SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Rem Blong! Truk Tronton Seruduk Belasan Warga, Dua Tewas Seketika

      Rem Blong! Truk Tronton Seruduk Belasan Warga, Dua Tewas Seketika

      06/07/2026  ❘  10:13 WIB
    • Ditabrak Angkot, Motor Wanita Driver Ojol Tunarungu Malah Raib Dibawa Pria Ngaku Keluarga

      Ditabrak Angkot, Motor Wanita Driver Ojol Tunarungu Malah Raib Dibawa Pria Ngaku Keluarga

      06/07/2026  ❘  08:32 WIB
    • Mengaji Massal ASN Pemko Pekanbaru Pecahkan Rekor MURI pada Penutupan HUT Ke-242

      Mengaji Massal ASN Pemko Pekanbaru Pecahkan Rekor MURI pada Penutupan HUT Ke-242

      05/07/2026  ❘  17:47 WIB
    • Mobil Terbang ke Jurang 40 Meter, Ayah dan Anak Selamat dari Maut di Kelok Sembilan

      Mobil Terbang ke Jurang 40 Meter, Ayah dan Anak Selamat dari Maut di Kelok Sembilan

      05/07/2026  ❘  11:37 WIB
  • Nasional
    • KPK Verifikasi Laporan Penolakan Gratifikasi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni

      KPK Verifikasi Laporan Penolakan Gratifikasi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni

      06/07/2026  ❘  11:08 WIB
    • Kurang Bayar Pajak ASN Tembus Rp9,16 Triliun, DJP Ungkap Penyebab Kenaikan Tajam

      Kurang Bayar Pajak ASN Tembus Rp9,16 Triliun, DJP Ungkap Penyebab Kenaikan Tajam

      06/07/2026  ❘  10:31 WIB
    • Publik Soroti Komisaris BUMN, Qodari dan Puan Maharani Sampaikan Pandangan Berbeda

      Publik Soroti Komisaris BUMN, Qodari dan Puan Maharani Sampaikan Pandangan Berbeda

      06/07/2026  ❘  10:20 WIB
    • BMKG Beberkan Jadwal Puncak Musim Kemarau 2026, Tapi Hujan Masih Berpotensi Turun di Banyak Wilayah

      BMKG Beberkan Jadwal Puncak Musim Kemarau 2026, Tapi Hujan Masih Berpotensi Turun di Banyak Wilayah

      06/07/2026  ❘  08:33 WIB
  • Ekonomi
    • Harga Emas Perhiasan Hari Ini Senin 6 Juli 2026 Stabil, Cek Rincian Terbaru Semua Kadar Karat

      Harga Emas Perhiasan Hari Ini Senin 6 Juli 2026 Stabil, Cek Rincian Terbaru Semua Kadar Karat

      06/07/2026  ❘  09:55 WIB
    • Rupiah Kembali Tertekan, Dolar Menguat dan Defisit Dagang Tambah Beban Pasar

      Rupiah Kembali Tertekan, Dolar Menguat dan Defisit Dagang Tambah Beban Pasar

      06/07/2026  ❘  09:43 WIB
    • Masih Stagnan! Harga Emas Antam Hari Ini Senin 6 Juli 2026, Cek Harga 1 Gram Terbaru

      Masih Stagnan! Harga Emas Antam Hari Ini Senin 6 Juli 2026, Cek Harga 1 Gram Terbaru

      06/07/2026  ❘  09:27 WIB
    • IHSG Bidik Level 6.000, Optimisme Muncul di Tengah Bayang-Bayang Investor Asing

      IHSG Bidik Level 6.000, Optimisme Muncul di Tengah Bayang-Bayang Investor Asing

      06/07/2026  ❘  09:12 WIB
  • Politik
    • Adu Sindiran PDIP dan PSI Memanas, Guntur Romli Ungkit Gagalnya PSI Masuk Parlemen

      Adu Sindiran PDIP dan PSI Memanas, Guntur Romli Ungkit Gagalnya PSI Masuk Parlemen

      05/07/2026  ❘  10:22 WIB
    • Jokowi Segera Keliling Jawa Tengah, PSI Siap Buktikan Status Kandang Gajah

