SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Ngeri! Preman Tendang Perut Ibu Hamil, Suami Dipukul dan Ditodong Pistol

      Ngeri! Preman Tendang Perut Ibu Hamil, Suami Dipukul dan Ditodong Pistol

      04/06/2026  ❘  20:19 WIB
    • Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      04/06/2026  ❘  10:12 WIB
    • 5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      03/06/2026  ❘  09:33 WIB
    • Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      02/06/2026  ❘  20:47 WIB
  • Nasional
    • Koalisi Tolak Revisi Tambal Sulam Undang-Undang Kehutanan, Singgung Motif Komersialisasi Hutan

      Koalisi Tolak Revisi Tambal Sulam Undang-Undang Kehutanan, Singgung Motif Komersialisasi Hutan

      04/06/2026  ❘  22:49 WIB
    • Terungkap! Praktik Pemerasan Izin Tinggal Warga Negara Asing Terjadi Mulai di Kantor Imigrasi Daerah

      Terungkap! Praktik Pemerasan Izin Tinggal Warga Negara Asing Terjadi Mulai di Kantor Imigrasi Daerah

      04/06/2026  ❘  22:09 WIB
    • Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Siapkan Formula Baru Tarif Pesawat

      Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Siapkan Formula Baru Tarif Pesawat

      04/06/2026  ❘  20:19 WIB
    • Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

      Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

      04/06/2026  ❘  19:03 WIB
  • Ekonomi
    • Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

      Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

      04/06/2026  ❘  18:53 WIB
    • Bursa Indonesia Diguncang Krisis Kepercayaan, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun

      Bursa Indonesia Diguncang Krisis Kepercayaan, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun

      04/06/2026  ❘  18:42 WIB
    • Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      04/06/2026  ❘  09:59 WIB
    • Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      04/06/2026  ❘  09:44 WIB
  • Politik
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
    • Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      02/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      01/06/2026  ❘  14:14 WIB
  • Hukrim
    • Divonis 4,5 Tahun, Noel Minta Maaf ke Prabowo: Saya Mengecewakan Banyak Pihak

      Divonis 4,5 Tahun, Noel Minta Maaf ke Prabowo: Saya Mengecewakan Banyak Pihak

      04/06/2026  ❘  20:22 WIB
    • Drama Baru Kasus Dugaan Korupsi Jatah Preman! Kesaksian Dani Nursalam Memberatkan Gubernur Abdul Wahid, Ini Pengakuannya

      Drama Baru Kasus Dugaan Korupsi Jatah Preman! Kesaksian Dani Nursalam Memberatkan Gubernur Abdul Wahid, Ini Pengakuannya

      04/06/2026  ❘  19:54 WIB
    • Kampung Panger Digrebek Lagi! Pengedar Sabu Tumbang Saat Layani Pembeli

      Kampung Panger Digrebek Lagi! Pengedar Sabu Tumbang Saat Layani Pembeli

      04/06/2026  ❘  19:22 WIB
    • Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

      Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

      04/06/2026  ❘  18:23 WIB
  • Umum
    • Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      04/06/2026  ❘  07:56 WIB
    • Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      02/06/2026  ❘  21:21 WIB
    • Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      01/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      31/05/2026  ❘  19:47 WIB
  • Riau
    • Rupiah Melemah, Rakyat Sengsara: PD KAMMI Pekanbaru Tagih Tindakan Nyata Bank Indonesia

      Rupiah Melemah, Rakyat Sengsara: PD KAMMI Pekanbaru Tagih Tindakan Nyata Bank Indonesia

      04/06/2026  ❘  22:51 WIB
    • Masyarakat Bertanya Uang Daerah ke Mana, BPKAD Ungkap dan Sajikan Kondisi APBD Kepulauan Meranti Tahun 2026

      Masyarakat Bertanya Uang Daerah ke Mana, BPKAD Ungkap dan Sajikan Kondisi APBD Kepulauan Meranti Tahun 2026

      04/06/2026  ❘  21:08 WIB
    • Catat! Merokok Saat Berkendara Jadi Salah Satu Target Buruan Operasi Patuh 2026

