Serie A Italia
Juventus Tumbang di Turin, Mimpi Liga Champions Mulai Berantakan
Pemain Juventus Weston McKennie beraksi dalam pertandingan melawan Fiorentina, Minggu malam WIB, 17 Mei 2026. (sumber: Juventus Official)
ITALIA, SabangMerauke News - Juventus kembali tersandung pada momen paling genting musim ini setelah kalah 0-2 dari Fiorentina, Minggu malam, 17 Mei 2026. Kekalahan di Allianz Stadium membuat peluang Bianconeri menuju Liga Champions makin tipis menjelang pekan terakhir Serie A musim ini. Pendukung Juventus pulang dengan wajah kusut setelah tim kesayangan tampil tumpul sepanjang pertandingan malam itu.
Sejak menit awal, Fiorentina tampil lebih berani sambil membuat Juventus sulit mengembangkan permainan di lini tengah pertandingan. Tim tamu memainkan pressing rapat dan memaksa Juventus kehilangan ritme saat membangun serangan dari area pertahanan sendiri. Luciano Spalletti terlihat beberapa kali berdiri gelisah melihat pemainnya kesulitan keluar dari tekanan Fiorentina.
Peluang pertama Juventus hadir pada menit ke-15 melalui tendangan keras Manuel Locatelli dari luar kotak penalti lawan. Namun, David de Gea tampil sigap sambil menepis bola dengan penyelamatan tenang di bawah mistar gawang Fiorentina. Kiper asal Spanyol tersebut memang tampil solid sepanjang malam dan menjadi mimpi buruk bagi lini depan Juventus.
Lima menit berselang, Dusan Vlahovic memperoleh kesempatan emas sesudah Cher Ndour kehilangan bola di area berbahaya pertahanan Fiorentina. Striker Serbia itu langsung melepaskan tembakan keras menuju gawang, tetapi kembali digagalkan David de Gea dengan refleks cepat. Publik Allianz Stadium mulai gelisah karena Juventus gagal memanfaatkan peluang terbaik mereka malam itu.
Fiorentina perlahan menemukan ritme permainan sambil memainkan bola cepat menuju lini serang mereka sepanjang babak pertama pertandingan. Manor Solomon dan Jack Harrison beberapa kali merepotkan pertahanan Juventus lewat pergerakan agresif dari sisi lapangan. Juventus terlihat lambat menutup ruang sehingga Fiorentina leluasa membangun serangan berbahaya menuju kotak penalti.
Gol pembuka akhirnya datang pada menit ke-34 dan membuat Allianz Stadium langsung mendadak hening malam itu juga. Cher Ndour menyambar umpan matang hasil kombinasi Manor Solomon dan Jack Harrison sebelum menaklukkan Michele Di Gregorio. Bola sempat disentuh kiper Juventus, tetapi tetap meluncur masuk menuju sudut bawah gawang tuan rumah.
Gol tersebut membuat Fiorentina semakin nyaman memainkan tempo pertandingan sambil menunggu kesalahan Juventus berikutnya malam itu berlangsung panas. Juventus mencoba merespons lewat tendangan Kenan Yildiz menjelang turun minum, tetapi David de Gea kembali tampil luar biasa. Skor 1-0 bertahan sampai jeda dengan Fiorentina terlihat lebih efektif memanfaatkan peluang sepanjang babak pertama.
“Jika tim tampil seperti ini, saya harus mengevaluasi diri lebih dahulu,” ujar Luciano Spalletti, pelatih Juventus, Minggu, 17 Mei 2026. Spalletti tidak menyembunyikan rasa kecewanya setelah Juventus kembali kehilangan poin penting di kandang sendiri musim ini. Ia menilai timnya gagal bermain agresif dalam duel yang sangat menentukan posisi klasemen akhir Serie A.
Memasuki babak kedua, Juventus mencoba menaikkan tempo sambil menekan Fiorentina lebih tinggi dari babak pertama pertandingan malam itu. Jeremie Boga dan Francisco Conceicao mulai aktif menyerang dari sisi lapangan demi membuka ruang menuju pertahanan lawan. Namun Fiorentina tetap disiplin menjaga area belakang sambil memaksa Juventus menyerang dari posisi kurang ideal.
Publik tuan rumah sempat bersorak keras pada menit ke-70 ketika Dusan Vlahovic berhasil mencetak gol penyama kedudukan pertandingan. Striker Serbia tersebut menyambar bola di depan gawang sebelum melepaskan penyelesaian tenang melewati David de Gea malam itu. Namun selebrasi pendukung Juventus tidak bertahan lama setelah wasit menerima panggilan pemeriksaan dari ruang VAR.
Setelah melihat tayangan ulang, wasit menganulir gol Vlahovic karena posisi offside yang terlihat sangat tipis dalam proses serangan. Keputusan tersebut langsung membuat mental pemain Juventus sedikit goyah pada sisa pertandingan malam itu berlangsung menegangkan. Pendukung Juventus juga mulai frustrasi karena peluang kebangkitan kembali menghilang dalam hitungan menit saja.
Situasi sebenarnya sempat menguntungkan Juventus setelah Luca Ranieri menerima kartu merah tidak lama sesudah gol dianulir VAR. Fiorentina harus bermain dengan sepuluh pemain pada sisa pertandingan sambil bertahan menghadapi tekanan Juventus di kandang lawan. Namun keunggulan jumlah pemain justru gagal dimanfaatkan tuan rumah untuk mencetak gol penyama kedudukan pertandingan.
Juventus terus menyerang, tetapi permainan mereka terlihat terburu-buru dan kehilangan ketenangan di depan kotak penalti Fiorentina malam itu. Banyak umpan silang dilepaskan tanpa arah jelas, sementara lini depan kesulitan menemukan ruang tembak bersih sepanjang laga. Fiorentina justru terlihat lebih tenang menunggu kesempatan menyerang balik menuju pertahanan Juventus yang mulai terbuka.
Petaka kedua datang pada menit ke-83 ketika Rolando Mandragora melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti Juventus. Bola meluncur deras menuju sudut bawah gawang tanpa mampu dihentikan Michele Di Gregorio yang sudah bergerak maksimal malam itu. Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat Allianz Stadium terasa makin sunyi menjelang akhir pertandingan berlangsung.
“Ini hasil buruk, tetapi musim belum selesai,” ujar Luciano Spalletti kepada Sky Sport usai pertandingan berakhir di Turin. Pelatih Juventus tersebut meminta pemain tetap fokus menghadapi laga terakhir sambil menjaga peluang menuju kompetisi Eropa musim depan. Ia juga mengingatkan timnya agar tidak kehilangan kepercayaan diri setelah kekalahan menyakitkan melawan Fiorentina.
Kekalahan ini membuat Juventus tercecer dari zona Liga Champions dengan satu pertandingan tersisa musim ini dimainkan pekan depan. Bianconeri wajib menang pada laga terakhir sambil berharap pesaing terpeleset demi membuka jalan menuju empat besar klasemen. Situasi membuat tekanan semakin besar bagi Luciano Spalletti yang belum berhasil membawa Juventus tampil konsisten musim ini.
Sementara itu, Fiorentina pulang dengan senyum lebar setelah sukses merusak pesta kandang Juventus di Allianz Stadium malam itu. Mereka tampil disiplin, efektif, dan sangat tenang menghadapi tekanan besar dari ribuan pendukung tuan rumah sepanjang pertandingan. Juventus kembali kehilangan arah pada saat paling penting, sedangkan Fiorentina datang seperti tamu yang membawa badai kecil ke Turin. R-02