      Jokowi Segera Keliling Jawa Tengah, PSI Siap Buktikan Status Kandang Gajah

      04/07/2026  ❘  14:25 WIB
    • PDI Perjuangan Minta Jokowi Bawa Ijazah Saat Safari Politik

      PDI Perjuangan Minta Jokowi Bawa Ijazah Saat Safari Politik

      04/07/2026  ❘  09:16 WIB
    • Rekam Jejak Mukhlisin, Dari Kepala Desa dan Ketua Koperasi Sawit, Kini Jadi Orang Nomor 1 di Kuansing Usai OTT KPK

      Rekam Jejak Mukhlisin, Dari Kepala Desa dan Ketua Koperasi Sawit, Kini Jadi Orang Nomor 1 di Kuansing Usai OTT KPK

      03/07/2026  ❘  15:10 WIB
  • Hukrim
    • Pengembangan Kasus Suap Bupati Suhardiman Amby, KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Andri Yama

      Pengembangan Kasus Suap Bupati Suhardiman Amby, KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Andri Yama

      06/07/2026  ❘  08:00 WIB
    • KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing, Satu Koper Hitam Jadi Sorotan

      KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing, Satu Koper Hitam Jadi Sorotan

      06/07/2026  ❘  07:58 WIB
    • Empat Hari Penuh Duka bagi Polri, 4 Anggota Gugur Saat Bertugas, Tiga Tewas dalam Operasi Narkoba

      Empat Hari Penuh Duka bagi Polri, 4 Anggota Gugur Saat Bertugas, Tiga Tewas dalam Operasi Narkoba

      05/07/2026  ❘  16:51 WIB
    • Transaksi Sabu di Jalan SM Amin Terbongkar, Polisi Sita Puluhan Paket

      Transaksi Sabu di Jalan SM Amin Terbongkar, Polisi Sita Puluhan Paket

      05/07/2026  ❘  15:29 WIB
  • Umum
    • Jangan Abaikan! Bangun Tidur Badan Pegal dan Nyeri Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan

      Jangan Abaikan! Bangun Tidur Badan Pegal dan Nyeri Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan

      05/07/2026  ❘  16:17 WIB
    • Ring Jantung Bukan Obat Sakti, Dokter Ungkap Mengapa Sebagian Pasien Justru Harus Menjalani Bypass

      Ring Jantung Bukan Obat Sakti, Dokter Ungkap Mengapa Sebagian Pasien Justru Harus Menjalani Bypass

      05/07/2026  ❘  12:17 WIB
    • Viral untuk Diet, Cuka Apel Benar Ampuh Turunkan Berat Badan? Simak Penjelasan Ahli

      Viral untuk Diet, Cuka Apel Benar Ampuh Turunkan Berat Badan? Simak Penjelasan Ahli

      05/07/2026  ❘  08:32 WIB
    • Waspada Biang Kerok Perut Membuncit, Bakar Lemak Visceral dengan 3 Sayuran Ini

      Waspada Biang Kerok Perut Membuncit, Bakar Lemak Visceral dengan 3 Sayuran Ini

      05/07/2026  ❘  07:39 WIB
  • Riau
    • Lima Hari Keliling Tiga Daerah, Operasi Pasar Murah Siap Serbu Riau

      Lima Hari Keliling Tiga Daerah, Operasi Pasar Murah Siap Serbu Riau

      06/07/2026  ❘  09:21 WIB
    • Langit Riau Belum Tenang, BMKG Ungkap Wilayah yang Diguyur Hujan Hari Ini

      Langit Riau Belum Tenang, BMKG Ungkap Wilayah yang Diguyur Hujan Hari Ini

      06/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Kabar Baik! Riau Tembus Peringkat 8 Nasional Imunisasi Dasar Lengkap, Ribuan Bayi Sudah Terlindungi

      Kabar Baik! Riau Tembus Peringkat 8 Nasional Imunisasi Dasar Lengkap, Ribuan Bayi Sudah Terlindungi

      06/07/2026  ❘  07:41 WIB
    • Puncak Peringatan HUT ke 50 RSUD Arifin Achmad Penuh Ditutup dengan Fun Run

