Gempa 3,0 Magnitudo Bikin Warga Medan Kaget, Getaran Terasa Sampai Dalam Rumah
Lokasi gempa tektonik dengan kekuatan 3.0 magnitudo di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (10/5/2026) pukul 13.24. (sumber: BMKG)
SUMUT, SabangMerauke News - Suasana siang Kota Medan mendadak berubah tegang setelah gempa dangkal mengguncang Deli Serdang, Minggu, 10 Mei 2026. Getaran singkat terasa hingga kawasan Deli Tua dan membuat sejumlah warga keluar rumah karena panik. BMKG memastikan gempa dipicu aktivitas sesar aktif dengan magnitudo 3,0 dan kedalaman dangkal.
Gempa terjadi pukul 13.24 WIB saat sebagian warga sedang beristirahat di rumah masing-masing di kawasan Kota Medan. Getaran terasa cepat, namun cukup mengejutkan karena pusat gempa berada dekat permukaan tanah wilayah Deli Serdang. Seng rumah, gantungan, dan benda ringan terlihat bergoyang beberapa detik.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan pusat gempa berada sekitar 15 kilometer barat Deli Serdang. Titik episenter berada pada koordinat 3,57 derajat lintang utara dan 98,74 derajat bujur timur. “Gempa termasuk jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Hendro Nugroho.
BMKG mencatat kedalaman hiposenter gempa hanya sekitar 8 kilometer dari permukaan tanah wilayah Sumatera Utara. Kedalaman dangkal membuat getaran lebih terasa meski kekuatan gempa tergolong kecil dibanding gempa besar lainnya. Kondisi tersebut umum terjadi pada wilayah dengan aktivitas sesar aktif dekat permukaan bumi.
Warga Medan dan Deli Tua mengaku sempat terkejut karena getaran muncul tiba-tiba tanpa tanda sebelumnya. Ima, warga Deli Tua, mengatakan rumahnya bergerak saat gempa berlangsung beberapa detik siang tadi. “Saya lihat seng goyang-goyang, lalu getarannya langsung berhenti,” ujar Ima.
Meski singkat, guncangan siang itu langsung menyebar cepat melalui media sosial dan grup percakapan warga Sumatera Utara. Banyak warga membagikan pengalaman merasakan getaran dari dalam rumah maupun tempat usaha di masing-masing kawasan di Medan. Suasana panik sempat muncul sebelum BMKG mengeluarkan penjelasan resmi.
BMKG memastikan hingga Minggu sore belum ditemukan laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Intensitas gempa berada pada skala II MMI sehingga hanya dirasakan sebagian warga sekitar episenter dan di Medan. Pada skala itu, benda ringan biasanya hanya bergoyang tanpa menimbulkan kerusakan serius.
“Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut,” kata Hendro Nugroho dalam keterangan tertulis. BMKG juga memastikan monitoring aktivitas seismik belum menunjukkan munculnya gempa susulan hingga pukul 14.55 WIB. Kondisi tersebut membuat situasi Sumatera Utara kembali relatif tenang menjelang sore hari.
Gempa dangkal sering terasa lebih mengejutkan dibandingkan dengan gempa berkedalaman besar meski magnitudonya kecil. Jarak pusat gempa dekat permukaan membuat energi getaran lebih cepat mencapai wilayah permukiman warga sekitar episenter. Karena itu, masyarakat biasanya langsung merasakan getaran singkat namun cukup jelas.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap isu menyesatkan terkait potensi gempa besar susulan di wilayah Sumatera Utara. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG seperti aplikasi, media sosial, dan situs pengawasan gempa nasional. Langkah tersebut penting untuk mencegah kepanikan akibat informasi liar di media sosial.
Getaran siang tadi kembali mengingatkan bahwa Sumatera Utara berada dekat dengan jalur sesar aktif di kawasan barat Indonesia. Aktivitas tektonik wilayah Sumatera memang menjadi salah satu yang paling aktif di Indonesia selama beberapa dekade terakhir. Karena itu, gempa kecil hingga sedang cukup sering terasa di kawasan Medan dan sekitarnya.
Meski tidak menimbulkan kerusakan, gempa Deli Serdang tetap meninggalkan rasa waspada bagi sebagian warga Kota Medan. Suara seng bergoyang dan getaran mendadak siang tadi menjadi pengingat bahwa Bumi Sumatera tidak pernah benar-benar diam. Di balik cuaca tenang Minggu siang, sesar aktif bergerak perlahan dari bawah tanah Deli Serdang. R-02