      Catat! Merokok Saat Berkendara Jadi Salah Satu Target Buruan Operasi Patuh 2026

      04/06/2026  ❘  20:33 WIB
    • RSUD Arifin Achmad Resmi Jadi Pengampu Jantung se-Riau, Pasien Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Provinsi

      RSUD Arifin Achmad Resmi Jadi Pengampu Jantung se-Riau, Pasien Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Provinsi

      04/06/2026  ❘  20:25 WIB
  • Sport
    • Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      04/06/2026  ❘  07:33 WIB
    • Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      04/06/2026  ❘  07:24 WIB
    • Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      04/06/2026  ❘  07:01 WIB
    • Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      04/06/2026  ❘  06:43 WIB
  • Opini
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
    • Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      25/05/2026  ❘  12:37 WIB
  • Internasional
    • Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      04/06/2026  ❘  12:55 WIB
    • Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      04/06/2026  ❘  08:15 WIB
    • PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      01/06/2026  ❘  20:14 WIB
    • Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      31/05/2026  ❘  20:41 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Enam Tahun Sekolah Rusak dan Bertahan Belajar di Vihara, Anak-anak Suku Akit di Kepulauan Meranti Masih Menunggu Perhatian Negara

21/05/2026  ❘  19:09 WIB • Riau
Bagikan :
Enam Tahun Sekolah Rusak dan Bertahan Belajar di Vihara, Anak-anak Suku Akit di Kepulauan Meranti Masih Menunggu Perhatian Negara

Kondisi Sekolah Dasar Negeri 14 Baran Melintang, Kepulauan Meranti yanh sangat memprihatinkan. Foto: SM News

RIAU, SabangMerauke News - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menerima pengaduan mengenai kondisi fasilitas pendidikan yang memprihatinkan di wilayah terpencil. Kali ini, perhatian tertuju pada sekolah marginal di kawasan Baran Melintang, Kecamatan Pulau Merbau, yang diketahui sudah enam tahun tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Akibat kondisi itu, anak-anak Suku Akit yang seharusnya belajar di sekolah marginal yang menjadi bagian dari SD Negeri 14 Baran Melintang tersebut terpaksa menumpang belajar dengan segala keterbatasan yang ada.

Menyadari persoalan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, Tunjiarto bersama Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Irwanto dan Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Budi Hardiantika turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya.

Perjalanan menuju dusun terpencil itu bukan perjalanan yang mudah. Jalan yang terbatas, akses yang sulit, hingga jalur setapak yang harus ditempuh berjalan kaki menjadi tantangan tersendiri demi memastikan anak-anak di wilayah marginal itu tetap mendapatkan hak pendidikan mereka.

Saat tiba di lokasi pada 19 Mei 2026 lalu, rombongan dinas menyaksikan sendiri bagaimana sekolah kecil itu bertahan dalam kondisi yang sangat terbatas.

Di sekolah induk, kondisi bangunan juga jauh dari kata layak. Tiga ruang kelas mengalami kerusakan sedang. Ruang kantor sekolah pun dalam kondisi serupa. Tidak tersedia WC siswa maupun WC guru, bahkan rumah dinas guru juga tidak ada.

Jumlah ruang kelas yang tersedia saat ini hanya lima lokal, sementara kebutuhan belajar mengajar memerlukan tambahan satu ruang kelas lagi.

Di tengah keterbatasan itu, proses belajar mengajar tetap berjalan dengan tenaga pendidik yang jumlahnya juga terbatas.

Tercatat ada 13 tenaga pendidik dan kependidikan di SD Negeri 14 Baran Melintang
yang terdiri dari dua guru PNS, lima guru PPPK, empat guru paruh waktu, dan dua operator sekolah.

Sementara jumlah siswa yang tercatat dalam
Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebanyak 62 orang. Namun masih ada 10 siswa lain yang belum dapat masuk dalam sistem administrasi pendidikan tersebut.

Di sekolah induk, jumlah siswa kelas satu sebanyak delapan orang, kelas dua tujuh orang, kelas tiga tujuh orang, kelas empat enam orang, kelas lima delapan orang, dan kelas enam sebanyak 15 orang.

