IHSG Sempat Ngebut Pagi Ini, Lalu Mendadak Tersungkur Saat Saham Prajogo Rontok
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (ist)
JAKARTA, SabangMerauke News - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sempat bikin pelaku pasar tersenyum pada Kamis, 21 Mei 2026, pagi. Bursa Efek Indonesia dibuka hijau dengan kenaikan cukup kencang setelah beberapa hari lesu. Namun, senyum itu tak bertahan lama karena indeks mendadak berbelok masuk zona merah.
Suasana pasar pagi itu terasa aneh sekaligus bikin jantung berdebar. Bursa Asia ramai-ramai menguat, tetapi IHSG malah terpeleset saat perdagangan baru berjalan beberapa menit. Tekanan datang deras dari saham-saham raksasa milik konglomerat Prajogo Pangestu.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG sempat naik 47,98 poin menuju level 6.366,485 saat pre-opening berlangsung. Namun, sekitar pukul 09.11 WIB, indeks langsung turun 23,67 poin ke posisi 6.294,83. Pergerakan itu membuat pasar seperti naik wahana ekstrem sejak pagi.
IHSG bahkan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.378 sebelum akhirnya tergelincir menuju area 6.251. Tekanan jual terlihat deras menghantam saham-saham berkapitalisasi besar sepanjang perdagangan awal berlangsung. Pelaku pasar pun kembali dibuat waswas menghadapi situasi bursa domestik.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk atau TPIA menjadi sorotan utama pagi tadi. Saham perusahaan petrokimia itu jatuh hingga menyentuh auto reject bawah atau ARB. Saham grup lain seperti BREN, BRPT, DSSA, CUAN, dan AMMN ikut tumbang bersamaan.
Kejatuhan saham-saham besar itu langsung menyeret hampir seluruh sektor perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Sektor material dasar turun paling dalam hingga lebih dari tiga persen sepanjang pagi tadi. Sektor energi, infrastruktur, kesehatan, dan konsumen primer ikut kehilangan tenaga.
Padahal aktivitas perdagangan terlihat cukup ramai sejak pasar dibuka pagi tadi. Volume transaksi mencapai miliaran saham dengan nilai perdagangan menembus Rp2 triliun hanya dalam waktu singkat. Frekuensi transaksi juga bergerak cepat sejak awal perdagangan berlangsung.
Jumlah saham yang naik dan turun terlihat hampir seimbang sepanjang sesi pagi perdagangan Kamis tadi. Sekitar 274 saham bergerak menguat, sementara lebih dari 275 saham melemah ke zona merah. Ratusan saham lainnya memilih diam tanpa banyak bergerak.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih berada dalam tekanan downtrend cukup kuat. Menurut Herditya, pasar masih dibebani aksi rebalancing MSCI dan sentimen regulasi sektor tambang. Situasi itu membuat penguatan indeks sulit bertahan lama.
“Posisi IHSG masih berada di fase downtrend dan berpotensi menguat terbatas,” ujar Herditya Wicaksana, Rabu malam, 20 Mei 2026. Herditya memperkirakan support berada pada level 6.184 dan resistance sekitar 6.388. Tekanan pasar masih terasa cukup tebal sepanjang pekan ini.
BRI Danareksa Sekuritas juga melihat ruang gerak IHSG masih sempit setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. BI resmi menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Mei 2026. Keputusan itu lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan sebagian pelaku pasar sebelumnya.
Langkah Bank Indonesia dilakukan demi menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global dan konflik Timur Tengah. Selain menjaga nilai tukar, kebijakan itu juga diarahkan untuk menjaga inflasi tetap terkendali hingga 2027. Pasar langsung merespons keputusan itu dengan penuh kehati-hatian.
“IHSG masih bergerak terbatas dengan support 6.220 dan resistance 6.635,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas, Kamis, 21 Mei 2026. Fokus pasar kini tertuju pada rilis FOMC Minutes Amerika Serikat dan data ekonomi domestik. Pelaku pasar masih mencari arah baru pergerakan bursa.
Meski IHSG limbung, bursa saham Asia justru tampil penuh tenaga sepanjang perdagangan pagi ini. Indeks Nikkei Jepang melesat lebih dari tiga persen dan menjadi salah satu penguatan terbesar di kawasan. Bursa Hong Kong, China, hingga Australia ikut bergerak hijau sejak pembukaan pasar.
Optimisme global muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal positif terkait negosiasi Iran. Pernyataan itu langsung menekan harga minyak dunia dan membuat imbal hasil obligasi Amerika Serikat ikut turun. Sentimen global sebenarnya cukup ramah terhadap aset berisiko seperti saham.
Phintraco Sekuritas menilai pelemahan harga minyak dan turunnya yield obligasi Amerika menjadi kabar baik bagi pasar global. Namun, tekanan saham domestik masih terlalu kuat sehingga IHSG gagal mengikuti pesta hijau bursa Asia. Pergerakan indeks akhirnya terlihat naik turun sepanjang pagi.
“Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi membentuk golden cross,” tulis Phintraco Sekuritas dalam riset harian perdagangan Kamis pagi. Namun, tekanan teknikal masih terlihat karena histogram negatif MACD terus melebar. IHSG diperkirakan bergerak secara variatif sepanjang perdagangan hari ini.
Di tengah tekanan pasar, beberapa saham lapis dua justru tampil mencolok dan melesat tinggi. Saham PT Hotel Fitra International Tbk atau FITT memimpin daftar top gainers setelah melonjak hampir dua puluh persen. Saham sektor transportasi dan bahan baku makanan ikut bergerak liar pagi tadi.
Sebaliknya, saham PT Asia Pramulia Tbk atau ASPR masuk daftar saham paling jeblok pagi ini. Saham PT Panca Budi Idaman Tbk atau PBID juga ambruk cukup dalam sepanjang perdagangan awal berlangsung. Tekanan terbesar tetap datang dari saham petrokimia dan energi.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan kenaikan BI Rate dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Perry menyebut langkah tersebut penting untuk menjaga rupiah tetap stabil menghadapi tekanan global. Bank sentral juga ingin menjaga inflasi tetap terkendali.
“Rapat Dewan Gubernur memutuskan menaikkan BI Rate menjadi 5,25 persen,” ujar Perry Warjiyo, Rabu, 20 Mei 2026. Keputusan itu mengakhiri masa delapan bulan suku bunga acuan bertahan tanpa perubahan. Pasar kini menunggu dampak lanjutan terhadap arus modal asing.
Presiden Prabowo Subianto juga ikut menarik perhatian pasar setelah menyampaikan rancangan awal APBN 2027 di DPR. Prabowo menegaskan pemerintah ingin menjaga defisit anggaran tetap rendah dan terkendali. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi pada 2027.
“Kami akan terus menekan dan memperkecil defisit,” ujar Prabowo Subianto saat sidang DPR, Rabu, 20 Mei 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027. Nilai tukar rupiah diproyeksikan berada sekitar Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.
Perdagangan pagi ini akhirnya menunjukkan satu hal penting bagi pelaku pasar domestik. Bursa saham tetap mudah goyah meski sentimen global terlihat mulai membaik. Saat saham-saham raksasa tersandung, IHSG langsung kehilangan arah hanya dalam hitungan menit. R-02

