Panas Terik Serang Riau, BPBD Pantau Titik Api Pakai Heli dan Pesawat
Dua petugas Manggala Agni berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Pelalawan baru-baru ini. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Langit Riau beberapa hari terakhir terasa cukup panas dan terik. Matahari menyengat tanpa ampun, sementara lahan gambut mulai mengering perlahan di banyak wilayah. Situasi itu membuat petugas kebakaran hutan kembali sibuk mondar-mandir menjaga bumi Lancang Kuning tetap aman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mulai memperketat patroli menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pengawasan dilakukan dari jalur darat hingga udara untuk memantau titik rawan kebakaran sejak dini. Cuaca panas terik membuat kewaspadaan petugas naik lebih cepat.
Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal, mengatakan patroli rutin digelar pada sejumlah kawasan rawan kebakaran lahan gambut. Pengawasan dilakukan hampir setiap hari demi memastikan tidak muncul titik api liar pada musim panas tahun ini. “Kita patroli terus secara rutin karena kondisi cuaca cukup terik beberapa hari terakhir,” ujar Edy Afrizal di Pekanbaru, Selasa, 19 Mei 2026.
Petugas BPBD bersama satgas gabungan mulai memantau kawasan gambut sejak pagi hingga menjelang malam. Lahan gambut memang terkenal sensitif ketika panas mulai bertahan lama tanpa hujan turun dalam beberapa hari. Sedikit percikan api saja kadang mampu berubah menjadi asap panjang yang bikin warga mengelus dada pelan.
Sebanyak 10 dari 12 kabupaten dan kota di Riau juga sudah menetapkan status siaga karhutla tahun ini. Dua daerah tersisa hanya Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kuantan Singingi yang belum menetapkan status tersebut. Kondisi hujan beberapa waktu lalu membuat dua wilayah itu masih relatif aman dari ancaman kebakaran lahan.
Meski begitu, kata Edy, pemantauan tetap dilakukan mengingat cuaca panas mulai terasa lebih panjang pada pekan ini. Langit cerah tanpa awan tipis sering membuat petugas langsung siaga sejak matahari baru muncul dari timur.
Satgas gabungan karhutla juga mulai mengintensifkan koordinasi lintas daerah menghadapi ancaman musim panas tahun ini bersama instansi terkait. Pengawasan dilakukan melalui jalur darat sekaligus melalui pemantauan udara menggunakan helikopter dan pesawat patroli khusus.
Selain patroli udara, satgas darat juga bergerak memantau fire spot memakai laporan pemantauan lapangan harian. Jika muncul titik panas mencurigakan, tim langsung bergerak cepat sebelum api membesar dan sulit dikendalikan nantinya.
BPBD Riau juga menyiagakan dua unit helikopter water bombing menghadapi kemungkinan kebakaran lahan pada musim panas tahun ini. Helikopter itu disiapkan untuk menjatuhkan air pada kawasan sulit dijangkau jalur darat ketika kebakaran mulai meluas. Suara baling-baling heli biasanya langsung membuat warga sadar situasi lapangan memang tidak sedang baik-baik saja.
Cuaca panas tahun ini memang mulai terasa berbeda dibandingkan dengan beberapa pekan sebelumnya di sejumlah daerah di wilayah Riau. Pagi terasa lebih terik, sementara siang seperti memantulkan panas dari aspal hingga membuat mata cepat silau. Bahkan udara sore kadang masih terasa gerah meski matahari mulai turun perlahan menuju ufuk barat.
Kondisi tersebut membuat petugas lebih fokus melakukan langkah pencegahan dibandingkan dengan menunggu kebakaran benar-benar terjadi di lapangan. BPBD menilai antisipasi sejak awal jauh lebih penting daripada memadamkan api saat kondisi sudah meluas. Pengalaman kabut asap masa lalu masih menjadi alarm keras bagi banyak daerah di Provinsi Riau.
Beberapa kawasan gambut mulai dipetakan ulang untuk memastikan patroli lebih efektif selama cuaca panas terus bertahan belakangan ini. Satgas darat juga memeriksa akses masuk menuju lahan rawan agar mobil pemadam mudah bergerak saat dibutuhkan. Jalur sempit dan kondisi tanah lunak sering membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit ketika api muncul mendadak.
Warga sekitar kawasan rawan karhutla ikut diminta lebih waspada selama aktivitas luar ruangan pada musim panas tahun ini. BPBD mengingatkan masyarakat tidak membuka lahan memakai api karena kondisi tanah mulai mudah terbakar belakangan ini. Bara kecil kadang terlihat sepele, padahal mampu menjalar cepat ketika angin mulai bertiup cukup kencang siang hari.
Selain patroli lapangan, pemantauan titik panas juga dilakukan memakai data satelit setiap hari secara berkala di Riau. Data tersebut membantu petugas mengetahui kawasan mana yang mulai mengalami kenaikan suhu cukup signifikan beberapa hari terakhir. Jika muncul tanda mencurigakan, tim patroli langsung diarahkan menuju lokasi untuk pemeriksaan lebih lanjut di lapangan.
Di tengah panas terik tersebut, operasi modifikasi cuaca atau OMC justru sudah dihentikan beberapa waktu lalu. Penghentian dilakukan setelah beberapa daerah mengalami peningkatan debit air akibat hujan cukup deras sebelumnya di Riau. Pemerintah khawatir hujan buatan berlebihan malah memicu banjir baru pada sejumlah wilayah rawan genangan air.
Debit Sungai Kuantan sebelumnya sempat meningkat setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu beberapa hari terakhir. Situasi itu membuat pemerintah memilih fokus pengawasan lapangan dibanding kembali melakukan modifikasi cuaca untuk sementara waktu.
Meski operasi hujan buatan berhenti, kesiapsiagaan petugas tetap dijaga penuh selama cuaca panas belum menunjukkan tanda melandai. Posko Siaga Karhutla masih aktif memantau perkembangan kondisi cuaca serta laporan lapangan setiap hari di Riau. Telepon petugas kadang berdering lebih sering dibandingkan dengan notifikasi grup keluarga saat akhir pekan panjang tiba.
Karhutla memang bukan cerita baru bagi masyarakat Riau dalam menghadapi perubahan cuaca setiap memasuki musim panas tahunan. Asap pekat, langit abu-abu, hingga gangguan pernapasan pernah menjadi pengalaman pahit yang sulit dilupakan bagi banyak warga. Karena itu, langkah pencegahan dini terasa jauh lebih penting dibanding menunggu api menari liar di lahan gambut.
BPBD berharap koordinasi lintas daerah dan patroli rutin mampu menekan ancaman kebakaran hutan sepanjang musim panas tahun ini. Pengawasan udara serta patroli darat akan terus ditingkatkan selama suhu panas masih terasa cukup menyengat harian. Di tengah matahari terik tersebut, petugas tetap bergerak menjaga Riau agar tidak kembali tenggelam dalam kabut asap. R-02

