada 15 Juni 2026 di Seattle. Laga itu diprediksi menjadi ujian mental terbesar Mohamed Salah dan rekan-rekannya.
Belgia memiliki banyak pemain berpengalaman dengan kualitas tinggi. Namun Mesir tidak ingin datang hanya untuk bertahan dan berharap keberuntungan.
Setelah itu, Mesir akan menghadapi Selandia Baru di Vancouver pada 21 Juni 2026. Laga tersebut diperkirakan menjadi pertandingan paling menentukan peluang lolos fase grup.
Kemudian Iran sudah menunggu pada laga terakhir grup di Seattle, 26 Juni 2026. Duel tersebut diprediksi berjalan keras karena kedua tim memiliki karakter permainan agresif dan disiplin.
Meski grup terasa berat, publik Mesir mulai percaya tim kali ini punya peluang membuat kejutan. Ada rasa optimistis yang perlahan tumbuh sejak skuad diumumkan.
Kehadiran Salah membuat para pemain muda lebih percaya diri menghadapi tekanan besar. Banyak pemain muda Mesir tumbuh sambil menyaksikan perjalanan Salah dari desa kecil menuju bintang dunia.
Kini mereka bermain bersama sang idola di Piala Dunia. Situasi itu membuat atmosfer latihan Mesir terasa lebih hidup dan penuh semangat. Hamza Abdelkarim bahkan disebut sempat gugup saat pertama kali berlatih bersama Salah. Namun, sang kapten langsung membantu membuat suasana lebih santai.
Di balik semua cerita itu, Hossam Hassan tetap meminta skuadnya tetap tenang. Menurutnya, Piala Dunia selalu penuh kejutan dan tekanan besar. “Kami harus fokus pada setiap pertandingan,” ujar Hossam Hassan.
Kini Mesir bersiap membawa harapan jutaan pendukung menuju Amerika Utara. Mohamed Salah kembali berdiri di garis depan sambil memimpin generasi baru The Pharaohs.
Setelah puluhan tahun dipenuhi cerita pahit, Mesir akhirnya datang lagi ke Piala Dunia dengan mimpi besar. Kali ini, mereka tidak ingin sekadar hadir sambil tersenyum untuk kamera. Mereka ingin pulang membawa sejarah baru. R-02
Daftar Pemain Timnas Mesir di Piala Dunia 2026
Kiper: Mohamed El Shenawy (Al-Ahly), Moustafa Shobeir (Al-Ahly), El Mahdy Soliman (Al-Zamalek), Mohamed Alaa (El Gouna)
Belakang: Mohamed Hany (Al-Ahly), Tarek Alaa (ZED FC), Hamdy Fathy (Al-Wakrah), Ramy Rabia (Al Ain), Yasser Ibrahim (Al-Ahly), Hossam Abdelmaguid (Al-Zamalek), Mohamed Abdelmonem (OGC Nice), Ahmed El Fotouh (Al-Zamalek), Karim Hafez (Pyramids)
Tengah: Marwan Attia (Al-Ahly), Mohanad Lasheen (Pyramids), Donga (Al Najma), Mahmoud Saber (ZED FC), Zizo (Al-Ahly), Trézéguet (Al-Ahly), Emam Ashour (Al-Ahly), Mostafa Ziko (Pyramids), Ibrahim Adel (Nordsjaelland), Haissem Hassan (Real Oviedo), Mohamed Salah (Liverpool)
Depan: Omar Marmoush (Manchester City), Aktay Abdallah (ENPPI), Hamza Abdelkarim (Barcelona B).