      Puncak Peringatan HUT ke 50 RSUD Arifin Achmad Penuh Ditutup dengan Fun Run

      05/07/2026  ❘  21:41 WIB
  • Sport
    • Tragis Brazil Hancur Digilas Norwegia 2-1, Erling Haaland Jadi Pahlawan

      Tragis Brazil Hancur Digilas Norwegia 2-1, Erling Haaland Jadi Pahlawan

      06/07/2026  ❘  07:51 WIB
    • Trump Turun Tangan, FIFA Batal Hukum Balogun, Belgia Langsung Bereaksi

      Trump Turun Tangan, FIFA Batal Hukum Balogun, Belgia Langsung Bereaksi

      06/07/2026  ❘  07:46 WIB
    • Daftar Lengkap 16 Besar Piala Dunia 2026, Eropa Berjaya Asia Habis Tak Bersisa

      Daftar Lengkap 16 Besar Piala Dunia 2026, Eropa Berjaya Asia Habis Tak Bersisa

      04/07/2026  ❘  19:10 WIB
    • Duel 120 Menit Penuh Drama, Argentina Singkirkan Tanjung Verde dengan Skor 3-2

      Duel 120 Menit Penuh Drama, Argentina Singkirkan Tanjung Verde dengan Skor 3-2

      04/07/2026  ❘  13:25 WIB
  • Opini
    • Penilaian FSC Kenapa Berhenti di Tahun 2020, Sementara Deforestasi dan Konflik Sosial di Areal Konsesi APP Group dan APRIL Group Masih Terus Berlanjut

      Penilaian FSC Kenapa Berhenti di Tahun 2020, Sementara Deforestasi dan Konflik Sosial di Areal Konsesi APP Group dan APRIL Group Masih Terus Berlanjut

      29/06/2026  ❘  11:22 WIB
    • Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      21/06/2026  ❘  15:12 WIB
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
  • Internasional
    • Laut Merah Memanas! Kapal Kargo Diserang Misterius, Jalur Perdagangan Dunia Terancam

      Laut Merah Memanas! Kapal Kargo Diserang Misterius, Jalur Perdagangan Dunia Terancam

      06/07/2026  ❘  08:20 WIB
    • Netanyahu Siap Tarik Pasukan dari Lebanon, Israel Mulai Ubah Strategi?

      Netanyahu Siap Tarik Pasukan dari Lebanon, Israel Mulai Ubah Strategi?

      06/07/2026  ❘  08:08 WIB
    • Mengapa Pemakaman Ali Khamenei Berubah-ubah? Keamanan hingga Suksesi Jadi Faktor Utama

      Mengapa Pemakaman Ali Khamenei Berubah-ubah? Keamanan hingga Suksesi Jadi Faktor Utama

      04/07/2026  ❘  19:22 WIB
    • Heboh! Israel Setujui RUU Pembatasan Azan di Masjid, Palestina Sebut Langgar Kebebasan Beragama

      Heboh! Israel Setujui RUU Pembatasan Azan di Masjid, Palestina Sebut Langgar Kebebasan Beragama

      03/07/2026  ❘  17:34 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Rupiah Melemah Gila-Gilaan, Investor Asing Mulai Tinggalkan Indonesia

19/05/2026  ❘  10:44 WIB • Ekonomi
Bagikan :
Rupiah Melemah Gila-Gilaan, Investor Asing Mulai Tinggalkan Indonesia

Ilustrasi kurs Dolar AS terhadap Rupiah Indonesia. (ist)

JAKARTA, SabangMerauke News - Rupiah akhirnya tembus Rp17.700 per dolar AS pada Selasa, 19 Mei 2026, yang membuat pasar langsung gaduh. Nilai tukar mata uang Indonesia itu melemah seperti sandal putus ketika hujan deras datang mendadak siang tadi. Tekanan besar tersebut kembali memunculkan kekhawatiran baru di pasar keuangan domestik sejak perdagangan pagi dimulai.

Data Bloomberg mencatat rupiah menyentuh level Rp17.706 per dolar AS sekitar pukul 09.28 WIB pagi tadi. Tidak lama berselang, rupiah kembali melemah hingga mencapai posisi Rp17.710 per dolar AS pada perdagangan berikutnya. Pelemahan tersebut menjadi rekor terburuk sepanjang sejarah perdagangan pasar spot domestik sampai hari ini.

