Mengejutkan, Gregoria Mundur dari Pelatnas Setelah 12 Tahun Bela Indonesia
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, resmi mundur dari Pelatnas PBSI. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, resmi mundur dari Pelatnas PBSI. Keputusan besar muncul setelah kondisi kesehatan terus mengganggu performanya sejak Maret 2025. PBSI menghormati langkah Gregoria demi fokus menjalani pemulihan vertigo secara intensif.
Keputusan mundur disampaikan Gregoria setelah melalui pertimbangan panjang mengenai kondisi fisiknya. Atlet berusia 26 tahun tersebut mengakhiri perjalanan panjang bersama Pelatnas Cipayung. Selama 12 tahun, Gregoria menjadi salah satu tulang punggung tunggal putri Indonesia.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, membenarkan keputusan tersebut pada Jumat, 15 Mei 2026. PBSI mengaku menghormati keputusan Gregoria setelah komunikasi internal berlangsung intensif. Langkah itu juga telah disampaikan langsung kepada pelatih tunggal putri utama.
“Gregoria adalah atlet yang memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia,” ujar Eng Hian. “Kami menghormati keputusan tersebut dan berharap kesehatan Gregoria segera pulih sepenuhnya,” lanjutnya. PBSI menilai Gregoria tetap menjadi bagian penting sejarah bulutangkis nasional.
Masalah kesehatan menjadi alasan utama Gregoria meninggalkan Pelatnas PBSI setelah perjalanan panjang karier profesionalnya. Gangguan vertigo membuat kondisi fisiknya sering menurun saat menghadapi jadwal pertandingan internasional padat. Situasi itu memengaruhi performa Gregoria sejak awal musim kompetisi tahun lalu.
Cedera dan gangguan kesehatan memaksanya absen dari sejumlah turnamen internasional penting sepanjang musim 2025. Kondisi tersebut membuat proses pemulihan menjadi prioritas utama dalam kehidupannya saat ini. Gregoria memilih fokus memperbaiki kesehatan sebelum menentukan langkah berikutnya dalam karier profesional.
Gregoria juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan pelatih selama berada di lingkungan Pelatnas. Dia mengaku memperoleh pengalaman besar selama mengenakan seragam Merah Putih pada berbagai kejuaraan dunia. Dukungan pelatih serta rekan atlet menjadi bagian penting perjalanan kariernya selama ini.
PBSI memberikan penghormatan khusus melalui unggahan media sosial resmi organisasi bulutangkis nasional tersebut. Federasi menilai Gregoria menghadirkan banyak momen membanggakan melalui kerja keras dan semangat juangnya. Sosok Gregoria dianggap memberi inspirasi besar bagi generasi muda bulutangkis Indonesia.
“Terima kasih atas dedikasi dan perjuanganmu untuk Merah Putih, Gregoria Mariska Tunjung,” tulis PBSI. “Semoga Gregoria segera pulih sepenuhnya dan meraih hal terbaik pada masa mendatang,” lanjut pernyataan tersebut. Ucapan itu langsung mendapat respons besar dari pecinta bulutangkis Indonesia.
Kepergian Gregoria menjadi kehilangan besar bagi sektor tunggal putri Indonesia menghadapi persaingan internasional mendatang. Prestasi medali perunggu Olimpiade Paris 2024 menjadi pencapaian bersejarah dalam perjalanan kariernya bersama Indonesia. Publik kini berharap Gregoria segera pulih dan kembali tampil pada panggung bulutangkis dunia.(R-04)

