Mobil Xenia Dari Pekanbaru Kabur Ditembak Polisi, Isi Bagasi Bikin Terbelalak
Polda Jambi menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus pengiriman 20 kg narkoba dari Pekanbaru menuju Palembang. (ist)
JAMBI, SabangMerauke News - Polisi berhasil menggagalkan pengiriman 20 kilogram narkoba dari Pekanbaru menuju Palembang di Muaro Jambi, Selasa malam, 5 Mei 2026. Sebanyak 20.241 butir pil ekstasi berlogo Redbull dan Kenzo serta vape etomidate siap edar diamankan dan empat kurir diringkus.
Kapolda Jambi, Irjen Krisno Siregar, menyebut pengungkapan itu menjadi sitaan narkoba terbesar sepanjang operasi tahun ini. Jalur pantai timur Sumatera kembali berubah menjadi lorong gelap peredaran barang haram lintas provinsi. Polisi kini memburu jaringan besar lain yang diduga mengendalikan pengiriman dari balik layar.
“Jumlah barang bukti ini tergolong besar untuk wilayah Provinsi Jambi,” ujar Krisno Siregar, Senin, 11 Mei 2026. Operasi tersebut menjadi perhatian serius karena narkotika mulai memakai jalur cepat antardaerah. Peredaran vape etomidate juga mulai merambah Sumatera dan memancing kewaspadaan aparat keamanan.
Kasus bermula dari informasi pengiriman narkotika melintasi Jalan Lintas Sumatera di kawasan Muaro Jambi beberapa hari sebelumnya. Tim Ditresnarkoba Polda Jambi kemudian bergerak diam-diam melakukan penyelidikan sambil membuntuti kendaraan target dari kejauhan. Operasi penghadangan berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB.
Petugas menghentikan mobil Daihatsu Sigra putih di kawasan KM 32 Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan. Namun, satu unit mobil Xenia putih mendadak memutar arah dan langsung tancap gas meninggalkan lokasi penghadangan. Situasi berubah tegang ketika polisi mulai mengejar kendaraan pelaku melintasi jalan gelap kawasan desa.
Polisi sempat menembak ban depan mobil pelaku untuk menghentikan laju kendaraan yang melarikan diri tersebut. Meski kondisi ban rusak, mobil Xenia tetap berhasil kabur menembus jalur desa sebelum akhirnya menghilang. Tim kemudian mengamankan dua tersangka berinisial MFR dan JHM dari mobil Sigra lebih dahulu.
Saat diperiksa, kedua tersangka mengaku bahwa seluruh narkotika berada di dalam mobil Xenia yang sempat melarikan diri tersebut. Pengakuan itu membuat tim bergerak cepat menyisir kawasan sekitar Desa Bukit Baling hingga tengah malam. Polisi akhirnya menemukan mobil Xenia terparkir di depan rumah warga dalam kondisi terkunci rapat.
Dengan disaksikan ketua RT setempat, petugas membongkar isi kendaraan yang ditinggalkan para pelaku tersebut. Tiga tas besar ditemukan berisi puluhan paket sabu, ekstasi, serta cairan etomidate untuk vape ilegal. Penemuan itu langsung membuat operasi berkembang menjadi pengungkapan jaringan lintas provinsi skala besar.
“Barang bukti terdiri dari 20 paket besar sabu dan ribuan butir ekstasi,” kata Krisno Siregar. Polisi juga menemukan 16 paket besar etomidate yang mulai marak disalahgunakan dalam bentuk vape. Jenis narkotika itu kini menjadi ancaman baru karena mudah beredar melalui rokok elektronik.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan narkotika dibawa dari Pekanbaru menuju wilayah Palembang untuk diedarkan kembali. Jalur Riau, Jambi, hingga Sumatera Selatan kini diduga menjadi lintasan favorit sindikat pengedar lintas provinsi. Polisi menduga jaringan besar mengendalikan distribusi narkoba melalui kendaraan keluarga agar tidak mencurigakan.
Pengembangan kasus kembali dilakukan hingga aparat bergerak menuju kawasan Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Dua tersangka lain berinisial KSA dan YGN akhirnya diringkus di sebuah hotel pada Jumat, 8 Mei 2026. Penangkapan itu memperkuat dugaan adanya jaringan terorganisir yang mengendalikan pengiriman narkotika antardaerah di Sumatera.
Krisno memastikan seluruh barang haram tersebut belum sempat beredar di wilayah Jambi dan sekitarnya. Polisi kini terus memburu pemasok utama serta jalur distribusi lain yang diduga masih aktif bergerak diam-diam. Kerja sama dengan Bareskrim Polri mulai diperkuat demi membongkar jaringan yang lebih besar.
“Kami akan terus mengembangkan kasus ini bersama Bareskrim Polri,” tegas Krisno. Jalur pantai timur Sumatera disebut menjadi kawasan rawan pengiriman narkoba lintas provinsi selama beberapa tahun terakhir. Pengawasan ketat kini mulai diperluas hingga kawasan perbatasan antarkabupaten di Sumatera bagian tengah.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Erlan Munaji, menegaskan perang melawan narkoba tidak akan berhenti pada empat tersangka tersebut. Aparat terus memetakan jaringan pengedar yang memakai jalur darat untuk menghindari pengawasan ketat di pelabuhan dan bandara. Masyarakat juga diminta aktif memberi informasi jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan tempat tinggal.
“Polda Jambi tidak memberi ruang bagi jaringan narkotika untuk berkembang di wilayah hukum kami,” ujar Kombes Erlan Munaji. Peredaran sabu, ekstasi, dan vape etomidate kini menjadi ancaman serius bagi generasi muda di kawasan Sumatera. Polisi memastikan proses penyidikan berjalan intensif sambil memburu aktor utama pengendali jaringan tersebut. R-02

