Matahari Menggila di Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Super Panas
Ilustrasi cuaca terik. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Langit Pekanbaru seperti lupa mematikan kompor selama dua hari terakhir. Warga Kota Pekanbaru mengeluhkan cuaca panas menyengat sejak siang hingga menjelang petang hari. Matahari terasa begitu galak bahkan saat jam pulang kerja mulai tiba.
Terik matahari masih terasa membakar hingga sekitar pukul 17.00 WIB di berbagai wilayah Kota Pekanbaru. Jalanan tampak bergetar akibat hawa panas yang memantul dari permukaan aspal kota. Banyak warga memilih mempercepat langkah sambil mencari tempat teduh sepanjang perjalanan.
Beberapa pengendara motor terlihat menutupi wajah menggunakan jaket dan kain tambahan saat melintas. Pedagang minuman dingin juga mulai ramai didatangi warga sepanjang siang hingga sore hari. Suasana kota terasa seperti dipanggang perlahan di bawah langit tanpa ampun.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Pekanbaru akhirnya memberi penjelasan terkait cuaca panas tersebut. Forecaster on Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Bella Rizki Adelia, menyebut suhu maksimum mencapai 35,1 derajat Celsius. Angka itu tercatat pada Selasa siang ketika matahari berada tepat di atas Kota Pekanbaru.
“Untuk hari ini suhu maksimum tercatat sekitar 35,1 derajat Celsius di Kota Pekanbaru,” ujar Bella Rizki Adelia, Selasa, 19 Mei 2026. Penjelasan tersebut langsung menjawab rasa penasaran warga terkait panas tidak biasa sepanjang hari. Banyak masyarakat mengaku tubuh terasa cepat lelah saat beraktivitas di luar ruangan.
Meski terasa menyengat, BMKG memastikan kondisi cuaca tersebut masih berada pada kategori normal wilayah Pekanbaru. Tidak ada fenomena cuaca ekstrem maupun gangguan atmosfer khusus di wilayah Riau saat ini. Cuaca panas muncul akibat masa peralihan menuju musim kemarau beberapa pekan terakhir.
Menurut Bella, minimnya pertumbuhan awan membuat radiasi matahari jatuh langsung menuju permukaan Bumi sepanjang siang. Akibatnya, panas terasa lebih tajam dan bertahan lebih lama hingga sore hari. Situasi itu umum terjadi ketika musim hujan perlahan mulai meninggalkan wilayah Pekanbaru.
“Pekanbaru sedang memasuki masa peralihan menuju musim kemarau sehingga pertumbuhan awan cukup minim,” kata Bella Rizki Adelia. “Radiasi matahari akhirnya lebih banyak diterima permukaan bumi sepanjang siang hingga sore,” sambungnya.
Cuaca panas seperti ini memang cukup cepat menguras tenaga warga perkotaan saat beraktivitas luar ruangan. Pengendara motor, pekerja lapangan, hingga pedagang kaki lima menjadi kelompok paling merasakan sengatan matahari. Banyak warga mengaku memilih mengurangi aktivitas luar ruangan saat siang hari.
Di beberapa sudut kota, warung minuman dingin tampak lebih ramai dibanding hari biasanya. Es kelapa, jus buah, dan minuman dingin mendadak jadi penyelamat tenggorokan warga siang tadi. Bahkan, beberapa minimarket terlihat dipenuhi pembeli air mineral sejak siang hari.
Cuaca panas juga membuat sebagian warga memilih berteduh lebih lama sebelum melanjutkan perjalanan pulang. Pepohonan pinggir jalan mendadak jadi tempat favorit pengendara motor saat lampu merah menyala panjang. Kota Pekanbaru terasa sedikit lebih lambat akibat sengatan matahari sepanjang hari.
BMKG mengingatkan warga tetap menjaga kondisi tubuh ketika cuaca panas masih terasa beberapa hari ke depan. Konsumsi air putih lebih banyak diperlukan agar tubuh tidak mengalami kekurangan cairan saat beraktivitas. Penggunaan pelindung kepala dan pakaian nyaman juga membantu mengurangi dampak panas matahari.
“Untuk suhu saat ini masih tergolong normal bagi wilayah Pekanbaru,” ujar Bella Rizki Adelia. Meski begitu, warga tetap diminta menjaga kesehatan tubuh ketika cuaca terasa cukup menyengat sepanjang siang. Terutama bagi masyarakat dengan aktivitas padat pada luar ruangan setiap harinya. R-02

