Galian C Ilegal Kampar Digerebek, Warga Bersorak Saat Polisi Pasang Garis Kuning
Aparat gabungan menertibkan aktivitas galian C ilegal di Desa Kualu, Tambang, Kampar, Rabu, 20 Mei 2026. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Keresahan warga Dusun III Durian Tandang, Desa Kualu, Tambang, Kampar, selama berbulan-bulan terakhir akhirnya bisa diredakan. Puluhan aparat gabungan bergerak ke desa itu untuk menertibkan galian C ilegal, Rabu, 20 Mei 2026. Seluruh aktivitas pertambangan tanpa izin itu telah merusak lingkungan serta mengganggu ketenangan warga.
Operasi tersebut melibatkan personel Polres Kampar, Satpol PP, Satpom AU Lanud Roesmin Nurjadin, serta jajaran Polsek Tambang. Suasana desa mendadak ramai ketika kendaraan aparat memasuki kawasan perkebunan dan jalur tanah yang biasa dilalui truk pengangkut pasir.
Kabag Ops Polres Kampar, Kompol Amru Hutahuruk, memimpin langsung operasi bersama Kapolsek Tambang, AKP Aulia Rahman. Aparat membawa perlengkapan penertiban sekaligus garis polisi untuk mengamankan lokasi. Warga pun mulai berdatangan menyaksikan operasi yang selama ini mereka tunggu-tunggu.
Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, melalui Kompol Amru Hutahuruk, menegaskan aparat tidak memberi ruang terhadap aktivitas tambang ilegal. Polisi menyebut aktivitas tanpa izin itu berpotensi merusak lingkungan sekaligus memicu keresahan warga.
Penertiban dilakukan usai laporan masyarakat terus berdatangan selama beberapa waktu terakhir. “Kami tidak akan mentolerir aktivitas tanpa izin resmi yang merusak lingkungan dan meresahkan masyarakat,” ujar Kompol Amru Hutahuruk.
Sebelumnya, sekitar 50 warga Desa Kualu menyampaikan keluhan terkait aktivitas galian C yang berlangsung cukup lama. Suara mesin alat berat dan lalu-lalang kendaraan pengangkut pasir disebut membuat warga semakin khawatir. Kondisi jalan desa juga mulai rusak akibat kendaraan bertonase besar keluar masuk kawasan tambang.
Saat aparat tiba di lokasi pertama, suasana terlihat lengang tanpa aktivitas penambangan. Lokasi tersebut diketahui terkait lahan milik dua orang berinisial RD dan IB. Meski tidak menemukan alat berat beroperasi, aparat mendapati tumpukan pasir dalam jumlah cukup besar.
Tumpukan material itu diduga berasal dari aktivitas penambangan sebelumnya. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh pada area sekitar tambang. Aparat juga mendokumentasikan seluruh temuan untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.
Warga sekitar tampak memperhatikan setiap gerakan aparat sejak proses pemeriksaan dimulai. Sebagian warga bahkan ikut menunjukkan titik-titik yang selama ini dicurigai menjadi jalur aktivitas tambang liar. Mereka berharap operasi tersebut tidak sekadar ramai sehari lalu kembali senyap.
“Kami sudah lama khawatir karena tanah rusak dan lingkungan terganggu,” ujar seorang warga Desa Kualu yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut warga, aktivitas galian C sering berlangsung hingga malam hari. Debu beterbangan saat cuaca panas, sementara jalan berubah licin ketika hujan turun. Kondisi itu membuat warga sekitar merasa tidak nyaman menjalani aktivitas harian.
Selain mendatangi lokasi utama di Dusun III Durian Tandang, aparat juga bergerak menuju kawasan Parit Baru, Kecamatan Tambang. Lokasi tersebut disebut memiliki aktivitas serupa yang diduga terkait penambangan ilegal. Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi kegiatan tambang liar berlangsung diam-diam.
Di beberapa titik, aparat mulai memasang police line sebagai bentuk penindakan tegas. Garis kuning polisi terbentang mengelilingi area galian dan tumpukan material pasir. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah aktivitas kembali berjalan setelah operasi selesai.