Suasana pasar pagi tadi terasa tegang meski layar perdagangan masih terus bergerak seperti biasa sejak pembukaan berlangsung. Investor terlihat sibuk memantau grafik rupiah sambil berharap angka merah berhenti bertambah sepanjang perdagangan hari ini. Namun, dolar AS justru terus melaju seperti motor kopling dipakai anak baru belajar berkendara sore hari.

Tekanan terhadap rupiah sebenarnya sudah muncul sejak beberapa pekan terakhir akibat sentimen global yang belum juga reda. Konflik Timur Tengah membuat harga minyak dunia naik tinggi, lalu mendorong permintaan dolar AS sebagai aset aman. Yield obligasi Amerika Serikat juga tetap tinggi sehingga modal asing mulai meninggalkan pasar emerging markets.

Indonesia ikut terkena imbas cukup keras ketika investor global mulai memindahkan dana menuju aset berbasis dolar AS. Rupiah akhirnya terlihat limbung seperti warung kopi kehilangan pelanggan saat hujan deras turun menjelang malam hari. Kondisi tersebut membuat pasar mulai mempertanyakan kekuatan stabilitas ekonomi domestik dalam beberapa bulan mendatang.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai tekanan rupiah tidak sekadar dipicu faktor eksternal semata. Menurut dia, pasar mulai menyoroti arah kebijakan makroekonomi Indonesia di tengah pelemahan nilai tukar yang semakin tajam. Situasi tersebut membuat biaya menjaga stabilitas rupiah berpotensi semakin mahal dalam waktu dekat.

“Bank sentral sedang mempertahankan policy anchor ketika pasar mulai kehilangan keyakinan terhadap stabilitas,” ujar Fakhrul Fulvian, Selasa, 19 Mei 2026. Ia menilai pasar mulai mempertanyakan batas pelemahan rupiah serta arah kebijakan fiskal dan moneter nasional. Kondisi tersebut membuat tekanan pasar terasa semakin berat sepanjang perdagangan domestik hari ini.

Fakhrul juga melihat belum munculnya langkah tegas terkait subsidi energi dan arah kebijakan fiskal pemerintah dalam beberapa waktu mendatang. Akibat kondisi tersebut, tekanan ekonomi akhirnya lebih banyak ditanggung oleh nilai tukar rupiah sepanjang beberapa pekan terakhir perdagangan. Rupiah akhirnya bergerak liar seperti layangan putus tersangkut kabel ketika angin sore datang mendadak.

Fenomena tersebut dikenal sebagai Dornbusch overshooting dalam teori ekonomi makro modern dunia internasional sampai hari ini. Situasi itu terjadi ketika nilai tukar bergerak jauh melewati fundamental akibat kepanikan pasar tidak terkendali sepenuhnya. Kekhawatiran tersebut mulai terasa kuat setelah rupiah terus mencetak rekor terlemah perdagangan beberapa hari terakhir.

Spekulasi kenaikan BI Rate akhirnya ikut memanas setelah rupiah menembus batas psikologis Rp17.700 perdagangan hari ini. Pasar mulai memperkirakan Bank Indonesia perlu menaikkan suku bunga demi menjaga stabilitas nilai tukar domestik nasional. Langkah tersebut dianggap penting untuk menahan arus modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia beberapa waktu mendatang.

Fakhrul menilai Bank Indonesia perlu memakai pendekatan stabilisasi klasik menghadapi tekanan eksternal seperti kondisi hari ini. Strategi pre-emptive dan ahead the curve dianggap masih relevan menjaga stabilitas rupiah dalam situasi penuh tekanan global. Menurut dia, kenaikan BI Rate sebesar lima puluh basis poin mulai terlihat masuk akal perdagangan pekan ini.

 

“Kenaikan suku bunga diperlukan agar Indonesia tidak membayar harga lebih mahal pada masa mendatang,” ujar Fakhrul Fulvian lagi. Ia menilai langkah tersebut bukan tanda ekonomi domestik runtuh ataupun inflasi nasional sudah tidak terkendali sepenuhnya. Kebijakan itu justru diperlukan menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia beberapa bulan mendatang nanti.