Sedangkan di sekolah marginal, kelas satu terdapat tiga siswa, kelas tiga dua siswa, kelas empat empat siswa, kelas lima satu siswa, dan kelas enam satu siswa. Tidak ada siswa di kelas dua.

Yang paling menyedihkan, terdapat 10 siswa sekolah marginal yang hingga kini belum dapat masuk ke dalam Dapodik tersebut karena tidak memiliki Kartu Keluarga (KK).

Ironi itu terasa semakin pahit ketika melihat kondisi bangunan sekolah marginal yang didirikan pada tahun 2018 tersebut.

Bangunan yang merupakan aset Dinas Pendidikan Provinsi itu kini rusak berat dan tidak lagi layak digunakan. Atap bangunan sudah tidak ada. Plafon hilang. Pintu dan jendela pun sudah rusak dan lenyap.

Ruang kelas yang dulu menjadi tempat anak-anak Suku Akit belajar perlahan berubah menjadi bangunan kosong yang nyaris tak tersisa.

Akibatnya, para siswa marginal kini terpaksa belajar menumpang di vihara yang berada di depan sekolah marginal tersebut.

Di ruang sederhana itulah mereka tetap bertahan belajar, meski jauh dari fasilitas pendidikan yang layak.

Persoalan lain juga muncul dari nasib para guru. Sebelumnya, para guru yang mengajar di sekolah marginal tersebut mendapat honor sekitar Rp2 juta dari pemerintah provinsi. Namun setelah kewenangan dilepaskan dan menjadi tanggungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, penghasilan mereka turun drastis menjadi sekitar Rp850 ribu.

Hal itu karena status mereka kini menjadi tenaga paruh waktu dengan posisi operator dan jenjang pendidikan SMA.

Untuk sampai ke sekolah marginal pun bukan perkara mudah.

Jarak tempuh dari sekolah induk menuju sekolah marginal sekitar lima kilometer. Sekitar tiga kilometer berupa jalan semenisasi, sementara dua kilometer lainnya harus ditempuh melalui jalan setapak.

Para guru membutuhkan waktu lebih dari satu jam berjalan kaki menuju lokasi. Di beberapa titik, mereka bahkan harus menyingsingkan celana dan melepaskan sepatu agar bisa melewati jalur berlumpur dan licin demi sampai ke tempat anak-anak itu belajar.

Namun di tengah keterbatasan tersebut, para guru tetap datang. Mereka tetap berjalan menembus jalan setapak demi memastikan anak-anak di pelosok itu tidak benar-benar kehilangan pendidikan.

Sebagai langkah awal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti menyiapkan sejumlah solusi sementara.

Sekolah marginal tersebut rencananya akan ditetapkan secara resmi menjadi lokal jauh melalui Surat Keputusan (SK).

Selain itu, tenaga pendidik akan dibagi secara bergantian, yakni tiga orang guru setiap minggunya untuk mengajar di sekolah lokal jauh tersebut.

Pemerintah daerah juga tengah mencari regulasi yang tepat untuk penambahan biaya transportasi guru yang bertugas di wilayah marginal.

Sementara untuk kerusakan bangunan dan kekurangan fasilitas di sekolah induk, akan diusulkan pembangunannya pada tahun 2027 mendatang.

Tak hanya itu, pihak dinas juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terkait status administrasi anak-anak yang belum memiliki dokumen kependudukan agar mereka dapat tercatat dalam sistem pendidikan nasional.

Di balik seluruh keterbatasan itu, satu hal yang masih bertahan adalah harapan.

Harapan dimana anak-anak Suku Akit di pelosok Kepulauan Meranti tetap berhak bermimpi, tetap layak belajar, dan tidak boleh tertinggal hanya karena lahir jauh dari pusat kota.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Tunjiarto, saat dikonfirmasi mengaku persoalan pendidikan di wilayah marginal dan terpencil seperti yang dialami anak-anak Suku Akit di Baran Melintang menjadi perhatian serius pihaknya.

Menurutnya, kondisi yang ditemukan di lapangan bukan sekadar persoalan bangunan sekolah yang rusak, tetapi juga menyangkut masa depan anak-anak yang hidup jauh dari akses pendidikan layak.