Petugas juga membongkar sejumlah fasilitas yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas penambangan. Bangunan sederhana hingga perlengkapan operasional dibersihkan dari lokasi. Proses pembongkaran berlangsung disaksikan warga yang berdiri di pinggir jalan tanah di kawasan tambang.
Operasi gabungan tersebut berlangsung cukup panjang hingga siang hari. Aparat memastikan setiap titik diperiksa secara detail sebelum meninggalkan lokasi. Dokumentasi lapangan juga dikumpulkan sebagai bahan pendalaman penyidikan.
Kompol Amru Hutahuruk menegaskan operasi serupa bakal terus dilakukan secara berkala di wilayah Kabupaten Kampar. Polisi menilai aktivitas ilegal mining masih menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan ketertiban masyarakat.
Karena itu, pengawasan bakal diperketat terutama pada kawasan rawan tambang liar. “Kami mengimbau masyarakat aktif melaporkan aktivitas ilegal demi menjaga lingkungan,” kata Amru Hutahuruk.
Kawasan Kecamatan Tambang memang beberapa kali menjadi sorotan terkait aktivitas galian C ilegal. Lokasinya yang dekat dengan jalur akses membuat aktivitas pengangkutan material cukup mudah dilakukan. Situasi tersebut sering memancing munculnya tambang tanpa izin di sejumlah titik tersembunyi.
Warga Desa Kualu mengaku lega melihat aparat akhirnya turun langsung melakukan penertiban. Selama ini mereka merasa keluhan hanya berhenti sebatas laporan tanpa tindakan nyata. Operasi gabungan kali ini dianggap menjadi sinyal kuat terhadap pelaku tambang ilegal.
Beberapa warga bahkan terlihat membantu aparat menunjukkan akses jalan menuju lokasi tambang. Mereka berharap kawasan tersebut bisa kembali aman tanpa aktivitas alat berat. Kondisi lingkungan juga diharapkan perlahan pulih setelah penertiban dilakukan.
Penambangan ilegal memang sering memicu dampak lingkungan yang cukup serius. Kerusakan tanah, sedimentasi, hingga potensi longsor menjadi ancaman nyata pada kawasan bekas galian. Aktivitas tersebut juga sering mengganggu aliran air dan merusak struktur jalan desa.
Selain itu, suara kendaraan berat membuat suasana kampung berubah bising setiap hari. Debu pasir juga disebut mengganggu kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia. Situasi itu membuat keresahan masyarakat terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Polisi memastikan seluruh temuan dalam operasi akan diproses lebih lanjut sesuai aturan hukum yang berlaku. Aparat juga membuka kemungkinan pendalaman terhadap pihak yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.
Penyidik kini mengumpulkan data serta dokumentasi lapangan hasil operasi. “Penertiban akan terus dilakukan secara berkala demi menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Amru Hutahuruk.
Operasi gabungan tersebut berjalan aman dan kondusif hingga seluruh rangkaian selesai dilakukan. Dukungan masyarakat membuat aparat lebih mudah menjangkau sejumlah titik lokasi tambang. Polisi pun berharap warga terus aktif memberikan informasi jika menemukan aktivitas serupa.
Langit Desa Kualu siang itu tampak mendung ketika garis polisi mulai terpasang di lokasi tambang. Tumpukan pasir masih terlihat menggunung di beberapa sudut area galian. Namun, suasana kampung terasa sedikit lebih lega setelah operasi besar akhirnya benar-benar berlangsung.
Bagi warga sekitar, operasi tersebut bukan sekadar penertiban biasa. Mereka menilai langkah aparat menjadi harapan baru agar lingkungan desa tidak terus rusak. Setelah lama mengeluh, suara masyarakat akhirnya benar-benar terdengar sampai di lapangan tambang.
Kini kawasan galian C di Dusun III Durian Tandang berubah sunyi tanpa suara mesin dan kendaraan berat. Garis polisi membentang seperti penanda akhir dari aktivitas yang selama ini membuat warga gelisah. Desa Kualu akhirnya mendapat pagi yang terasa lebih tenang dibanding hari-hari sebelumnya. R-02

