Premier League
Arsenal Menang Kontroversial! VAR Hancurkan Harapan West Ham di Menit Akhir
Pemain Arsenal, Leandro Trossard, merayakan gol dalam pertandingan Premier League melawan West Ham, Minggu (10/5/2026) malam WIB. (AP Photo)
INGGRIS, SabangMerauke News - Arsenal seperti maling licin malam hari saat mencuri kemenangan penting dari West Ham, Minggu malam, 10 Mei 2026. London Stadium mendadak sunyi setelah VAR membatalkan gol penyama kedudukan tuan rumah pada masa injury time. Kemenangan dramatis 1-0 membuat pasukan Mikel Arteta semakin dekat dengan trofi Premier League yang lama menghilang.
Leandro Trossard menjadi sosok paling dibenci publik London Timur setelah mencetak gol penentu kemenangan Arsenal. Gol menit ke-83 terasa seperti palu godam menghantam mental West Ham yang sebenarnya tampil cukup disiplin. Arsenal pulang membawa tiga poin mahal sekaligus menjaga jarak dari Manchester City dalam perburuan gelar.
Pertandingan berlangsung keras sejak menit awal dengan tensi seperti laga final tersembunyi. Arsenal langsung menekan melalui kombinasi agresif Leandro Trossard dan Riccardo Calafiori dari sisi kiri pertahanan lawan. West Ham dipaksa bertahan dalam tekanan panjang selama awal babak pertama.
Trossard nyaris mencetak gol cepat melalui sundulan tajam dari dalam kotak penalti. Namun, penjaga gawang West Ham, Mads Hermansen, berhasil menepis bola menggunakan refleks cepatnya. Situasi itu menjadi sinyal ancaman serius bagi Arsenal sepanjang pertandingan.
Arsenal kembali mengancam beberapa menit kemudian melalui peluang jarak dekat Trossard. Bola sempat melewati kiper, namun membentur tiang gawang secara dramatis. Suporter West Ham terlihat tegang karena pertahanan mereka terus digempur tanpa henti.
Riccardo Calafiori ikut mencoba peruntungan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur tipis melewati sisi gawang West Ham dan membuat tribun kembali bergemuruh. Arsenal terlihat lapar mencetak gol cepat demi mengendalikan pertandingan.
West Ham ternyata tidak sepenuhnya tenggelam dalam tekanan Arsenal sepanjang babak pertama berlangsung. Valentin Castellanos sempat membuat pendukung Arsenal menahan napas melalui sundulan kerasnya. David Raya tampil tenang dan berhasil menggagalkan peluang berbahaya tersebut.
Pertandingan kemudian berubah menjadi duel saraf dengan tempo permainan yang mulai menurun perlahan. Kedua tim terlihat lebih berhati-hati karena satu kesalahan kecil berpotensi menentukan nasib pertandingan. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mulai dipusingkan oleh cedera Ben White pada babak pertama pertandingan panas tersebut. Cedera itu membuat Arsenal kehilangan keseimbangan dalam transisi permainan bertahan menuju menyerang. Declan Rice bahkan sempat digeser mengisi posisi bek kanan sementara.
“Situasinya rumit, namun pemain menunjukkan karakter luar biasa malam ini,” kata Mikel Arteta, pelatih Arsenal. Arteta terlihat beberapa kali berteriak frustrasi dari pinggir lapangan sepanjang pertandingan berjalan ketat. Tekanan perebutan gelar membuat Arsenal bermain seperti tim penuh beban.
Babak kedua dimulai dengan ritme permainan yang lebih cepat dibandingkan dengan paruh pertama pertandingan. West Ham mulai berani keluar menyerang demi menjauh dari ancaman degradasi musim ini. Arsenal juga tetap agresif mencari gol pembuka kemenangan.
Mateus Fernandes hampir membuat mimpi buruk Arsenal menjadi kenyataan pada pertengahan babak kedua pertandingan. Gelandang West Ham itu melepaskan peluang emas dari dalam kotak penalti Arsenal. David Raya kembali muncul seperti monster penjaga gawang dengan penyelamatan krusialnya.
