Setelah 28 Tahun Menghilang, Norwegia Datang ke Piala Dunia Membawa Monster Baru
Skuad Timnas Norwegia (NFF Official)
JAKARTA, SabangMerauke News - Norwegia akhirnya kembali muncul di Piala Dunia setelah penantian panjang 28 tahun. Negara kecil dari Eropa Utara itu terakhir tampil pada edisi 1998 di Prancis. Kini, generasi baru datang membawa harapan besar bersama Erling Haaland dan Martin Odegaard.
Piala Dunia 2026 terasa berbeda bagi publik Norwegia. Jalanan Oslo mulai dipenuhi jersey merah bergambar Haaland. Nama Odegaard kembali ramai dibicarakan seperti lagu lama yang diputar keras saat musim panas datang.
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, resmi mengumumkan skuad Piala Dunia 2026 pada Jumat, 22 Mei 2026. Cara pengumumannya pun tidak biasa. Nama pemain dibacakan langsung oleh Raja Norwegia melalui video media sosial.
Suasana pengumuman terasa seperti pesta kecil penuh senyum. Para pendukung Norwegia langsung membanjiri media sosial dengan harapan tinggi. Setelah menunggu hampir tiga dekade, mimpi lama akhirnya kembali hidup. “Kami percaya memiliki skuad yang sangat kuat,” ujar Stale Solbakken.
Norwegia memang datang dengan rasa percaya diri tinggi menuju Piala Dunia 2026. Mereka lolos dari babak kualifikasi dengan catatan sempurna. Delapan pertandingan dilalui tanpa kekalahan.
Lebih gilanya lagi, Norwegia finis di atas Italia pada klasemen grup kualifikasi. Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya beruntun. Sementara Norwegia justru datang membawa generasi emas terbaiknya. “Tim ini selalu solid di dalam dan luar lapangan,” kata Solbakken.
Semua sorotan tentu mengarah kepada Erling Haaland. Striker Manchester City itu sekarang menjadi wajah paling menakutkan dalam sepak bola Norwegia. Badannya besar, larinya cepat, dan naluri golnya terasa seperti mesin.
Haaland diprediksi menjadi senjata utama Norwegia di Piala Dunia nanti. Setiap sentuhan kecilnya bisa berubah menjadi gol. Bek lawan sering terlihat panik bahkan sebelum pertandingan dimulai.
Namun, Norwegia bukan cuma soal Haaland. Di belakang striker raksasa itu, ada Martin Odegaard yang mengatur permainan dengan tenang. Kapten Arsenal tersebut menjadi otak utama permainan Norwegia.
Odegaard datang ke Piala Dunia dengan cerita panjang dalam kariernya. Dulu ia sempat disebut pemain ajaib saat remaja. Namun, perjalanan menuju level tertinggi ternyata tidak semulus dugaan banyak orang.
Ia pernah kesulitan mendapat tempat di Real Madrid. Cedera juga beberapa kali menghambat perkembangannya. Namun, semuanya berubah setelah pindah ke Arsenal pada 2021.
Kini Odegaard berubah menjadi salah satu gelandang terbaik Eropa. Mantan pemain Norwegia, John Arne Riise, bahkan heran melihat masih ada kritik untuk Odegaard. Menurutnya, banyak orang gagal melihat pengaruh besar sang kapten. “Saya benar-benar terkejut melihat kritik kepada Odegaard,” ujar John Arne Riise.
Riise merasa Odegaard selalu membawa perubahan saat berada di lapangan. Meski statistik golnya sempat menurun musim ini, perannya tetap sangat penting. Permainan Arsenal sering berubah lebih hidup saat Odegaard bermain. “Dia memberi energi dan mengontrol permainan tim,” kata Riise.
Mantan bek Liverpool tersebut juga melihat perubahan besar dalam gaya bermain Odegaard. Dulu ia sering dianggap terlalu aman memainkan bola. Sekarang, Odegaard tampil lebih berani dan agresif. “Sekarang dia bermain luar biasa dan jauh lebih berani,” ujar Riise.
Selain Haaland dan Odegaard, Norwegia juga memiliki banyak pemain menarik lain. Alexander Sorloth siap membantu lini depan bersama Haaland. Antonio Nusa dan Andreas Schjelderup menambah kecepatan serangan dari sisi lapangan.
