Forbes Tunjuk BCA Terbaik Dunia 2026, Rival Nasional Tertinggal Jauh
Ilustrasi kantor pusar Bank Central Asia. (ist)
JAKARTA, SabangMerauke News - BCA kembali mengguncang industri perbankan global setelah masuk daftar World’s Best Banks 2026 versi Forbes. Di tengah persaingan ketat bank internasional, BCA mencatat laba Rp14,7 triliun, memproses 122 juta transaksi harian, dan menjaga dominasi layanan digital Indonesia.
PT Bank Central Asia Tbk atau BCA kembali mengukir prestasi global, Minggu, 10 Mei 2026. Forbes memasukkan BCA dalam daftar World’s Best Banks 2026 bersama deretan bank elit dunia setelah survei terhadap 54 ribu responden dari 34 negara. Pengakuan internasional tersebut mempertegas dominasi BCA di tengah persaingan industri perbankan digital global.
Selain BCA, sejumlah bank nasional lain turut masuk daftar prestisius Forbes tahun ini. Nama besar seperti Bank Mandiri, BRI, CIMB Niaga, Bank Muamalat, hingga Bank Permata ikut menghiasi daftar bank terbaik dunia. Namun, perhatian publik justru tertuju kepada BCA yang sukses mempertahankan reputasi global secara konsisten.
Forbes melakukan penilaian menggunakan lima indikator utama layanan perbankan modern. Aspek penilaian meliputi tingkat kepercayaan nasabah, kualitas layanan pelanggan, syarat layanan, teknologi digital, serta pengelolaan keuangan perusahaan. Hasil survei tersebut menjadi gambaran tingkat kepuasan konsumen terhadap industri perbankan dunia.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyebut penghargaan tersebut lahir dari loyalitas nasabah dan konsistensi layanan perusahaan. Ia menilai pencapaian global itu menjadi energi tambahan untuk menghadapi tantangan industri finansial digital. BCA juga berjanji terus memperkuat inovasi layanan perbankan nasional.
“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada nasabah setia serta seluruh insan BCA,” ujar Hendra Lembong.Ia menyebut kepercayaan konsumen menjadi fondasi utama pertumbuhan perusahaan selama beberapa tahun terakhir. Konsistensi pelayanan disebut menjadi senjata utama untuk menghadapi kompetisi perbankan internasional.
Di balik penghargaan Forbes, angka bisnis BCA memang terlihat mencolok sepanjang awal 2026. Hingga Maret 2026, kredit BCA tumbuh 5,6 persen secara tahunan, mencapai Rp994 triliun. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan agresivitas ekspansi bisnis meski kondisi ekonomi global masih bergejolak.
Mesin utama pertumbuhan BCA datang dari kredit produktif sektor usaha nasional. Nilainya mencapai Rp760,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen dibandingkan periode sebelumnya. Angka tersebut memperlihatkan kuatnya penetrasi BCA terhadap sektor ekonomi riil Indonesia.
Dana murah atau CASA juga menjadi senjata rahasia bank swasta terbesar Indonesia tersebut. Hingga kuartal pertama 2026, CASA BCA mencapai Rp1.089 triliun atau tumbuh 11,2 persen tahunan. Porsinya mendominasi sekitar 85,2 persen dari total dana pihak ketiga perusahaan.
Situasi tersebut membuat struktur likuiditas BCA terlihat sangat solid menghadapi tekanan ekonomi global. Dominasi CASA memberikan ruang besar untuk menjaga efisiensi bunga dan profitabilitas perusahaan. Mesin keuntungan BCA pun terus bergerak stabil sepanjang awal tahun.
Laba bersih BCA dan entitas anak tercatat menyentuh Rp14,7 triliun hingga Maret 2026. Angka tersebut memperlihatkan kekuatan bisnis bank swasta terbesar di Indonesia di sektor perbankan nasional. Pertumbuhan laba juga didukung oleh ekspansi kredit berkelanjutan dan layanan digital masif.
BCA ternyata tidak hanya fokus mengejar profit semata dalam ekspansi bisnis tahun ini. Penyaluran kredit berkelanjutan tumbuh 10 persen menjadi Rp258,4 triliun sepanjang kuartal pertama 2026. Nilai tersebut setara dengan 26 persen dari total portofolio pembiayaan perusahaan.
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM juga mendapat perhatian serius dari perusahaan. Outstanding kredit UMKM BCA mencapai Rp146 triliun setelah tumbuh 12 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan agresivitas pembiayaan terhadap sektor ekonomi rakyat.
Pembiayaan hijau atau green financing juga ikut melonjak dalam laporan terbaru perusahaan. Nilainya mencapai Rp113 triliun atau naik 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pembiayaan sektor energi baru terbarukan bahkan melesat hingga 53,5 persen tahunan.
BCA kini berubah menjadi raksasa digital dengan jutaan aktivitas transaksi harian masyarakat Indonesia. Hingga Maret 2026, BCA melayani sekitar 44 juta rekening aktif di seluruh Indonesia. Jumlah transaksi harian bahkan menembus angka fantastis, lebih dari 122 juta transaksi setiap hari.
Aktivitas tersebut didukung jaringan layanan super besar yang tersebar di berbagai wilayah nasional. BCA mengoperasikan 1.270 kantor cabang dan lebih dari 20 ribu mesin ATM aktif. Infrastruktur digital seperti mobile banking dan internet banking terus menjadi tulang punggung transaksi nasabah.
Halo BCA juga tetap menjadi salah satu layanan pelanggan paling sibuk sepanjang 2026. Contact center tersebut beroperasi penuh selama 24 jam untuk melayani kebutuhan nasabah nasional. Sistem digital BCA dinilai menjadi salah satu yang paling stabil di industri finansial Indonesia.
Forbes mencatat BCA menjadi satu dari 311 bank global yang berhasil mempertahankan predikat bergengsi tersebut. Konsistensi itu memperlihatkan kemampuan perusahaan menjaga kualitas layanan dalam jangka panjang. Di tengah gempuran bank digital baru, BCA tetap berdiri sebagai penguasa pasar nasional.
“Pencapaian ini menjadi motivasi untuk menghadirkan inovasi layanan berkualitas untuk masyarakat Indonesia,” kata Hendra Lembong. Ia memastikan perusahaan terus menjaga kepercayaan nasabah melalui layanan aman dan stabil. Fokus utama perusahaan tetap berada pada kualitas pengalaman konsumen.
Penghargaan Forbes tahun ini menjadi sinyal kuat perubahan wajah industri perbankan Indonesia di mata dunia. Bank nasional mulai diperhitungkan dalam kompetisi global berbasis teknologi dan layanan digital modern. BCA kini tidak sekadar menjadi bank besar nasional, melainkan simbol kekuatan finansial Indonesia di panggung internasional. R-02

