Pangeran William Tak Bisa Duduk Tenang Saat Aston Villa Hancurkan Freiburg
Pangeran William meluapkan kebahagiaan setelah Aston Villa memastikan gelar juara Liga Europa, Kamis (21/5/2026) dini hari WIB. (Ozan KOSE)
TURKI, SabangMerauke News - Pangeran William akhirnya menyaksikan langsung mimpi panjang Aston Villa menjadi kenyataan. Klub kesayangannya menghajar Freiburg 3-0 pada final Liga Europa 2025/2026 di Tupras Stadium, Kamis dini hari WIB, 21 Mei 2026. Malam itu berubah menjadi pesta emosional bagi pewaris takhta Inggris tersebut.
Sorotan kamera hampir tidak pernah lepas dari wajah Pangeran William sepanjang pertandingan berlangsung. Ekspresinya berubah-ubah seperti penonton roller coaster tanpa rem. Kadang tegang, kadang tertawa, lalu mendadak melonjak penuh kegembiraan.
William datang ke stadion memakai setelan jas gelap khas kerajaan Inggris. Namun,, wajahnya malam itu jauh dari kesan formal dan dingin. Ia terlihat seperti fans biasa yang sedang berharap klub kesayangannya berhenti bikin sakit kepala.
Sejak peluit awal berbunyi, William tampak sulit duduk tenang. Tangannya beberapa kali mengepal ketika Aston Villa mulai menyerang. Sesekali ia berdiri sambil menatap lapangan tanpa berkedip.
Gol pertama Aston Villa langsung membuat stadion berguncang. Youri Tielemans menghantam Freiburg lewat tendangan voli keras menjelang turun minum. William spontan melompat dari kursinya sambil berteriak penuh emosi.
Kamera televisi langsung menangkap wajah sang pangeran. Senyumnya melebar sambil menepuk orang-orang di sekitarnya. Momen itu langsung viral beberapa menit kemudian di media sosial.
Belum selesai euforia gol pertama, Aston Villa kembali menghantam Freiburg lewat Emiliano Buendia. Sepakan melengkung gelandang Argentina itu membuat William makin sulit menyembunyikan emosinya. Ia tampak memegang kepala sambil tertawa tidak percaya.
Di tribun stadion, pendukung Aston Villa terus bernyanyi tanpa henti. William ikut larut dalam suasana liar penuh nyanyian dan tepuk tangan. Aura kerajaan malam itu seperti hilang ditelan pesta sepak bola.
Gol ketiga Morgan Rogers akhirnya memastikan kemenangan Aston Villa. Freiburg benar-benar tenggelam di bawah tekanan klub asal Birmingham tersebut. William terlihat berdiri cukup lama sambil menatap papan skor stadion.
Skor 3-0 seperti menghapus luka panjang Aston Villa selama puluhan tahun. Klub itu terakhir kali juara Eropa pada 1982. Kini, William akhirnya menyaksikan langsung trofi Eropa kembali ke Villa Park.
Setelah peluit panjang berbunyi, William terlihat sangat emosional. Ia terus bertepuk tangan sambil tersenyum lebar ke arah lapangan. Beberapa kali ia tampak berbicara penuh semangat kepada orang-orang di dekatnya.
Tak lama setelah pertandingan selesai, William langsung mengirim pesan khusus lewat media sosial resmi kerajaan. Kalimatnya sederhana, tetapi terasa penuh kebanggaan dan haru. Fans Aston Villa langsung membanjiri unggahan tersebut.
“Malam yang luar biasa,” tulis Pangeran William. Ia memberi ucapan selamat kepada pemain, pelatih, dan seluruh staf Aston Villa. William juga menyinggung penantian panjang klub sejak trofi Eropa terakhir.
“Empat puluh empat tahun sejak terakhir kali merasakan trofi Eropa,” lanjut William. Kalimat itu membuat banyak fans Aston Villa ikut emosional. Sebagian menyebut sang pangeran sebagai simbol kesetiaan suporter sejati.
William juga memberi perhatian khusus kepada Boubacar Kamara yang absen karena cedera. Meski tidak tampil di final, Kamara tetap dianggap punya kontribusi besar musim ini. Ucapan itu memperlihatkan William mengikuti Aston Villa secara detail.
“Ucapan spesial untuk Boubacar Kamara,” tulis William lagi. Ia menyebut Kamara membantu membangun fondasi keberhasilan Aston Villa. Fans langsung ramai memuji kepedulian sang pangeran.
Kapten Aston Villa, John McGinn, mengaku sangat senang mendapat dukungan langsung dari William. Menurut McGinn, kehadiran pewaris kerajaan Inggris itu memberi energi tambahan. Apalagi, William sempat datang ke ruang ganti sebelum pertandingan.
“Dia pria yang sangat berkelas,” ujar John McGinn kepada TNT Sports. McGinn menyebut William sangat rendah hati saat berbicara dengan pemain. Sikap itu membuat suasana ruang ganti terasa lebih santai.
“Dia seperti orang biasa,” lanjut McGinn. Kalimat itu langsung menyebar luas di media Inggris. Banyak fans Aston Villa makin kagum dengan kedekatan William bersama klub.
Cinta William terhadap Aston Villa memang bukan cerita baru. Saat sekolah di Berkshire, mayoritas temannya mendukung Manchester United atau Chelsea. Namun, William memilih Aston Villa karena tidak ingin ikut arus populer.
“Saya ingin mendukung klub dengan perjalanan emosional,” kata William dalam wawancara BBC tahun 2015. Ia menyukai sensasi naik turun yang dimiliki Aston Villa. Pilihan itu kini terasa sangat manis setelah puluhan tahun berlalu.
Menariknya, William lahir hanya beberapa hari setelah Aston Villa menjadi juara Eropa 1982. Kini sejarah seperti berputar kembali di depan matanya sendiri. Istanbul menjadi kota saksi kisah emosional tersebut.
Keberhasilan Aston Villa juga membuat nama Unai Emery kembali bersinar di Eropa. Pelatih asal Spanyol itu sukses membawa Villa mengakhiri puasa gelar panjang. Namun malam itu, sorotan tetap jatuh kepada William di tribun stadion.
Di media sosial, video ekspresi William langsung tersebar luas. Banyak netizen menyebutnya sebagai fans paling emosional malam itu. Sebagian bahkan bercanda menyebut Aston Villa kini mendapat restu kerajaan.
Pesta Aston Villa berlanjut hingga dini hari di Istanbul. Para pemain bernyanyi sambil mengangkat trofi Liga Europa tinggi-tinggi. Dari tribun stadion, William masih berdiri sambil tersenyum penuh kebanggaan.
Malam itu bukan sekadar kemenangan sepak bola bagi Aston Villa. Itu menjadi cerita tentang kesetiaan, penantian, dan cinta panjang seorang pangeran terhadap klub masa kecilnya. Istanbul akhirnya memberi Pangeran William malam yang tidak akan mudah dilupakan. R-02
BERITA TERKAIT :
-
UEFA Europa League
Gak Masuk Akal! Cuma Main 10 Orang, Braga Malah Dibantai Freiburg 3-1

