Digerebek Warga dan Polisi, Tempat Nyabu di Pujud Langsung Dibakar Sampai Rata
Kapolsek Pujud, AKP Boy Setiawan SAP MSi, beserta tim menggerebek tempat yang sering dijadikan pesta narkoba di Dusun 4 Suka Makmur, Kepenghuluan Sukajadi, Rokan Hilir, Selasa sore, 12 Mei 2026. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Kebun kelapa sawit di Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, mendadak panas Selasa sore, 12 Mei 2026. Polisi turun langsung setelah laporan warga menyebut lokasi tersebut sering dipakai untuk aktivitas mencurigakan hingga dini hari. Patroli Polsek Pujud kemudian menemukan tempat yang diduga menjadi arena pesta narkotika lengkap dengan bong bekas pakai serta mancis berserakan.
Kapolsek Pujud, AKP Boy Setiawan SAP MSi, memimpin langsung patroli menuju Km 17 Dusun 4 Suka Makmur, Kepenghuluan Sukajadi. Lokasi itu berada di area kebun sawit yang selama beberapa pekan disebut warga sering ramai saat malam tiba. Warga sekitar mengaku resah karena aktivitas mencurigakan terus muncul tanpa henti hampir setiap malam.
“Patroli dan pengecekan ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat,” kata Boy Setiawan. Polisi kemudian menyisir lokasi bersama perangkat kepenghuluan serta tokoh masyarakat setempat. Suasana kebun sawit terlihat sunyi, namun sejumlah barang mencurigakan ditemukan di tempat tersembunyi tersebut.
Petugas menemukan alat hisap sabu atau bong bekas pakai bersama mancis dan perlengkapan lainnya di lokasi. Barang-barang itu diduga kuat digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkotika pada malam hari. Temuan tersebut langsung memperkuat keresahan warga selama beberapa waktu terakhir di kawasan perkebunan sawit itu.
“Dari hasil pengecekan, ditemukan alat hisap bekas pakai dan barang lainnya,” ujar Boy Setiawan. Polisi menilai lokasi tersebut berpotensi kembali dipakai apabila tidak segera dimusnahkan secara langsung. Karena itu, tindakan cepat dilakukan demi mencegah aktivitas serupa kembali tumbuh di kawasan tersebut.
Tanpa menunggu lama, personel Polsek Pujud langsung memusnahkan tempat tersebut dengan api. Asap hitam membumbung dari lokasi tersembunyi di tengah kebun sawit yang sebelumnya diduga menjadi sarang penyalahgunaan narkoba. Langkah itu dilakukan agar lokasi tidak lagi dipakai sebagai tempat berkumpulnya pengguna narkotika.
Warga sekitar ikut menyaksikan proses pemusnahan bersama aparat kepolisian dan perangkat desa setempat. Beberapa warga mengaku lega setelah lokasi yang selama ini meresahkan akhirnya ditindak secara terbuka. Kawasan perkebunan sawit tersebut sebelumnya disebut sering didatangi orang tidak dikenal menjelang tengah malam.
Boy Setiawan menegaskan pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan masyarakat hingga tingkat lingkungan terkecil. Polisi meminta warga segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Peran masyarakat dinilai penting karena banyak lokasi penyalahgunaan narkoba tersembunyi jauh dari permukiman padat.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama memberantas narkoba dengan memberikan informasi,” tegas Boy Setiawan. Polisi juga mengingatkan warga agar tidak berkumpul di tempat rawan penyalahgunaan narkotika. Imbauan tersebut disampaikan langsung kepada masyarakat sekitar usai patroli selesai dilakukan.
Patroli gabungan itu turut melibatkan sejumlah personel Polsek Pujud bersama tokoh masyarakat setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Aiptu M Ibrahim Nst, Bripka Aperius Halawa, Bripka Ronal Haloho, dan Brigpol Dedi Azhar Sitorus SH. Kadus Suka Makmur Kepenghuluan Sukajadi juga ikut mendampingi patroli hingga pemusnahan selesai dilakukan.
Kecamatan Pujud memang dikenal memiliki kawasan perkebunan sawit luas dengan akses jalan cukup sepi pada malam hari. Kondisi tersebut sering dimanfaatkan oknum tertentu untuk berkumpul tanpa pengawasan masyarakat sekitar. Polisi kini meningkatkan patroli rutin guna mencegah munculnya lokasi serupa di wilayah lain di Kabupaten Rokan Hilir.
Langkah cepat Polsek Pujud mendapat respons positif dari masyarakat setelah laporan mereka langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian. Warga berharap patroli serupa terus dilakukan agar kawasan perkebunan sawit tidak berubah menjadi tempat penyalahgunaan narkoba. Suasana lingkungan pun diharapkan kembali tenang tanpa bayang-bayang aktivitas mencurigakan setiap malam. R-02

