Harga TBS Sawit Mitra Plasma Riau Jatuh, Umur 9 Tahun Paling Terasa
Ilustrasi petani sawit sedang memanen buah sawit. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Harga tandan buah segar kelapa sawit mitra plasma Riau kembali turun pada periode 20 hingga 26 Mei 2026. Penurunan memang tipis, tetapi cukup membuat petani mulai melirik kalkulator. Kebun sawit pekan ini terasa seperti langit mendung yang belum benar-benar cerah.
Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perkebunan merilis harga terbaru TBS kelapa sawit kemitraan plasma, Selasa, 19 Mei 2026. Kelompok umur sembilan tahun mengalami penurunan tertinggi sebesar Rp33,56 per kilogram dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Harga pembelian TBS petani akhirnya turun menjadi Rp3.866,90 per kilogram.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Vera Virgianti, menyebut penurunan dipicu melemahnya harga CPO dan kernel dunia. Harga cangkang pada periode terbaru ditetapkan sebesar Rp19,15 per kilogram. Pasar sawit pekan ini pun terasa sedikit lesu sejak awal perdagangan.
“Sehingga harga pembelian TBS petani turun menjadi Rp3.866,90 per kilogram,” ujar Vera Virgianti, Selasa, 19 Mei 2026. Harga penjualan CPO pekan ini turun Rp343,18 dibandingkan periode sebelumnya. Sementara harga kernel ikut melemah sebesar Rp308,72 pekan ini.
Indeks K yang dipakai pada periode terbaru tercatat sebesar 93,30 persen. Harga rata-rata CPO KPBN berada di level Rp15.191,67 per kilogram sepanjang pekan ini. Sedangkan harga kernel KPBN tercatat sebesar Rp14.828 per kilogram.
“Harga rata-rata CPO KPBN periode ini sebesar Rp15.191,67 dan kernel Rp14.828,” kata Vera Virgianti lagi. Beberapa pabrik kelapa sawit juga tercatat tidak melakukan penjualan pekan ini. Tim penetapan akhirnya memakai harga rata-rata sesuai aturan Permentan Nomor 13 Tahun 2024.
Disbun Riau menilai tata kelola penetapan harga sawit terus mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Dukungan pemerintah daerah dan Kejaksaan Tinggi Riau ikut menjaga proses penetapan harga lebih transparan. Petani akhirnya memiliki gambaran harga yang lebih jelas setiap minggunya.
“Komitmen bersama ini diharapkan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Vera Virgianti. Meski harga turun, sawit tetap menjadi penopang ekonomi utama ribuan keluarga di Riau. Kebun sawit masih terasa seperti dapur panjang bagi banyak warga pedesaan.
Untuk umur tiga tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp2.988,92 per kilogram. Umur empat tahun berada di angka Rp3.380,62 per kilogram pada periode terbaru minggu ini. Harga terus naik mengikuti usia tanaman memasuki masa produktif terbaik.
Kelompok umur lima tahun tercatat sebesar Rp3.580,49 per kilogram pekan ini. Umur enam tahun berada di level Rp3.735,22 per kilogram sepanjang periode terbaru. Sementara umur tujuh tahun mencapai Rp3.816,51 per kilogram.
Harga TBS umur delapan tahun ditetapkan sebesar Rp3.861,47 per kilogram minggu ini. Kelompok umur sembilan tahun menjadi kategori penurunan terbesar sepanjang periode terbaru Disbun Riau. Meski melemah, harga sawit masih bertahan cukup tinggi dibanding beberapa tahun lalu.
Untuk umur 10 hingga 20 tahun, harga TBS berada di angka Rp3.847,07 per kilogram. Setelah melewati usia produktif utama, harga perlahan turun mengikuti kualitas tandan sawit petani. Kebun tua akhirnya mulai terasa seperti mesin lama yang tenaganya perlahan berkurang.
Harga sawit umur 21 tahun tercatat Rp3.787,86 per kilogram pekan ini. Umur 22 tahun berada di level Rp3.731,40 per kilogram pada periode terbaru. Sementara umur 23 tahun menyentuh Rp3.670,77 per kilogram.
Untuk umur 24 tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.604,48 per kilogram minggu ini. Kelompok umur 25 tahun berada di angka Rp3.529,76 per kilogram menjelang akhir Mei 2026. Harga terus menurun mengikuti usia tanaman yang semakin tua.
Tanaman sawit umur 26 tahun tercatat sebesar Rp3.484,61 per kilogram pekan ini. Umur 27 tahun berada di angka Rp3.439,43 per kilogram sepanjang periode perdagangan terbaru. Sedangkan umur 28 tahun menyentuh Rp3.395,63 per kilogram.
Untuk umur 29 tahun, harga TBS tercatat sebesar Rp3.378,72 per kilogram. Kelompok umur 30 tahun menjadi kategori terendah dengan harga Rp3.364,62 per kilogram. Angka itu memperlihatkan produktivitas sawit ikut menurun bersama usia tanaman.
Petani sawit Riau kini kembali menunggu pergerakan harga CPO dunia dalam beberapa pekan mendatang. Pasar ekspor dan permintaan global masih menjadi penentu utama arah harga sawit domestik. Pekan ini, kebun sawit terasa lebih sunyi dibanding biasanya ketika harga kembali turun perlahan. R-02

