Premier League
Donnarumma Menangis! David Raya Resmi Rebut Gelar Kiper Terbaik Liga Inggris!
Kiper Arsenal, David Raya, meraih Golden Glove usai timnya mengalahkan West Ham, Minggu malam, 10 Mei 2026. (AP Photo)
INGGRIS, SabangMerauke News - David Raya kembali mengubah gawang Arsenal menjadi bunker besi sulit ditembus sepanjang musim kompetisi Premier League 2025/2026. Penjaga gawang asal Spanyol tersebut resmi mengunci Golden Glove ketiga beruntun setelah Arsenal menundukkan West Ham, Minggu malam, 10 Mei 2026. Kompetisi bahkan belum selesai, namun pesaing lain sudah kehabisan napas mengejarnya.
Kiper Arsenal tersebut mencatat 18 clean sheet hanya dari 36 pertandingan liga musim ini. Jumlah itu terlalu jauh untuk dikejar Gianluigi Donnarumma bersama Manchester City. Rival terdekat Raya hanya mampu mengoleksi 14 clean sheet hingga pekan ke-36.
David Raya seperti mesin pendingin tanpa kerusakan selama tiga musim terakhir bersama Arsenal. Sejak datang dari Brentford pada 2023, posisinya hampir tidak tergantikan di bawah mistar. Arsenal akhirnya memiliki penjaga gawang dengan aura menakutkan seperti era kejayaan lama mereka.
“Tim membantu pekerjaan saya menjadi lebih mudah sepanjang musim ini,” ujar David Raya, kiper Arsenal, usai laga melawan West Ham. Raya terlihat tenang meski baru saja menorehkan catatan luar biasa dalam kariernya. Sorotan justru semakin besar karena Arsenal juga semakin dekat menuju gelar Premier League.
Laga melawan West Ham menjadi panggung terbaru kehebatan David Raya musim ini bersama Arsenal. Arsenal menang tipis 1-0 melalui gol Leandro Trossard pada babak kedua pertandingan. Namun, perhatian besar kembali tertuju kepada penyelamatan penting Raya sepanjang pertandingan.
West Ham beberapa kali mengancam melalui Mateus Fernandes dan Valentin Castellanos dalam laga panas tersebut. Raya tampil seperti penjaga lemari besi berjalan saat menggagalkan peluang berbahaya tuan rumah. Penampilannya membuat Arsenal mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
“David memberi rasa aman luar biasa kepada seluruh tim musim ini,” kata Mikel Arteta, pelatih Arsenal. Arteta menyebut konsistensi Raya menjadi salah satu alasan Arsenal tetap stabil sepanjang musim. Arsenal kini hanya tinggal beberapa langkah menuju trofi liga.
Dominasi Raya dalam perebutan Golden Glove sebenarnya sudah terlihat sejak pertengahan musim kompetisi berjalan. Penjaga gawang berusia 30 tahun tersebut terus menjaga konsistensi ketika banyak kiper lain mengalami penurunan performa. Arsenal pun menikmati dampak besar dari ketenangannya di bawah mistar.
Musim debut Raya bersama Arsenal langsung menghasilkan 16 clean sheet di Premier League. Musim berikutnya, Raya kembali merebut Golden Glove setelah mencatat 13 clean sheet sepanjang kompetisi. Kini musim 2025/2026 menjadi penegasan dominasi brutalnya di Liga Inggris.
Catatan tersebut membuat Raya masuk kelompok elit penjaga gawang terbaik sepanjang sejarah Premier League. Ia sejajar dengan nama besar seperti Joe Hart, Pepe Reina, dan Ederson yang pernah meraih tiga Golden Glove beruntun. Raya kini tinggal satu langkah menuju rekor sepanjang masa.
Rekor tertinggi Golden Glove Premier League saat ini masih dipegang Petr Cech dan Joe Hart. Dua legenda tersebut sama-sama mengoleksi empat penghargaan sepanjang karier mereka di Inggris. David Raya kini hanya terpaut satu trofi untuk menyamai pencapaian langka tersebut.
“Raya berkembang menjadi penjaga gawang komplet dalam beberapa musim terakhir,” ujar analis Premier League, Gary Neville. Neville menilai ketenangan Raya menjadi pembeda utama dibandingkan dengan kiper lain musim ini. Arsenal juga terlihat jauh lebih percaya diri ketika membangun serangan dari belakang.
Statistik David Raya memang terlihat brutal dibandingkan dengan pesaing lainnya di Premier League musim ini. Selain 18 clean sheets, Raya juga mencatat expected goals conceded sangat rendah sepanjang kompetisi berjalan. Angka tersebut memperlihatkan efektivitas penyelamatannya dalam situasi sulit.
Sejak debut Premier League pada 2021, Raya telah mengoleksi total 67 clean sheet di kompetisi tersebut. Jumlah itu menjadi catatan tertinggi dibandingkan dengan seluruh penjaga gawang lain selama periode yang sama. Alisson Becker bahkan masih tertinggal dari angka milik Raya.
Keberhasilan Raya juga tidak lahir dari kemampuan refleks semata selama pertandingan berjalan ketat. Ia berkembang menjadi kiper modern dengan distribusi bola yang sangat tenang dan akurat. Arsenal sering memulai serangan berbahaya dari kaki David Raya sendiri.
Arsenal musim ini memang tampil seperti tim dengan pertahanan paling disiplin di Inggris. William Saliba dan Gabriel Magalhães menjaga lini belakang dengan agresif serta konsisten. Namun, ketenangan David Raya tetap menjadi fondasi utama keseimbangan permainan Arsenal.
Suporter Arsenal kini mulai menyandingkan nama Raya dengan kiper legendaris klub dari masa lalu. Aura percaya diri muncul setiap kali lawan mencoba menciptakan peluang ke arah gawang Arsenal. Raya berhasil mengubah rasa cemas menjadi keyakinan besar bagi timnya.
Kompetisi memang belum selesai, namun David Raya sudah mencuri satu penghargaan prestisius musim ini. Golden Glove ketiga beruntun terasa seperti tanda dominasi baru di Premier League. Arsenal kini memiliki penjaga gawang dengan mental dingin dan rekor mengerikan.
Musim 2025/2026 akhirnya menjadi panggung besar bagi David Raya untuk mempertegas kualitasnya di Inggris. Dari Brentford menuju Arsenal, perjalanan Raya berubah menjadi kisah kebangkitan luar biasa penuh konsistensi. Premier League sekarang memiliki monster baru yang berdiri tenang di bawah mistar gawang Arsenal. R-02

