Judi Hong Kong Berkedok Lotre Digulung Polisi Batam, Ribuan Kartu Naga Disita
Konferensi pers Polda Kepulauan Riau terkait pengungkapan kasus judi online di Batam. (sumber: Polda Kepri)
KEPRI, SabangMerauke News - Kota Batam kembali diguncang praktik judi online internasional berkedok lotre Hong Kong melalui siaran Facebook langsung. Polisi membongkar dua markas operasi judi digital berisi puluhan warga negara asing dari berbagai negara. Sebanyak 24 WNA langsung diamankan bersama ribuan kartu naga, laptop, hingga puluhan telepon genggam.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau membongkar kasus tersebut setelah menerima laporan masyarakat pada Sabtu, 10 Mei 2026. Informasi masuk melalui laporan langsung, media sosial, hingga aktivitas mencurigakan di internet dalam beberapa hari terakhir.
Tim Ditreskrimsus Polda Kepri kemudian bergerak melakukan penyelidikan diam-diam di wilayah Batam. “Informasi kami dapatkan dari masyarakat melalui media sosial dan internet,” kata Kombes Pol Silvester Simamora, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Selasa, 12 Mei 2026.
Penyelidikan polisi akhirnya mengarah menuju dua lokasi berbeda di Kota Batam yang dijadikan markas operasi judi online. Kedua lokasi tersebut berada di kawasan ruko mewah dengan aktivitas yang terlihat seperti kantor biasa setiap harinya. Namun, suasana berubah ketika polisi masuk dan menemukan peralatan judi digital berskala internasional.
Di lokasi pertama, polisi mengamankan tiga warga negara Kamboja, terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Polisi juga menciduk empat belas warga negara Vietnam, terdiri dari tujuh laki-laki serta tujuh perempuan, dalam operasi tersebut. Selain itu, terdapat satu warga Suriah, dua warga Tiongkok, dan empat warga Filipina yang ikut diamankan. “Mereka berasal dari lima negara berbeda dan memiliki tugas masing-masing,” ujar Silvester.
Sindikat tersebut menjalankan perjudian online menggunakan konsep Hong Kong Lottery melalui siaran langsung Facebook setiap hari. Para operator tampil layaknya host acara permainan dengan menawarkan kartu bergambar naga kepada calon pemain. Transaksi taruhan dilakukan dengan nominal tertentu menggunakan sistem dompet digital khusus bernama GKES.
Modus mereka terlihat licin dan modern karena menyasar pemain lintas negara menggunakan bahasa masing-masing. Operator asal Filipina, misalnya, memasarkan judi menuju pasar Filipina memakai bahasa lokal saat siaran berlangsung. Hal serupa juga dilakukan oleh operator Vietnam, Kamboja, hingga Tiongkok demi menarik perhatian pemain. “Kalau operator Filipina, mereka memasarkan permainan menuju Filipina menggunakan bahasa setempat,” ucap Silvester.
Polisi menemukan permainan tersebut sebenarnya sudah diatur agar pemain sulit memenangkan hadiah utama yang ditawarkan. Sistem permainan dibuat memiliki batas tertentu sehingga keuntungan lebih banyak mengalir kepada kelompok operator judi online. Para pemain hanya dibiarkan mengejar keberuntungan sambil terus mengisi saldo taruhan digital.
Selain permainan lotre, sindikat tersebut juga memainkan trik psikologis demi memancing minat calon pemain baru. Mereka membuat akun palsu atau fake figure seolah berhasil memenangkan hadiah besar dari permainan tersebut. Akun-akun palsu itu kemudian dipamerkan melalui media sosial demi memancing rasa penasaran pemain lain. “Mereka membuat figur palsu supaya orang tertarik ikut bermain,” kata Silvester.
Polisi juga menemukan banyak telepon genggam yang dipakai operator untuk melayani komunikasi dengan para pelanggan dari berbagai negara. Para pelaku bahkan menampilkan permainan tersebut seolah-olah legal dan memiliki izin resmi di luar negeri. Tampilan profesional itu sengaja dipakai demi membuat pemain percaya terhadap aktivitas perjudian tersebut.
Dalam penggerebekan pertama di Ruko Taman Niaga Blok M Batam Kota, polisi menemukan peralatan sangat lengkap. Polisi menyita empat belas CPU, dua puluh monitor, delapan keyboard, enam belas laptop, dan empat puluh lima telepon genggam. Ribuan kartu bergambar naga dengan warna berbeda juga ditemukan memenuhi ruangan operasi.
Selain itu, polisi menyita delapan ribu kartu kuning, sembilan ribu kartu merah, dan tujuh ribu kartu hitam. Semua kartu tersebut dipakai dalam permainan lotre Hong Kong saat siaran langsung Facebook berlangsung setiap harinya. Ruangan operasi bahkan terlihat mirip studio siaran digital dengan perangkat lengkap dan koneksi internet cepat.
Di lokasi kedua kawasan Orchard Park Business Center Batam, polisi kembali menemukan perlengkapan judi serupa dalam jumlah besar. Petugas mengamankan enam CPU, tujuh monitor, empat puluh tiga telepon genggam, dan ribuan kartu permainan. Kedua lokasi tersebut diduga sudah lama beroperasi menyasar pemain internasional secara diam-diam.
Atas kasus tersebut, para pelaku dijerat Pasal 426 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 terkait perjudian. Polisi juga menerapkan Pasal 607 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 mengenai dugaan tindak pidana pencucian uang. Penyidik kini masih mendalami aliran dana serta kemungkinan jaringan lain di luar Batam.
Kasus ini membuat Imigrasi Batam langsung memperketat pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing di wilayah tersebut. Pengawasan dimulai sejak proses pengajuan visa hingga aktivitas WNA saat berada di Indonesia. Imigrasi menilai kemudahan visa wisata dan bisnis sering dimanfaatkan oknum asing untuk menjalankan aktivitas ilegal. “Kami akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap keberadaan orang asing di Batam,” ujar Jefrico Daud Marturia, Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kelas I Khusus TPI Batam.
Menurut Jefrico, mayoritas WNA masuk dengan visa wisata maupun visa bisnis secara terpisah dan tidak bersamaan. Sebagian datang melalui Jakarta, sedangkan yang lainnya langsung masuk menuju Batam menggunakan jalur berbeda. Cara tersebut diduga dipakai agar aktivitas mereka tidak mudah dicurigai petugas pengawasan imigrasi.
Pengungkapan kasus ini kembali membuka wajah gelap judi online internasional yang mulai memanfaatkan media sosial sebagai panggung utama. Facebook Live kini berubah menjadi meja kasino digital dengan target pemain lintas negara dalam hitungan detik. Batam pun kembali menjadi sorotan setelah markas judi asing tumbang di balik deretan ruko mewah. R-02

