LaLiga Spanyol
Bellingham Mengamuk di Bernabeu, Real Madrid Bungkam Oviedo Saat Mbappe Dicemooh
Aurelien Tchouameni dan Federico Vinas berebut bola dalam laga La Liga antara Real Madrid vs Real Oviedo di Santiago Bernabeu, 15 Mei 2026 (AP Photo)
SPANYOL, SabangMerauke News - Real Madrid kembali memamerkan taring di Santiago Bernabeu setelah menumbangkan Real Oviedo, Jumat, 15 Mei 2026 dini hari WIB. Los Blancos menang 2-0 lewat gol Gonzalo García dan Jude Bellingham pada pekan ke-36 La Liga 2025/2026. Kemenangan itu terasa aneh, sebab Bernabéu sempat gaduh akibat siulan keras menuju Kylian Mbappé.
Tim racikan Alvaro Arbeloa langsung menekan sejak menit awal pertandingan berlangsung di kandang megah Madrid tersebut. Penguasaan bola mencapai 65 persen membuat Oviedo lebih sering berlari mengejar bayangan pemain tuan rumah. Namun, Madrid justru tampil seperti mesin mahal yang sesekali lupa menyalakan turbo menyerang.
Peluang pertama lahir ketika Gonzalo Garcia melewati Eric Bailly dengan gerakan licin memancing kepanikan lini belakang lawan. Garcia mengirim umpan tarik menuju Franco Mastantuono, namun Aaron Escandell masih sigap menepis ancaman tersebut. Bernabéu sempat berdiri sebelum suara kecewa menggema karena peluang emas gagal berubah menjadi gol cepat.
Trent Alexander-Arnold kemudian mencoba memecah kebuntuan dengan sepakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-21. Bola meluncur deras melewati kerumunan pemain sebelum melenceng tipis di sisi kiri gawang Oviedo. Bek Inggris tersebut tampak frustrasi sambil menepuk rumput karena peluang emas kembali menguap begitu saja.
Real Oviedo ternyata tidak datang sekadar menjadi pajangan klasemen penghuni zona degradasi musim ini. Tim tamu beberapa kali mampu keluar dari tekanan dan melancarkan serangan balik yang cukup merepotkan Madrid. Federico Vinas serta Nacho Vidal sempat membuat jantung Bernabéu berdetak lebih cepat menjelang akhir babak pertama.
Peluang terbaik Oviedo hadir melalui Nacho Vidal pada menit ke-38 setelah menerima bola liar di kotak penalti. Vidal langsung menyambar bola dengan tendangan keras, namun arah tembakannya melambung di atas mistar Courtois. Pendukung Madrid sempat terdiam beberapa detik sebelum akhirnya bernapas lega menyaksikan peluang itu gagal.
Madrid kemudian kembali menggempur pertahanan Oviedo memakai kombinasi cepat Brahim Díaz dan Eduardo Camavinga di lini tengah. Aurelien Tchouaméni ikut membantu serangan melalui beberapa tusukan dari area tengah lapangan. Meski begitu, penyelesaian akhir Madrid terlihat kurang garang sepanjang pertandingan berlangsung.
Gol pembuka akhirnya hadir menjelang turun minum melalui Gonzalo Garcia pada menit ke-44. Kesalahan pemain Oviedo ketika membangun serangan dimanfaatkan Brahim Diaz melalui umpan terukur menuju Garcia. Penyerang muda Madrid itu memutar badan sebelum melepaskan sepakan rendah menaklukkan Aaron Escandell tanpa ampun.
“Garcia menunjukkan ketenangan luar biasa saat mendapat ruang kecil di kotak penalti,” ujar Alvaro Arbeloa, pelatih Real Madrid. Arbeloa memuji pergerakan anak asuhnya meski permainan Madrid masih terlihat belum benar-benar tajam sepanjang laga. Ia menilai kemenangan tetap penting demi menjaga ritme menjelang akhir musim kompetisi.
Skor 1-0 membuat Madrid memasuki ruang ganti dengan wajah sedikit lebih lega dibandingkan sebelumnya. Namun, tribun Bernabéu belum sepenuhnya puas karena permainan tuan rumah terasa lambat dan kurang meledak. Madrid seperti sengaja mengemudi santai memakai mobil balap di jalan kosong tanpa tekanan berarti.
Memasuki babak kedua, Oviedo tampil lebih agresif dan berani menekan pertahanan Madrid sejak menit awal laga kembali. Tim tamu beberapa kali mendapatkan situasi bola mati berbahaya yang memaksa Courtois bekerja lebih serius menjaga gawangnya. Oviedo seolah menolak pulang tanpa memberikan luka kecil bagi tuan rumah malam itu.
Franco Mastantuono hampir menggandakan keunggulan Madrid setelah menerima umpan cepat dari Trent Alexander-Arnold pada menit ke-50. Pemain muda Argentina itu melepaskan tendangan melengkung indah menuju sudut kanan gawang Oviedo. Bola hanya melintas tipis di samping mistar, membuat Bernabeu kembali menghela napas panjang.
Momen emosional hadir ketika Santi Cazorla masuk menggantikan pemain Oviedo pada menit ke-55 pertandingan berlangsung. Publik Bernabéu menyambut mantan maestro lapangan tengah Spanyol tersebut dengan tepuk tangan panjang penuh penghormatan hangat. Kehadirannya membuat permainan Oviedo mendadak lebih hidup dan berani menyerang pertahanan Madrid secara terbuka.