Di lini tengah ada Sander Berge, Patrick Berg, dan Fredrik Aursnes. Sementara lini belakang dipimpin Julian Ryerson serta Kristoffer Ajer. Kombinasi pemain muda dan pengalaman membuat Norwegia terlihat lebih matang.
Meski begitu, perjalanan Norwegia di Piala Dunia nanti tidak akan mudah. Mereka masuk Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Irak. Tiga lawan tersebut memiliki karakter berbeda dan sama-sama berbahaya.
Norwegia akan memulai turnamen melawan Irak pada 17 Juni 2026 di Boston. Setelah itu mereka menghadapi Senegal yang terkenal dengan kekuatan fisiknya. Laga terakhir grup menjadi ujian terbesar melawan Prancis.
Banyak penggemar langsung menyebut grup tersebut seperti jalan menanjak penuh tikungan tajam. Prancis datang sebagai unggulan juara. Senegal sering menjadi kejutan di turnamen besar, sementara Irak terkenal sulit ditebak.
Namun, Norwegia tidak ingin datang sekadar menjadi pelengkap. Generasi sekarang merasa memiliki kesempatan besar untuk membuat sejarah baru. Apalagi mereka punya pemain kelas dunia di hampir setiap lini.
Solbakken juga terlihat sangat percaya diri dengan timnya kali ini. Pelatih berusia 58 tahun itu merasa skuad sekarang jauh lebih siap dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Mental pemain juga dianggap semakin matang. “Hal paling saya tunggu adalah mulai bekerja bersama tim di sana,” kata Solbakken.
Selain nama besar, ada juga cerita menarik dalam skuad Norwegia kali ini. Kiper muda Sander Tangvik masuk daftar akhir secara mengejutkan. Padahal pemain Hamburger SV itu belum pernah tampil bersama tim senior Norwegia.
Tangvik dipanggil menggantikan Mathias Dyngeland yang mengalami cedera serius. Situasi tersebut membuat banyak penggemar penasaran. Piala Dunia nanti bisa menjadi debut terbesar dalam hidupnya.
Di sisi lain, beberapa pemain harus menelan kekecewaan pahit. Aron Donnum gagal masuk skuad akhir meski tampil cukup baik saat kualifikasi. Bek muda Bologna, Eivind Helland, juga harus tinggal di rumah.
Meski ada pemain yang tersingkir, suasana Norwegia tetap dipenuhi optimisme. Publik mulai percaya generasi sekarang bisa berbicara banyak di Piala Dunia. Setelah terlalu lama menonton dari televisi, Norwegia akhirnya kembali menjadi bagian cerita utama.
Kini semua mata tertuju kepada Haaland dan Odegaard. Dua pemain itu membawa mimpi besar jutaan pendukung Norwegia. Mereka ingin membuktikan satu hal sederhana, Norwegia tidak datang ke Piala Dunia hanya untuk numpang lewat. R-02
Berikut pemain Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026:
Penjaga Gawang: Orjan Haskjold Nyland (Sevilla), Egil Selvik (Watford), Sander Tangvik (Hamburger SV).
Belakang: Julian Ryerson (Borussia Dortmund), Marcus Holmgren Pedersen (Torino), David Moller Wolfe (Wolverhampton), Fredrik Bjorkan (Bodo/Glimt), Kristoffer Ajer (Brentford), Torbjorn Heggem (Bologna), Leo Skiri Ostigard (Genoa), Sondre Langas (Derby County), Henrik Falchener (Viking).
Tengah: Martin Odegaard (Arsenal), Sander Berge (Fulham), Fredrik Aursnes (Benfica), Patrick Berg (Bodo/Glimt), Kristian Thorstvedt (Sassuolo), Morten Thorsby (Cremonese), Thelo Aasgaard (Rangers).
Depan: Erling Haaland (Manchester City), Alexander Sorloth (Atletico Madrid), Jorgen Strand Larsen (Crystal Palace), Antonio Nusa (RB Leipzig), Oscar Bobb (Fulham), Andreas Schjelderup (Benfica), Jens Petter Hauge (Bodo/Glimt).