“Ketika kami turun langsung ke sana, kami melihat sendiri bagaimana anak-anak itu tetap datang belajar di tengah segala keterbatasan. Itu tentu membuat kami prihatin. Karena sejatinya mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak-anak lain,” ujarnya.

Tunjiarto mengatakan, persoalan pendidikan di wilayah terpencil memang memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding sekolah di perkotaan. Selain akses yang sulit, keterbatasan tenaga pendidik, fasilitas, hingga persoalan administrasi kependudukan juga menjadi hambatan yang harus diselesaikan secara bertahap.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin anak-anak di wilayah marginal kehilangan kesempatan belajar hanya karena kondisi geografis dan keterbatasan fasilitas.

“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak ini tertinggal. Mereka tetap generasi bangsa yang harus kita jaga masa depannya. Walaupun kondisi di lapangan penuh keterbatasan, proses belajar harus tetap berjalan,” katanya.

Tunjiarto juga mengapresiasi para guru yang selama ini tetap bertahan mengajar di daerah terpencil meski dengan keterbatasan penghasilan dan medan perjalanan yang berat.

Menurutnya, pengabdian para guru tersebut menjadi bukti bahwa masih ada orang-orang yang bekerja dengan hati demi pendidikan anak-anak di pelosok daerah.

“Mereka berjalan kaki melewati jalan setapak, bahkan harus melepas sepatu dan menyingsingkan celana untuk sampai ke sekolah. Itu merupakan pengorbanan yang luar biasa dan patut diapresiasi,” tuturnya.

Ia mengakui, saat ini pemerintah daerah tengah berupaya mencari skema terbaik agar kesejahteraan guru di sekolah marginal dapat lebih diperhatikan, termasuk terkait tambahan biaya transportasi dan penguatan status sekolah lokal jauh.

Selain itu, pihaknya juga akan mengusulkan pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah secara bertahap agar anak-anak tidak lagi belajar dalam kondisi bangunan yang rusak dan serba terbatas.

“Kita berharap ke depan fasilitas pendidikan di wilayah marginal ini bisa lebih baik. Karena pendidikan bukan hanya milik anak-anak di kota, tetapi juga hak anak-anak yang tinggal di pelosok,” ungkapnya.

Tunjiarto berharap seluruh pihak dapat bersama-sama memberikan perhatian terhadap pendidikan masyarakat adat dan wilayah terpencil agar tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan hak belajar hanya karena lahir jauh dari pusat pemerintahan dan pembangunan. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :SDN 14 Baran MelintangKepulauan MerantiSekolah RusakSabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • Dandrem 031 Wirabima Tinjau Pembangunam Makodim Kuansing

    Dandrem 031 Wirabima Tinjau Pembangunam Makodim Kuansing

    Riau •
    21/05/2026 ❘ 16:31 WIB
  • ABK Tenggelam di Selat Rupat Ditemukan Meninggal Dunia

    ABK Tenggelam di Selat Rupat Ditemukan Meninggal Dunia

    Riau •
    21/05/2026 ❘ 16:27 WIB
  • Pengusaha Nakal Jantungan, Purbaya Laporkan 10 Perusahaan Manipulasi Ekspor Sawit ke Prabowo

    Pengusaha Nakal Jantungan, Purbaya Laporkan 10 Perusahaan Manipulasi Ekspor Sawit ke Prabowo

    Nasional •
    21/05/2026 ❘ 16:18 WIB
  • Bobotnya Hampir Se-Ton! Inilah Samson, Sapi asal Dumai yang Jadi Kurban Presiden Tahun Ini

    Bobotnya Hampir Se-Ton! Inilah Samson, Sapi asal Dumai yang Jadi Kurban Presiden Tahun Ini

    Riau •
    21/05/2026 ❘ 11:35 WIB
  • Perampokan Fantastis Guncang Louvre, Museum Ikonik Paris Langsung Ubah Sistem Keamanan

    Perampokan Fantastis Guncang Louvre, Museum Ikonik Paris Langsung Ubah Sistem Keamanan

    Internasional •
    21/05/2026 ❘ 11:20 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    22/05/2026  ❘  14:22 WIB
  • Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    21/05/2026  ❘  23:36 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan