Sawit Swadaya Riau Menguat Lagi, Harga Kernel Jadi Penolong Pekan Ini
Ilustrasi petani kebun sawit swadaya sedang memanen TBS. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Harga tandan buah segar kelapa sawit swadaya di Riau kembali naik menjelang akhir Mei 2026. Kenaikan tipis itu langsung memberi napas lega bagi petani. Kebun sawit terasa lebih hidup meski pasar global masih sering bergerak naik turun mendadak.
Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perkebunan merilis harga TBS sawit swadaya periode 20 hingga 26 Mei 2026. Kelompok umur sembilan tahun mencatat kenaikan tertinggi sebesar Rp24,49 per kilogram dibanding pekan sebelumnya. Harga pembelian sawit petani akhirnya menyentuh Rp3.857,14 per kilogram pekan ini.
Pelaksana Tugas Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Vera Virgianti, menyebut penguatan harga dipicu kenaikan kernel. Harga cangkang sawit periode ini juga naik menjadi Rp26,09 per kilogram mengikuti pasar komoditas dunia. “Kenaikan minggu ini dipengaruhi naiknya harga kernel dibanding periode sebelumnya,” ujar Vera Virgianti, Selasa, 19 Mei 2026.
Meski naik, suasana pasar sawit belum sepenuhnya tenang bagi petani di berbagai daerah Riau. Harga crude palm oil atau CPO justru turun Rp29,63 per kilogram dibanding pekan lalu sebelumnya. Penurunan itu sempat membuat pelaku kebun khawatir harga sawit kembali melandai menjelang akhir bulan nanti.
Disbun Riau menetapkan indeks K sebesar 92,87 persen dalam penetapan harga sawit swadaya terbaru pekan ini. Sementara harga rata-rata CPO KPBN tercatat Rp15.191,67 per kilogram pada perdagangan periode ketiga Mei 2026. Harga kernel KPBN berada pada level Rp14.828 per kilogram, mengikuti penguatan pasar ekspor global.
Beberapa pabrik kelapa sawit diketahui tidak melakukan transaksi penjualan selama masa penetapan harga periode terbaru. Disbun Riau akhirnya memakai harga rata-rata tim sesuai Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16. Jika terkena validasi dua, penetapan memakai harga rata-rata KPBN agar tetap terasa seimbang bagi petani.
Vera Virgianti menilai tata kelola penetapan harga sawit di Riau terus menunjukkan perbaikan cukup positif belakangan ini. Dukungan Pemerintah Provinsi Riau bersama Kejaksaan Tinggi Riau ikut menjaga mekanisme harga lebih transparan dan stabil. “Komitmen bersama ini diharapkan meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat,” kata Vera Virgianti.
Kenaikan harga sawit pekan ini memang belum terlalu besar jika dibanding kebutuhan harian petani kebun. Namun angka kecil itu tetap terasa penting ketika biaya pupuk dan ongkos angkut terus ikut naik. Setidaknya suasana kebun tidak lagi terlalu muram seperti beberapa pekan sebelumnya saat harga turun perlahan.
Kelompok umur tiga tahun pada periode ini ditetapkan sebesar Rp2.992,08 per kilogram untuk petani swadaya. Harga sawit umur empat tahun berada pada level Rp3.333,52 per kilogram selama sepekan ke depan. Sedangkan kelompok umur lima tahun tercatat Rp3.573,91 per kilogram dalam penetapan terbaru Disbun Riau.
Sawit umur enam tahun ditetapkan sebesar Rp3.710,49 per kilogram pada pekan ketiga Mei 2026 ini. Kelompok umur tujuh tahun berada di level Rp3.794,46 per kilogram mengikuti pergerakan harga pasar regional. Sementara umur delapan tahun menyentuh angka Rp3.839,99 per kilogram selama periode berjalan.
Harga tertinggi pekan ini tetap dipegang kelompok umur sembilan tahun dengan angka Rp3.857,14 per kilogram. Sawit umur produktif 10 hingga 20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.818,78 per kilogram dalam periode terbaru. Setelah melewati usia tersebut, harga mulai turun mengikuti produktivitas tanaman yang perlahan menurun setiap tahunnya.
Kelompok umur 21 tahun berada pada level Rp3.756,22 per kilogram dalam penetapan harga terbaru Disbun Riau. Sawit umur 22 tahun tercatat Rp3.683,69 per kilogram dengan selisih tipis dibanding kelompok sebelumnya. Sedangkan umur 23 tahun berada pada angka Rp3.601,21 per kilogram pekan ini.
Harga sawit umur 24 tahun ditetapkan sebesar Rp3.538,63 per kilogram selama periode 20 hingga 26 Mei 2026. Kelompok umur 25 tahun tercatat Rp3.487,43 per kilogram mengikuti penurunan produktivitas tanaman tua. Sementara umur 26 tahun berada pada level Rp3.468,94 per kilogram pekan ini.
Sawit umur 27 tahun dihargai Rp3.440,50 per kilogram dalam penetapan harga terbaru Disbun Riau kali ini. Kelompok umur 28 tahun berada pada angka Rp3.386,46 per kilogram setelah pasar kembali terkoreksi tipis. Sedangkan umur 29 tahun tercatat Rp3.346,64 per kilogram selama sepekan mendatang.
Harga paling rendah muncul pada kelompok umur 30 tahun sebesar Rp3.255,62 per kilogram pekan ini. Produktivitas tanaman tua membuat harga kelompok tersebut sulit menyamai sawit usia produktif muda di lapangan. Meski begitu, petani tetap berharap harga sawit kembali menguat menjelang pertengahan tahun nanti.
Pasar sawit memang masih sering bergerak liar mengikuti kondisi perdagangan minyak nabati dunia belakangan ini. Ketika kernel naik sedikit saja, suasana kebun langsung terasa lebih ramai sejak pagi hari tadi. Petani akhirnya kembali punya harapan meski harga belum benar-benar stabil dalam beberapa pekan terakhir. R-02