Fixed Income dan Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi, juga melihat tekanan rupiah masih cukup berat. Menurut dia, rupiah berpotensi bergerak menuju rentang Rp17.650 hingga Rp17.750 per dolar AS perdagangan berikutnya nanti. Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan BI Rate semakin besar menjelang keputusan Bank Indonesia besok siang.

“Kami memperkirakan BI Rate naik menjadi lima persen akibat tekanan depresiasi rupiah masih sangat kuat,” ujar Lionel Priyadi. Pasar menunggu sinyal lebih agresif dari Bank Indonesia demi meredakan tekanan nilai tukar beberapa hari terakhir perdagangan. Level Rp17.700 juga mulai dianggap batas psikologis penting pelaku pasar keuangan domestik saat ini.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, ikut melihat peluang kenaikan BI Rate semakin terbuka perdagangan pekan ini. Menurut dia, peluang kenaikan dua puluh lima basis poin mencapai sekitar enam puluh lima persen menjelang RDG BI. Tekanan rupiah dan harga minyak masih menjadi perhatian utama pelaku pasar domestik sepanjang perdagangan hari ini.

“Jika tekanan rupiah bertahan di atas Rp17.500, maka peluang kenaikan suku bunga semakin besar,” ujar Josua Pardede. Ia menilai Bank Indonesia mulai mengutamakan stabilitas dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dalam situasi pasar seperti hari ini. Langkah tersebut dianggap penting menjaga keyakinan investor terhadap ekonomi nasional beberapa bulan mendatang nanti.

Josua juga mengingatkan bahwa kenaikan BI Rate tidak otomatis membuat rupiah langsung kembali menuju level Rp16.500 pada perdagangan berikutnya nanti. Kebijakan tersebut lebih bertujuan memperlambat pelemahan serta menjaga daya tarik aset berbasis rupiah di pasar domestik. Situasi hari ini terasa seperti ember bocor ditutup dengan lakban tipis ketika hujan deras belum berhenti turun.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sebelumnya masih optimistis rupiah kembali menguat pada Juli hingga Agustus 2026 mendatang. Perry menilai pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi faktor global serta kebutuhan musiman permintaan valuta asing nasional. Bank Indonesia juga masih yakin rata-rata kurs rupiah tahun ini tetap sesuai asumsi APBN nasional.

“Kami meyakini rupiah akan menguat kembali setelah langkah stabilisasi dilakukan pada Juli dan Agustus,” ujar Perry Warjiyo, Senin, 18 Mei 2026. Ia memperkirakan rata-rata kurs rupiah sepanjang tahun berada sekitar Rp16.500 per dolar AS. Pernyataan tersebut tetap belum mampu sepenuhnya meredakan kegelisahan pasar perdagangan hari ini.

Mayoritas mata uang Asia sebenarnya ikut mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dalam beberapa hari terakhir perdagangan global. Won Korea Selatan, yen Jepang, hingga dolar Taiwan sama-sama melemah terhadap mata uang Amerika Serikat hari ini. Namun, pelemahan rupiah tetap paling menjadi sorotan karena mencetak rekor terburuk sepanjang sejarah perdagangan domestik nasional.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah melemah sekitar 5,82 persen sejak akhir tahun 2025 hingga perdagangan hari ini. Pelemahan tersebut membuat rupiah masuk daftar mata uang Asia paling tertekan sepanjang tahun berjalan 2026 saat ini. Suasana pasar domestik akhirnya terasa seperti konser musik mati lampu ketika penyanyi utama baru naik panggung.

Tekanan pasar juga muncul akibat kekhawatiran inflasi impor jika rupiah terus bergerak melemah dalam waktu cukup lama nantinya. Harga energi, logistik, dan barang impor berpotensi ikut naik mengikuti penguatan dolar AS perdagangan global beberapa bulan mendatang. Kondisi tersebut membuat ruang pelonggaran kebijakan Bank Indonesia semakin sempit menjelang RDG pekan ini.