“Bermain kembali di Bernabéu selalu memberi perasaan spesial dan sulit dijelaskan dengan kata sederhana,” kata Santi Cazorla. Gelandang veteran tersebut tampil cukup tenang mengatur tempo permainan Oviedo meski timnya gagal mencuri poin. Cazorla bahkan membantu menciptakan beberapa peluang berbahaya sepanjang babak kedua.
Oviedo memperoleh peluang emas melalui Alberto Reina dua menit setelah Cazorla memasuki lapangan pertandingan. Reina mendapat ruang kosong di depan gawang, namun penyelesaiannya justru melebar dari sasaran utama Madrid. Courtois tampak marah kepada lini pertahanan setelah peluang tersebut tercipta begitu mudah.
Ancaman Oviedo belum berhenti sampai situasi tersebut berlalu begitu saja akibat tekanan pertandingan panas di Bernabéu malam itu. Nacho Vidal kembali lolos dari sisi kanan pertahanan Madrid pada menit ke-63, pertandingan berjalan semakin terbuka. Tendangan mendatar Vidal melintas tipis di depan gawang tanpa mampu disentuh rekan setimnya.
Sorotan besar kemudian mengarah kepada Kylian Mbappe ketika memasuki lapangan menggantikan Gonzalo Garcia menit ke-69 pertandingan. Suporter Madrid justru memberikan siulan keras saat penyerang Prancis tersebut mulai menginjak rumput Bernabéu. Suasana stadion mendadak panas meski Madrid sedang berada dalam posisi unggul menghadapi Oviedo.
Mbappé terlihat tetap tenang meski suara cemoohan turun deras dari sebagian tribun Stadion Santiago Bernabéu malam itu. Penyerang Prancis tersebut beberapa kali mencoba membuka ruang dan membantu serangan Madrid menuju pertahanan lawan. Gerakannya perlahan mulai memberi warna berbeda bagi permainan tuan rumah pada babak kedua.
Puncak pertandingan hadir pada menit ke-80 ketika Jude Bellingham mencetak gol indah penuh kualitas tinggi. Mbappé mengirim umpan pendek menuju Bellingham di depan kotak penalti Oviedo dengan ruang cukup terbuka. Gelandang Inggris itu melewati beberapa pemain sebelum melepaskan tembakan mendatar yang menghujam pojok gawang.
Bernabéu langsung meledak setelah bola bersarang mulus tanpa mampu dihentikan oleh Aaron Escandell malam tersebut. Bellingham berlari menuju tribun sambil mengepalkan tangan, merayakan gol penting bersama rekan setimnya di lapangan. Gol itu sekaligus mengunci kemenangan Real Madrid menjadi 2-0 atas Real Oviedo.
Jude memiliki kemampuan luar biasa ketika menemukan ruang kecil menghadapi pertahanan rapat lawan,” ujar Arbeloa selepas pertandingan. Pelatih Madrid tersebut mengaku puas melihat aksi individu Bellingham pada situasi penting pertandingan. Ia menilai gol kedua membuat tekanan pertandingan langsung menghilang dari para pemain Madrid malam itu.
Di sisa pertandingan, Oviedo masih mencoba memberikan perlawanan melalui beberapa serangan cepat menuju area pertahanan Madrid. Haissem Hassan sempat memaksa Courtois melakukan penyelamatan penting pada menit ke-84 pertandingan yang berlangsung sengit. Namun, tidak ada tambahan gol hingga wasit meniup peluit panjang akhir laga.
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi jelas Madrid hampir sepanjang laga menghadapi Oviedo di Bernabéu malam tersebut. Madrid mencatat 19 tembakan dengan tujuh mengarah tepat sasaran selama pertandingan berlangsung cukup terbuka. Oviedo hanya mampu menghasilkan satu tembakan tepat sasaran dari total sembilan percobaan sepanjang laga.
Brahim Díaz kemudian dinobatkan menjadi pemain terbaik pertandingan setelah tampil sangat kreatif menghidupkan lini serang Madrid malam tersebut. Gelandang serang asal Maroko itu mencatat satu assist serta tiga peluang berbahaya sepanjang pertandingan berlangsung. Akurasi umpannya mencapai 93 persen, membuat permainan Madrid terlihat lebih cair dan hidup.
“Brahim bekerja luar biasa malam ini dan selalu menemukan solusi untuk menghadapi pertahanan rapat lawan,” ujar Arbeloa, memuji pemainnya. Díaz juga mencatat enam sentuhan di kotak penalti lawan sepanjang pertandingan melawan Oviedo yang berlangsung panas. Kontribusinya membuat Madrid akhirnya mampu mengamankan kemenangan tanpa kebobolan hingga akhir laga.
Kemenangan tersebut sebenarnya tidak mengubah posisi kedua tim pada klasemen akhir sementara La Liga musim ini. Real Madrid sudah memastikan finis sebagai runner-up meski gagal mengejar Barcelona dalam perebutan gelar juara musim ini. Sementara Real Oviedo tetap tenggelam di zona degradasi bersama nasib pahit akhir kompetisi. R-02