Penampilan David Raya malam itu benar-benar seperti penjaga lemari besi berjalan di lapangan hijau. Penjaga gawang asal Spanyol tersebut tampil dingin saat tekanan West Ham semakin meningkat. Raya akhirnya terpilih menjadi pemain terbaik pertandingan melalui voting resmi Premier League.
“Tim tetap percaya meski pertandingan terasa sangat sulit,” ujar David Raya usai pertandingan berlangsung dramatis. Raya juga menegaskan Arsenal tidak mau kehilangan fokus menjelang akhir musim kompetisi. Arsenal sadar Manchester City terus menunggu kesalahan kecil mereka.
Gol yang ditunggu Arsenal akhirnya muncul saat pertandingan memasuki menit ke-83. Leandro Trossard menerima bola di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras. Bola sempat mengenai pemain West Ham lalu mengecoh Mads Hermansen sebelum masuk ke gawang.
Gol tersebut langsung mengubah suasana London Stadium menjadi penuh kepanikan dan kemarahan suporter tuan rumah. Arsenal memilih bertahan total sambil menunggu peluit panjang pertandingan berbunyi. West Ham terus menyerang menggunakan sisa tenaga mereka.
Drama terbesar muncul pada masa injury time ketika Callum Wilson berhasil membobol gawang Arsenal. Stadion langsung meledak dalam euforia liar karena West Ham merasa mendapat gol penyelamat penting. Namun, selebrasi itu ternyata terlalu cepat dilakukan.
Wasit menghentikan pertandingan setelah menerima sinyal pemeriksaan VAR dari ruang kontrol pertandingan. Tayangan ulang memperlihatkan adanya pelanggaran terhadap David Raya dalam proses terciptanya gol tersebut. Setelah pemeriksaan panjang, wasit akhirnya membatalkan gol West Ham.
Keputusan VAR langsung memancing kemarahan pemain serta pendukung West Ham di stadion pertandingan tersebut. Beberapa pemain tuan rumah terlihat mengerubungi wasit sambil melayangkan protes keras. Arsenal justru menyambut keputusan itu seperti menemukan emas tersembunyi.
“Keputusan sulit, namun aturan harus ditegakkan secara konsisten,” ujar salah satu ofisial pertandingan Premier League setelah laga. Drama VAR kembali menjadi bahan perdebatan panas dalam kompetisi kasta tertinggi Inggris musim ini. Arsenal kembali tersenyum setelah teknologi menyelamatkan mereka.
Kemenangan tersebut membuat Arsenal mengoleksi 77 poin dari 36 pertandingan Premier League musim 2025/2026. Mereka tetap bertahan di puncak klasemen sambil menjaga keunggulan atas Manchester City. Situasi itu membuat tekanan kini berpindah menuju kubu pesaing utama mereka.
Sebaliknya, West Ham semakin tenggelam dalam ancaman degradasi menuju Championship musim depan. Tim asuhan Nuno Espírito Santo tertahan di posisi ke-18 dengan koleksi 37 poin. Kekalahan menyakitkan ini terasa seperti pukulan telak menjelang akhir musim.
“Tim bermain penuh semangat, namun hasil akhirnya sangat menyakitkan,” kata Nuno Espírito Santo, pelatih West Ham. Nuno terlihat kecewa berat terhadap keputusan VAR yang membatalkan gol timnya. West Ham kini harus berjuang mati-matian pada sisa pertandingan musim ini.
Arsenal memang tidak tampil sempurna sepanjang pertandingan melawan West Ham malam tersebut. Namun, tim juara sering memenangkan laga buruk menggunakan mental baja dan keberuntungan tipis. Arsenal kini tinggal beberapa langkah lagi menuju trofi Premier League.
London Stadium akhirnya menjadi saksi bagaimana satu gol, satu penyelamatan, dan satu keputusan VAR mampu mengubah segalanya. Arsenal pulang sambil membawa mimpi juara yang semakin nyata terlihat di depan mata. West Ham justru tertinggal dalam ketakutan panjang menuju jurang degradasi. R-02