 

Pasar juga menyoroti cadangan devisa Indonesia yang mulai tergerus akibat intervensi menjaga stabilitas nilai tukar domestik belakangan ini. Cadangan devisa April tercatat sebesar 146,2 miliar dolar AS atau setara 5,8 bulan impor nasional perdagangan terakhir. Meski masih cukup besar, tekanan berkepanjangan tetap membuat investor mulai terlihat semakin berhati-hati hari ini.

Kenaikan BI Rate juga memiliki risiko terhadap kredit perbankan serta pertumbuhan sektor riil ekonomi nasional mendatang. Suku bunga kredit berpotensi meningkat sehingga dunia usaha harus menghadapi biaya pinjaman lebih mahal dalam beberapa bulan mendatang. Situasi tersebut membuat Bank Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional dan perdagangan berikutnya.

Pelaku pasar akhirnya menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Rabu, 20 Mei 2026 besok siang. Keputusan tersebut dianggap menjadi penentu arah rupiah serta keyakinan investor terhadap ekonomi domestik beberapa bulan mendatang. Pasar berharap Bank Indonesia tidak tampil terlalu santai ketika rupiah sudah ngos-ngosan sejak pagi tadi. R-02

Editor: Krisman
Tags :Rupiah Hari IniKurs Dolar ASBank IndonesiaEkonomi IndonesiaBI RateBerita Ekonomi

BERITA TERKAIT :

  • IHSG Mendadak Ngebut Saat Rupiah Melemah, Saham BLUE Terbang Tanpa Rem

    IHSG Mendadak Ngebut Saat Rupiah Melemah, Saham BLUE Terbang Tanpa Rem

    Ekonomi •
    19/05/2026 ❘ 10:35 WIB
  • Perry Warjiyo Respons Desakan Mundur di Tengah Pelemahan Rupiah

    Perry Warjiyo Respons Desakan Mundur di Tengah Pelemahan Rupiah

    Nasional •
    19/05/2026 ❘ 08:03 WIB
  • Dipanggil Prabowo ke Istana, Purbaya Yakin Rupiah Segera Stabil Lagi

    Dipanggil Prabowo ke Istana, Purbaya Yakin Rupiah Segera Stabil Lagi

    Nasional •
    18/05/2026 ❘ 20:53 WIB
  • Rupiah Pecah Rekor Terburuk, Prabowo Langsung Panggil Bos BI dan Menkeu ke Istana

    Rupiah Pecah Rekor Terburuk, Prabowo Langsung Panggil Bos BI dan Menkeu ke Istana

    Nasional •
    18/05/2026 ❘ 18:45 WIB
  • Dolar AS Hampir Rp18 Ribu, Rupiah Ambruk dan Pasar Keuangan Indonesia Bergetar

    Dolar AS Hampir Rp18 Ribu, Rupiah Ambruk dan Pasar Keuangan Indonesia Bergetar

    Ekonomi •
    18/05/2026 ❘ 18:35 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Bos Besar RGE Sukanto Tanoto Jadi Orang Terkaya Indonesia, Kekayaannya 52 Kali APBD Riau

    Bos Besar RGE Sukanto Tanoto Jadi Orang Terkaya Indonesia, Kekayaannya 52 Kali APBD Riau

    30/06/2026  ❘  20:21 WIB
  • Meledak! Istri Dani Nursalam Mengaku Ditawari Rp 1 Miliar dan Uang Bulanan Rp 30 Juta oleh Pengacara Gubernur Abdul Wahid

    Meledak! Istri Dani Nursalam Mengaku Ditawari Rp 1 Miliar dan Uang Bulanan Rp 30 Juta oleh Pengacara Gubernur Abdul Wahid

    01/07/2026  ❘  12:49 WIB
  • TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    22/06/2026  ❘  21:50 WIB
  • Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    22/06/2026  ❘  18:06 WIB
  • Resmi Dimutasi! Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi Geser ke Rohil, Sosok AKBP Gede Datang dengan Pengalaman Bongkar Kasus Korupsi

    Resmi Dimutasi! Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi Geser ke Rohil, Sosok AKBP Gede Datang dengan Pengalaman Bongkar Kasus Korupsi

    26/06/2026  ❘  11:40 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan